Eksistensi Kesenian Damar Kurung Sebagai Ikon Kabupaten Gresik

0
874
Festival Damar Kurung.

Berbicara mengenai budaya atau kebudayaan tidak akan pernah berhenti pada satu titik, selalu mengalir secara dinamis mengikuti perkembangan masyarakatnya. Budaya atau kebudayaan sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, diartikan sebagai hal – hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adanya keanekaragaman dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam hidup bermasyarakat, maka akan menghasilkan sebuah budaya lokal atau budaya daerah yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal dari budaya nasional. Hal tersebut dapat disimpulkan dengan adanya penyatuan–penyatuan budaya daerah sehingga menjadi satu kesatuan dalam budaya nasional.

Sebuah bukti nyata keanekaragaman yang menciptakan budaya atau kebudayaan daerah berada di salah satu provinsi di Pulau Jawa yang kental akan budaya keagamaan dengan mencampurkan seni didalamnya adalah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Gresik. Kabupaten Gresik memiliki beragam kebudayaan, baik itu dari hasil interaksi masyarakat maupun pengaruh dari luar daerah. Salah satu budaya yang terkenal dan masih tetap eksis adalah damar kurung. Di Gresik, Damar Kurung sudah menjadi ikon dari Kota Gresik dan menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Gresik. Damar kurung adalah sebuah hasil karya yang bernilai tinggi, dan masih digunakan sampai saat ini.

Damar kurung tersebut adalah hasil karya inovasi dari sosok maestro Masmundari. Beliau adalah penerus dan pengembang kesenian damar kurung yang merupakan hasil karya dari Sindujoyo. Walaupun Masmundari telah meninggal dunia pada akhir tahun 2005 lalu, kesenian damar kurung terus berkembang hingga saat ini. Sebelumnya, damar kurung adalah sebuah inovasi materi ajaran keagamaan yang diterapkan oleh Sindujoyo kepada masyarakat Gresik yang pada saat itu sulit untuk menerima ajaran Islam, dari perjalanan tersebut akhirnya Masmundari membuat suatu inovasi dalam bentuk lampion atau lampu yang sekarang dikenal sebagai damar kurung.

Festival Damar Kurung sebagai ikon Kabupaten Gresik.

Seni kerajinan damar kurung adalah satu di antara sejumlah produk budaya yang cukup banyak merekam peradaban dan aktivitas kehidupan masyarakat Gresik. Kerajinan ini awalnya dibuat untuk menghibur anak-anak yang tengah menanti datangnya waktu tarawih di bulan Ramadhan. Selain itu, untuk menyemarakkan suasana Ramadhan itu sendiri digunakanlah gambar-gambar yang terlukis pada lembaran-lembaran kertas damar kurung. Pada damar kurung tersebut, terdapat berbagai gambaran aktivitas masyarakat pesisir Gresik terutama yang bernuansa religi, seperti kegiatan tarawih dan tadarus, shalat Idhlfitri, suasana Lebaran, dan lain-lain, yang dapat dilihat dan dicermati dalam karya seni tersebut. Seni hias damar kurung dipenuhi hiasan atau motif unik yang terdapat pada sarung lampion dengan media kertas dengan kerangka bambu.

Di sisi lain, damar kurung memiliki beberapa dimensi fungsi, baik itu secara etik maupun estetika. Semua hal tersebut karena makna dari damar kurung sendiri yang sangat filosofis, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Fungsi yang pertama sebagai jalan dakwah di Gresik, di dalam lukisan damar kurung sang maestro, Masmundari, dalam berusaha untuk memunculkan suatu gambar bernuansa islami yang kental seperti lukisan-lukisan ritual keagamaan, yaitu kegiatan Padusan atau nyekar pada makam kerabat yang sudah meninggal menjelang bulan Puasa, kesenian hadrah, kegiatan sholat berjamaah, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat Gresik ketika Bulan Ramadhan.

Festival Damar Kurung.

Sang maestro berusaha untuk mengenalkan kepada masyarakat luar bahwa Gresik adalah tempat belajar agama islam yang cukup baik dan berpotensi. Fungsi yang kedua adalah sebagai media informasi, di mana selain lukisan islami Masmundari, juga menggambarkan kegiatan masyarakat Gresik pada setiap harinya, seperti pasar dengan keramaiannya, kegiatan posyandu, dan yang lainnya. Selain itu, damar kurung juga berisikan nasihat atau pitutur kepada generasi muda Gresik. Masyarakat daerah lain juga bisa mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan masyarakat Gresik, serta nasihat yang selalu jadi wejangan dalam masyarakat. Selain itu, masih banyak lagi fungsi dari damar kurung apabila dikaji dari berbagai sudut pandang.

Melihat kondisi damar kurung pada saat ini, keberadaannya masih tetap eksis meskipun ada pengaruh dari akulturasi budaya daerah asing. Untuk menjaga damar kurung agar tetap bisa berada di kancah luar, baik dari pemerintah Gresik maupun, organisasi, maupun komunitas di Gresik berusaha mengadakan event-event maupun pameran yang bertemakan damar kurung. Berangkat dari keinginan untuk tetap menjaga eksistensi dari kesenian damar kurung, beberapa aktivis peduli Gresik pernah menggelar sebuah event yang bernama “Festival Anak Gresik – 1001 Damar Kurung” yang biasanya digelar setahun sekali. Aktivitas yang dilakukan dalam event tersebut adalah lomba melukis dan mewarnai damar kurung, ada pemecahan rekor untuk pembuatan damar kurung terbanyak (sebanyak 1001 damar kurung), dan masih banyak lagi.

Tapi lebih dari itu, harapan besar dengan adanya festival dan kegiatan lain yang mengatasnamakan damar kurung ini adalah supaya generasi muda Gresik tidak hanya mengetahui bahwa Gresik punya kesenian yang dapat dibanggakan, tapi juga mulai membangkitkan kembali cita-cita sang maestro, Masmundari, membawa damar kurung menjadi terkenal tidak hanya di Gresik tapi juga di kancah Indonesia dan dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.