Darmawisata Bermula ke Toraja, Ini Destinasi yang Saya Kunjungi

0
221
Argowisata Pango-Pango, Tana Toraja.

Dari sekian banyak kota yang ada di Indonesia, pasti kalian sudah tak asing dengan Toraja. Ya, kota tersebut berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Tentu warga Sulawesi sudah banyak yang berkunjung ke sana, bahkan turis dari berbagai negara seringkali terlihat. Wajar, di sana banyak destinasi yang tak kalah keren dari luar negeri.

Sewaktu libur kuliah, saya dengan kawan bertamasya ke Toraja. Untuk pergi ke sana, kami hanya menggunakan sepeda motor dengan perjalanan ditempuh dari Polewali ke Toraja membutuhkan waktu sekitar enam jam. Jika diakses dari luar Pulau Sulawesi, bisa menggunakan tranportasi udara menuju ke Makassar dilanjutkan dengan menaiki bus menuju Toraja.

Banyak tempat yang kami datangi, tapi ada juga tempat yang sengaja tak dikunjungi karena meyesuaikan dengan itinerary perjalanan sekaligus bujet yang ada di kantong. Kami melakukan perjalanan ini dengan budget traveling yang pas-pasan, yaitu sekitar Rp 300.000 per orang. Dengan bujet tersebut, kami melakukan perjalanan gaya backpacker. Meskipun begitu, destinasi yang kami tuju tak kalah menarik untuk didatangi. Inilah 5 tempat wisata yang kami kunjungi saat berada di Toraja. Cekidot!

Pango-Pango
Argowisata Pango-Pango, Tana Toraja.

Hari pertama kami mendatangi hutan pinus yang ada di Makale, Tana Toraja. Tempat tersebut berada di puncak bukit. Butuh perjuangan untuk bisa sampai ke sana dan jalan yang berkelok-kelok akan membuatmu pusing. Untungnya, jalan sudah bagus hingga kebanyakan jenis transportasi bisa mengaksesnya.

Sampai di sana, kami disungguhkan pemandangan yang luar biasa. Jika beruntung, kalian akan merasa seperti berada di atas awan. Oh ya, banyak fasilitas yang disediakan untuk pengunjung menikmati tempat wisata tersebut seperti gazebo, spot foto yang instagramable, jembatan gantung, dan beberapa warung makan  pengisi perut.

Karena berada di puncak bukit, tentu udara di sana lebih dingin. Saya sarankan kalian bawa jaket jika ingin ke sini, jaga-jaga siapa tahu kedinginan. Pemandangan gunung dan hutan pinus serta pemandangan kota bisa kalian lihat dalam satu tempat. Biaya masuknya pun tergolong ekonomis. Tiap pengunjung hanya diwajibkan membayar Rp 15.000 saja. Bayangkan, dengan uang segitu kalian bisa mengelilingi Pango-pango sepuasnya!

Kolam Tilanga
Kolam Tilanga, Tana Toraja.

Ini adalah destinasi selanjutnya yang kami datangi setelah Pango-pango. Kolam Tilanga sendiri memiliki akses yang terbilang mudah dan terjangkau untuk kebanyakan transportasi darat.

Kolam ini dikelilingi oleh pohon dan batu-batuan. Tilanga memiliki air yang sangat jernih, bahkan kalian bisa melihat hingga ke dasar kolam tersebut. Tetapi, ada bagian kolam yang sampai sekarang dasarnya belum tercapai. Terlepas percaya atau tidak, itu terdengar dari mulut penjaga setempat. Kalian juga bisa mandi, namun dilarang memakai sabun, sampo dan bahan sejenis lainnya.

Terdapat juga belut di bagian pinggir kolam. Akan jarang terlihat kalau tak diberi makan. Beberapa gazebo juga tersedia untuk sekadar istirahat. Biaya masuk juga tergolong murah, yaitu hanya Rp 10.000.

Buntu Burake
Buntu Burake, Tana Toraja.

Ini dia tempat yang paling fenomenal  di Toraja. Kalian tahu Patung Yesus yang berada di Brazil? Nah, kurang lebih seperti itu. Tetapi, Patung Yesus yang berada di Toraja lebih tinggi dari yang ada di Brazil. Terdapat juga jembatan kaca sebagai pelengkap untuk mencoba sensasi baru. Ini cukup menarik perhatian para wisatawan mancanegara.

Banyak juga spot foto yang terlihat apik. Sewaktu mengambil foto, baru kuperhatikan kalau patung itu memang besar. Orang beramai-ramai berswafoto di depan patung tersebut. Selain itu, banyak juga berjejeran penjual cinderamata khas Toraja.

Akses untuk ke sini juga gampang, bisa dengan naik mobil atau motor. Hanya butuh sekitar 30 menit dari Kota Makale. Untuk biaya masuk masih terbilang terjangkau, hanya Rp 10.000 saja.

Dikarenakan hari sudah mulai gelap, kami memutuskan untuk pulang ke penginapan. Sebelum sampai di penginapan, singgah dulu membeli makanan, untuk mengisi perut yang kosong. Besok masih ada dua tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Jangan sampai tumbang!

Air Terjun Sarambu Salu
Air Terjun Sarambu Salu, Toraja Utara.

Pagi sekitar pukul 08.00, kami memulai perjalanan kembali. Tempat yang kami ingin kunjungi terbilang jauh bila dilihat dari Google Maps. Karena melihat gambar Sarambu Salu di media sosial, kami jadi ingin pergi ke sana. Kami pun memutuskan ini menjadi tujuan selanjutnya. Tak sabar ingin menceburkan diri sesampainya di sana!

Di perjalanan, kami sempat kebingungan mencari jalan masuk. Bertanya ke warga lokal, ternyata salah jalur. Ini akibat kami berpatokan pada Google Maps. Rute untuk ke sana pun tergolong sulit karena jalan masih sempit dan terjal. Sepertinya mobil belum bisa mencapai tempat ini.

Setibanya di sana, kami disungguhi air terjun yang begitu tinggi, udara yang sejuk serta kicauan burung yang merdu. Tanpa berpikir panjang, kami semua langsung lompat ke air. Benar-benar air yang dingin! Tetapi, semua rasa lelah seketika hilang saat sudah merasakan kesegaran airnya. Oh ya, biaya masuknya hanya Rp 10.000 per orang.

Pongtorra, Lolai 
Pongtorra, puncak tertinggi dari Lolai, Toraja Utara.

Selepas dari air terjun, kami langsung bertolak ke Lolai yang termasuk salah satu destinasi ikonik dari Toraja, Negeri di Atas Awan. Sebagian orang pasti pernah mendengarnya. Lokasi yang masih terjangkau bila menaiki bus, mobil, ataupun motor. Di Lolai juga banyak macam tempat wisata, termasuk salah satunya Pongtorra.

Karena tiba di sore hari, kami cepat-cepat mendirikan tenda untuk segera menikmati sunset. Benar-benar serasa di atas awan! Di sana terdapat banyak arena bermain seperti  sepeda gantung, flying fox, trampolin, dan tempat karaoke. Perihal uang masuk, kami hanya membayar Rp 15.000 dan uang camping sebesar Rp 50.000 per malam. Kami menghabiskan malam di sana mengingat ini malam terakhir kami berada di Toraja.

Itulah destinasi yang saya dan teman-teman kunjungi sewaktu berada di Toraja. Sungguh perjalanan yang luar biasa! Saya bahkan masih ingin mengunjungi tempat-tempat wisata yang lain. Tetapi, apa daya? kami diharuskan pulang keesokan harinya. Tiga hari dua malam sungguh tak kerasa. Jika kedepannya masih diberi kesempatan untuk bersua, saya ingin menjelajahi Toraja lebih lama lagi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.