Dua Camilan Unik dari Kota Cirebon

0
995
Donggala (Asinan ala Cirebon).

Hidup itu ada asam ada manis ada pahit. Sebagai manusia kita tidak bisa memilih ingin hidup yang seperti apa. jika memang boleh memilih tentu yang manis akan selalu menjadi pilihan. Tapi ingat tidak memulu manis itu menjadi baik. Bila kadar manisnya berlebihan akan menjadi tidak enak. Rasa asam mengajari kita agar selalu mawas diri, berhati-hati dalam bertindak. Pahit mengingatkan agar kita masih bisa menyadari bahwa di saat kita berada di bawah masih ada lagi yang di bawah kita.

Begitupun rasa asinan. Perpaduan rasa asam, manis dan pahit yang hampir tertutupi dengan rasa asam menjadi rasa khas yang nikmat. Rasa yang enak tidak harus dengan rupa yang bagus. Penampilan yang biasa-biasa sajapun bisa saja enak. Termasuk asinan ini.

1.      Donggala

Liat donggala ini langsung gak sabar pengen cicip.

Asinannya orang Cirebon namanya donggala. Saya termasuk penggemar asinan. Dibeberapa kota selain Cirebon, saya sudah mencoba asinan khas daerah lainnya. Ada asinan sayur dan asinan buah. Ada juga yang mengkombinasikan kedua bahan tersebut menjadi satu. Contohnya asinan Betawi, ciri khasnya di bumbu kacang dan kerupuk mi kuning. Asinan Bogor, ciri khasnya di air asam yang segar dari cabai merah yang dihaluskan dicampur cuka makan.

Nah, lalu ada donggala ini. Ciri khasnya juga di airnya, perpaduan gula merah yang tidak terlalu kental dan asam yang segar. Saat saya beli, saya dikasih cabai bubuk. Maksudnya, pedasnya berasal dari cabai bubuk ini mungkin ya. Biar kita bisa meracik sendiri tingkat kepedesan dari asinan ini.

Buat saya kesemua perbedaaan itu adalah nikmat dengan takaran yang sesuai dengan porsinya. Saya suka rasa asam segernya dari donggala. Yang penasaran pengen coba bisa datang ke pasar Kanoman depan Klenteng. Harganya murah banget 8 ribu rupiah/perporsinya. Jangan lupa mampir ya.

2.      Ketan Gurih

Klop itu tidak harus sama. Sesuatu yang berbeda bisa menjadi klop dengan padanan yang pas dan nikmat. Antara padat dan serbuk, antara kasar dan halus, antara rasa manis dan gurih. Maka tidak ada yang sempurna di dunia ini karena kembali lagi bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan.

Sesuatu yang baru membuat saya yang tadinya hanya melirik kemudian menoleh dan menjadi menghampiri, yang baru-baru itu biasanya unik. Makanan yang dibungkus dan digulung pakai daun pisang. Mirip lemper, hanya saja kalau lemper yang biasa kita makan ada isinya, bisa isi ayam atau abon sedangkan ini tapi tak berisi alias gak ada isinya. Makan satu aja gak cukup. Emak-emak kalau ketemu cemilan enak langsung kalap. Lemper yang ini makannya pakai bubuk gurih, kalau dilihat lebih dekat mirip serundeng. Dicocol ke ketan enak banget. Rasanya juga beda karena ada udang ebinya. Penasaran sama rasanya? mampir ya kalau kamu jalan-jalan ke pasar kanoman. Harga tidak membohongi rasa cukup 8 ribu rupiah/ketan. Sudah bisa mencicipi ketan gurih yang enak. Pas sekali buat oleh-oleh karena hanya ada di sini, bersebelahan dengan tahu kopeci pasar Kanoman.

Itu dia hunting makanan enak ala saya. Wah ternyata banyak sekali kuliner lezat dan nikmat berasal dari Cirebon, tenang… cerita saya belum selesai. Karena saya akan kembali membawa cerita kuliner dari daerah Cirebon yang lainnya. See you.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.