Daya Tarik Masjid Kubah Emas di Malam Hari

0
1366
Masjid dari dekat.

Ada pepatah mengatakan, pemandangan di malam hari memiliki banyak hal menarik yang tidak bisa ditemui di pagi atau siang hari. Pepatah ini ada benarnya, seperti sewaktu saya berkunjung ke Masjid Kubah Emas di malam hari.

Masjid Dian Al Mahri yang lebih populer dengan sebutan Masjid Kubah Emas ini sudah menjadi destinasi wajib terutama bagi peziarah Walisongo yang berkeliling Jawa. Setelah mereka menziarahi makam Sunan Gunung Djati di Cirebon biasanya mereka akan singgah ke Jabodetabek sebagai pamungkas dari wisata religi tersebut. Namun bukan berarti Masjid Kubah Emas hanya dikunjungi oleh peziarah saja. Bagi pecinta seni dan pecinta ornamen, maka Masjid Kubah Emas bisa dijadikan rujukan. Apalagi jika dikunjungi di malam hari.

Halaman masjid yang cukup gelap namun indah melihat masjid dari kejauhan.

Lalu apa istimewanya berkunjung ke Masjid Kubah Emas di malam hari?

Tentu saja banyak keistimewaan yang bisa didapat. Yang paling pokok adalah menenangkan rohani kita karena berwisata di masjid akan mengingatkan kita pada Tuhan. Apalagi di malam hari suasana tidak seramai ketika pagi atau siang sehingga kita bisa mendapatkan momen yang pas. Sewaktu saya ke sana bersama teman-teman, jumlah pengunjung di malam hari bisa dihitung dengan jari.

Pemandangan lampu dari kejauhan juga menambah daya tarik masjid yang memiliki berat emas di kubahnya sebesar 24 karat. Lampu-lampu akan menyala dari kejauhan mata memandang. Sewaktu saya dan teman-teman ke sana selepas Isya, penjaga masjid mempersilahkan kami masuk. Ternyata halaman masjid sangatlah luas sehingga kami harus berjalan di malam buta dengan penerangan minim di halaman masjid. Beruntungnya, terdapat penerangan di ketinggian yang membantu kami berjalan tanpa menggunakan senter.

Kemegahan interior masjid.

Setelah tiba dipelataran masjid, penerangannya bertolak belakang dengan halaman masjid. Di pelataran masjid, sinar-sinar lampu menyala sangat terang di setiap sisi. Karena pada waktu itu azan berkumandang sehingga kami memutuskan untuk menunaikan ibadah Shalat Isya terlebih dahulu. Mulanya kami bingung untuk mencari tempat wudhu namun ternyata tempat wudhu berada di lantai bawah. Tempat wudhunya memang tidak seluas tempat wudhu di Masjid Istiqlal, namun tidak seramai Masjid Istiqlal sehingga tidak terlalu berisik oleh gemercik air.

Kami disambut dengan pintu kayu berukiran megah. Begitu masuk, kami berdecak kagum. Interior masjid sungguh indah sekali dipadukan dengan lampu-lampu terang. Keramik yang bak istana dan karpet tebal yang sangat nyaman untuk dipijaki. Di tengah masjid terdapat langit-langit dari kubah yang berlukiskan awan dan langit. Inilah yang menjadi daya tarik Masjid Kubah Emas di malam hari, langit-langit tersebut seolah hidup di malam hari karena perpaduan cahaya lampu dari dalam.

Perpaduan lampu yang menyala terang dengan lukisan langit.

Banyak kalangan yang berfoto-foto di dalam masjid begitu selesai menunaikan ibadah salat. Desain interior yang sangat kental dengan nuansa Timur Tengah ini seperti kerajaan saja saking megahnya. Para pengunjung tidak ingin ketinggalan mengambil foto mulai dari mimbar, tiang masjid, atap masjid dan juga pelataran masjid. Suasana malam hari membuat mereka tidak perlu mengantre untuk foto sehingga bisa cekrak-cekrek sesuai selera.

Masjid yang berlokasi di Kecamatan Limo, Depok ini didirikan oleh pengusaha kaya nan dermawan Dian Djuriah Rais. Beliau meninggal pada 29 Maret 2019 silam dan dimakamkan di area masjid. Di malam hari waktu kami berkunjung ke sana, terdengar sayup-sayup suara lantunan ayat suci Al Quran yang didengungkan oleh peziarah. Nuansa malam membuat doa-doa semakin khusyu karena tidak terlalu banyak lalu lalang orang. Ditambah lokasi area masjid yang menjorong ke dalam sehingga tidak begitu berisik dengan lalu lalang kendaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.