Destinasi Watu Perahu Menyimpan Cerita Unik

0
144
Panorama dari atas bukit cinta Watu Perahu
Panorama dari atas bukit cinta Watu Perahu

Destinasi Watu Perahu yang terletak di Bayat, Kapubaten Klaten menyimpan cerita rakyat yang unik. Beberapa masyarakat setempat percaya akan hal demikian karena tradisi lisan yang terus berkembang. Sumbernya hanya berupa mulut ke mulut dan turun menurun dari cerita orang tua jaman dahulu. Kini cerita itu masih teringat dalam memori masyarakat setempat.

Cerita rakyat yang mirip dengan peristiwa terbangunnya Candi Prambanan dan Candi Sewu, akan tetapi lakon yang dimainkan berbeda. Di Candi Prambanan ada Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, namun di Watu Perahu yang memainkan peran ialah Roro Denok dan Jaka Tua. Cerita keduanya sama-sama dikemas dengan asmara yang melekat. Cerita Roro Jonggrang ingin meminang Bandung Bondowoso dengan persyaratan membangun candi yang berjumlah seribu, sedangkan di cerita Watu Perahu, Jaka Tua ingin menikahi Roro Denok dengan syarat membuat perahu dalam semalam.

Akan tetapi, waktu tidak memungkinkan untuk menyelesaikan syarat tersebut. Alhasil, cintanya bertepuk sebelah tangan dan perahu tersebut terbalik ketika ditumpangi Jaka Tua. Lambat laun perahu tersebut berubah menjadi batu. Dari sinilah penamaan destinasi Watu Perahu dimunculkan. ‘Watu Perahu’ yang berarti batu perahu, perahu yang berubah menjadi batu.

Jembatan dibangun di atas jurang bukit
Jembatan dibangun di atas jurang bukit

Ketika para pengunjung melihat dengan seksama, gundukan batu tersebut mirip dengan perahu terbalik. Tak heran cerita rakyat tersebut masih lestari dan berkembang pada masyarakat setempat. Namun beberapa aksi vandalisme menyoreng bebatuan sekitar. Maka dari itu, petugas memagari pinggir batu tersebut agar tidak memperparah keadaan. Sebelum menjadi tempat wisata, Watu Perahu sudah menjadi tempat penelitian para Mahasiswa yang menggeluti bidang Geologi. Bahkan selain Mahasiswa, juga peneliti bebatuan datang ke sini untuk memeriksa Watu Perahu ini. Bentuk dan tekstur batu yang terdapat di sini dianggap unik dan terbilang berusia tua. Hingga saat ini, batu itu masih menjadi pusat penelitian dari berbagai pihak.

Namun saat ini, tempat ini menjadi destinasi. Selain untuk menengok uniknya bentuk batuan yang mirip perahu, para pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam dari ketinggian. Dengan dibangunnya sarana dan prasarana yang memadai, sehingga menjadi pemasukan bagi masyarakat setempat. Beberapa spot foto tersedia di atas ketinggian, seperti gardu pandang sampai jembatan yang dibangun di atas bukit.

Destinasi ini bernama ‘Bukit Cinta Watu Perahu’. Tak heran jika spot yang disediakan bertemakan cinta atau lambang hati. Destinasi ini beralamatkan di Dusun II, Gn. Gajah, Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Untuk mencapai ke tujuan, para pengunjung dapat mencari lokasi ini di google maps atau mengikuti petunjuk jalan yang sudah tersedia.

Icon Bukit Cinta di depan area parkir
Icon Bukit Cinta di depan area parkir

Untuk biaya masuk sendiri, para pengunjung cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 saja. Dengan fasilitas yang disediakan terbilang cukup lengkap. Mulai dari area parkir yang luas sampai penginapan bagi para pengunjung yang berasal dari luar kota atau provinsi. Area parkir dapat menampung kendaraan roda empat seperti mobil ataupun travel, bahkan kereta mini dapat dimuat di sini. Beberapa rombongan komunitas seringkali mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kereta mini. Tersedia pula toilet dan musala dan gazebo untuk tempat peristirahatan para pengunjung.

Ketika ingin mengunjungi tempat ini, sebaiknya berkunjung pada musim kemarau dan berangkat lebih awal atau di pagi hari. Karena jika siang hari, terik matahari menyengat di kulit apalagi ditambah area di daerah bukit. Tempat ini sangat cocok untuk sekedar rekreasi atau untuk mengkaji lebih dalam bebatuan di Watu Perahu. Jika ingin meneliti lebih lanjut mengenai batuannya, terlebih dahulu meminta ijin kepada petugas atau masyarakat setempat yang berwenang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.