Enaknya Makan di Rumah Makan Inggil Sembari Melihat Tarian Tradisional

0
636
Rumah Makan Inggil
Penari tradisional yang selalu semangat menghibur pengunjung.

Sewaktu menjadi backpacker di Malang, saya mencoba untuk browsing restoran ternama di sana. Saya pikir, bolehlah sesekali makan di restoran selama backpacking, masa makan di pinggiran melulu, benar tidak? Hehe.

Ternyata Rumah Makan Inggil merupakan salah satu restoran yang direkomendasikan karena mengusung konsep jadul. Sebagai penyuka hal-hal klasik, saya pun langsung menuju ke sana bersama Arum, salah satu teman blogger yang kostnya saya tumpangi. Hitung-hitung sekalian teraktir dia yang sudah banyak menemani saya jalan-jalan.

Rumah Makan Inggil
Pintu masuk menuju ruang makan utama, dengan pajangan foto di sebelah kanan dan kiri.

Rumah Makan Inggil terletak di Jalan Gajahmada No.4, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119. Restoran ini tidak jauh dari Alun-Alun Tugu dan Stasiun Malang, sehingga saya kira cukup strategis. Rumah Makan Inggil ternyata bertetangga dengan Museum Malang Tempo Doeloe, sehingga setelah saya mencoba makan di sana mungkin saya bisa sekalian berkunjung ke salah satu museum di Malang tersebut.

Kalau dilihat dari depan, bangunan restoran ini seperti biasa saja, atau justru terlihat kurang menjual. Lahan parkirnya juga terbatas, sehingga terkadang mobil-mobil diparkirkan secara berjejer di pinggir jalan. Untungnya jalanan di sana jarang dilewati kendaraan umum sehingga tidak macet.

Rumah Makan Inggil
Salah satu ruang makan di depan bangunan yang dipenuhi oleh kaset tape.

Setelah masuk ke Rumah Makan Inggil, saya merasa sedang berada di tahun di mana nenek saya masih muda. Bangku, meja, pajangan, foto-foto yang ditempel, wow, semuanya benar-benar klasik. Bahkan boleh dibilang, Rumah Makan Inggil ini semacam museum, karena pemiliknya memajang sepeda ontel berkarat, mesin ketik, radio, topeng wayang, pokoknya segala hal yang biasanya dipajang di museum.

Satu sudut favorit saya adalah sudut yang memiliki banyak tempat kaset tape yang ditempel di seluruh tembok. Entah ada berapa ribu keping kalau ditotal. Sayangnya penerangan di ruangan itu terbatas, sehingga saya dan Arum tidak duduk di situ, dan mencoba duduk di dekat panggung besar yang di atasnya terdapat alat musik Jawa kuno.

Ternyata kalau kalian sedang beruntung, kalian bisa makan di sana sembari mendengarkan nyanyian sinden dan penari tradisional, lho. Kebetulan waktu itu sedang ada penari, yang goyangannya aduhai. Jadi pengen ikut goyang, deh. Tapi malu, hehe.

Langsung saja saya dan Arum memesan makanan di sana. Ternyata mereka menyajikan makanan rumahan. Kebetulan sekali saya memang lebih suka restoran yang menyajikan makanan seperti itu, karena tentunya lebih sehat. Harganya juga cukup terjangkau, semisal cah toge yang saya pesan saja hanya seharga Rp 12.500. Bandingkan dengan lauk serupa di restoran Leko di Jakarta yang harganya sekitar Rp 25.000-an.

Rumah Makan Inggil
Nikmatnya makan di Rumah Makan Inggil.

Mungkin karena sedang liburan awal tahun sehingga banyak pengunjung yang makan di sana. Lauk yang dipesan agak lama untuk sampai ke meja. Untungnya sih sembari menunggu, saya dan Arum bisa menikmati pertunjukkan penari. Kalau dipikir-pikir, sudah lama juga saya tidak melihat tarian tradisional secara live, mungkin terakhir kalinya itu pas saya masih SD.

Setelah makanan sampai, saya pun langsung melahap semuanya dengan nikmat. Enak juga, dan agak manis, mungkin karena menyesuaikan lidah orang Jawa Timur. Berbeda dengan Betawi yang terbiasa makan makanan gurih dan agak asin. But it’s okay, saya masih bisa menerimanya, karena cukup enak juga kok.

Rumah Makan Inggil
Rumah Makan Inggil seringkali ramai dikunjungi.

Oh ya, di sini kalian bisa duduk di berbagai sudut yang temanya berbeda-beda. Ada lesehan, ala-ala ruang meeting, meja makan yang dikelilingi kaset, atau meja makan panjang yang menghadap panggung.

Kalau sedang berada di Malang, tidak ada salahnya kalian makan di Rumah Makan Inggil, terutama saat musim liburan dan hari ulang tahun keluarga. Dijamin mereka senang diajak makan-makan di sini. Trust me!

Jam Buka
Setiap Hari 10.00 - 22.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.