Destinasi Wisata untuk Liburan Murah Meriah di Surabaya

0
1908
Pemandangan Sunset di Surabaya North Quay.

Oktober 2018 lalu, saya memantapkan hati untuk jalan-jalan singkat di Kota Pahlawan, yak, Surabaya! Dari Bandung, saya memilih menggunakan kereta api ekonomi premium karena dengan harga murah saya dapat mendapatkan fasilitas yang tidak kalah membuat nyaman jika dibandingkan dengan kelas di atasnya.

Tiba sekitar jam 09:00 di Stasiun Pasar Turi, saya benar-benar penasaran dengan kota satu ini. Berbekal mencari info ke beberapa teman, akhirnya saya berangkat ke Surabaya dan tidak lupa untuk menghubungi teman saya yang kuliah di sana untuk menemani saya jalan-jalan.

Surabaya berhasil membuat saya tercengang. Gedung-gedung menjulang tinggi, namun masih banyak tempat yang mempertahankan suasana dan bentukan aslinya, jangan lupa juga Surabaya ini memiliki banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Terdapat beberapa tempat yang masih mempertahankan gaya kolonialnya yang merupakan warisan dari Belanda yang pernah menjajah kota ini.

Bagi wisatawan yang suka menikmati gemerlap lampu kota seperti saya, trotoar menjadi salah satu faktor penting ketika sedang melakukan traveling. Di Surabaya, trotoar sebagai tempat masyarakat berjalan kaki cukup baik dan terjaga. Saya cenderung merasa aman untuk berjalan kaki menyusurui kota ini. Walaupun panas matahari cukup menyengat, namun tidak meruntuhkan semangat saya untuk jalan-jalan di kota ini.

Selama di Surabaya, untuk perjalanan yang jauh saya memilih motor sebagai transportasi utama, karena lebih praktis, cepat, dan juga murah. Saya memiliki prinsip bahwa jalan-jalan yang menyenangkan tidak selalu membutuhkan uang yang banyak, dan ternyata banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi di kota ini walaupun dengan budget yang minim. Kira-kira apa saja tempat untuk liburan murah meriah di Surabaya? Yuk, disimak!

Monumen Kapal Selam.
Interior Monumen Kapal Selam.

Monumen ini adalah tempat yang saya pilih untuk dikunjungi pertama kali karena bangunannya yang unik dan berada di pinggir jalan besar membuat saya tertarik untuk melihat-lihat. Monumen ini adalah kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Interiornya juga seperti tidak ada yang berubah seperti kapal selam pada umumnya. Dari ruang operasional, sampai ke kabin tempat tidur para awak kapal. Untuk pengunjung yang memang belum pernah melihat secara langsung bagaimana bagian dalam kapal selam, monumen ini benar-benar bisa mengedukasi namun juga tetap menyenangkan. Tiket masuk ke monumen ini adalah sekitar Rp. 15.000 – Rp. 20.000 saja, jangan lupa juga ada biaya parkir kendaraan jika travelovers menggunakan kendaraan.

Balai Pemuda Surabaya.
Balai Pemuda Surabaya.

Balai Pemuda ini letaknya tidak jauh dari Monumen Kapal Selam, hanya sekitar 650 m. Pada saat itu, saya memilih berjalan kaki dari Monumen Kapal Selam ke Balai Pemuda, hanya 10 menit, lho. Jika travelovers ingin menggunakan kendaraan, sepertinya hanya memakan waktu 3 menit untuk sampai di sana dengan menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Balai Pemuda ini adalah salah satu gedung bersejarah di Surabaya yang kemudian digunakan sebagai Pusat Informasi Wisata Surabaya.

Ketika pertama datang, kami diberikan sebuah peta Kota Surabaya dimana terdapat petunjuk tempat-tempat wisata yang berada di kota tersebut. Gedung Balai Pemuda adalah tempat penyelenggaraan berbagai acara yang berkaitan dengan kegiatan kesenian dan kepemudaan. Namun, ketika kami kesana, sedang tidak ada acara yang diselenggarakan. Jika kamu beruntung, mungkin kamu bisa datang ke Balai Pemuda ketika sedang ada acara di sana.

House of Sampoerna.
Pameran Foto di House of Sampoerna.

Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung sudah dapat menghirup bau tembakau yang semerbak. Yap, House of Sampoerna adalah museum tembakau yang eksterior maupun interiornya kental dengan gaya kolonial Belanda.  Pada museum ini, pengunjung bisa melihat langsung tembakau, bahkan juga bisa memegangnya. Banyak sekali foto-foto yang dipamerkan, tema foto pun beraneka ragam. Ada yang tentang keberagaman Indonesia, potrait, dan lainnya. Dari lantai dua museum ini, kita juga bisa melihat pabrik pengolahan tembakau, tentunya pabrik tersebut sudah tidak digunakan sekarang.

Oh iya, salah satu info penting, untuk masuk ke museum ini kita tidak perlu membayar tiket apapun lho, alias gratis. Pengunjung bisa menikmati eksibisi di sini dan membaca beberapa informasi mengenai tembakau. Menarik, kan?

Surabaya North Quay.
Pemandangan Sunset di Surabaya North Quay.

Semakin ke utara, Surabaya memiliki tempat wisata yang baru akhir-akhir ini ramai dikunjungi, apalagi kalau bukan Surabaya North Quay? Berada di Terminal Gapura Surya Nusantara, dermaga ini terletak di lantai dua gedung tersebut. Kapal-kapal mewah sering bersandar di dermaga ini, namun, hanya waktu-waktu tertentu saja pengunjung dapat melihat langsung kapal-kapal tersebut.

Ketika saya berkunjung, hanya ada kapal penumoang berukuran besar saja yang sedang bersandar di dermaga tersebut. Tapi tidak apa, karena pemandangan di Pelabuhan Tanjung Perak benar-benar menyihir saya dan membuat saya cinta terhadap tempat itu. Pemandangan langsung ke laut lepas dipadukan dengan matahari yang akan segera terbenam. Dilengkapi juga dengan fasilitas kursi dan meja agar pengunjung semakin nyaman menikmati matahari terbenam. Sangat tepat untuk berkunjung kesana pada pukul 16:00 – 18:00, karena suasana hangatnya matahari dan angin sejuk yang menyambut. Untuk masuk ke Surabaya North Quay, kita cukup merogoh gocek sekitar Rp. 15.000 dan kita bisa menikmati indahnya dermaga tersebut.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi berbagai destinasi murah meriah tersebut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.