Curug Cibeet, Air Terjun Tersembunyi di Cianjur Jawa Barat

0
1400
Curug Cibeet.

Cianjur akhir-akhir ini sedang gencar-gencarnya banyak mempromosikan tempat-tempat wisata melalui dunia maya atau sosial media. Sebagai warga Cianjur, saya juga ingin memperkenalkan salah satu tempat wisata di daerah ini. Desa Batu Lawang adalah daerah yang berada di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang merupakan daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor ini ternyata mempunyai tempat-tempat wisata yang belum banyak diketahui. Mungkin salah satunya faktornya adalah kurangnya informasi dan akses jalan menuju ke daerah ini masih banyak yang rusak dan rawan bencana alam longsor, apalagi saat musim hujan tiba.

Adapun beberapa tempat wisata yang ada di Desa Batu Lawang yang akhir-akhir ini ramai menjadi buah bibir atau banyak diperbincangkan adalah ditemukannya cagar budaya peninggalan kerajaan Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi yang pernah diteliti oleh para ahli cagar budaya dari Green Circle yang berlokasi di Kampung Cidaweung, Batu Lawang, Kabupaten Cianjur, tepatnya berada di Bukit Lemo atau masyarakat setempat menyebutnya dengan Gunung Baud yang sampai saat ini masih dalam tahap proses penelitian. Menurut informasi, ada juga objek wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan diantaranya seperti perkebunan jambu, Perkebunan Bunga Pancawarna dan Curug Cibeet.

Curug Cibeet adalah salah satu destinasi wisata alam berupa air terjun yaitu yang berada di Kampung Cidaweung, Kabupaten Cianjur. Tentunya ini pilihan yang menarik dan saya kunjungi untuk menghabiskan liburan akhir pekan ini. Saat berkunjung ke tempat ini, saya membawa kendaraan roda dua, ketika hendak ingin mengisi bensin di salah satu pertamini milik warga dan sekalian saya bertanya tentang lokasi yang saya tuju, yaitu Curug Cibereum.

Perkebunan Sayur Milik Warga.

Hari ini saya sangat beruntung ternyata, travellovers! Saya bertanya ke orang yang tepat yaitu salah satu kepala RT dari Kampung Cidaweung. Beliau kemudian menawarkan saya untuk berisitirahat di rumahnya, dan menawarkan untuk berkeliling kebun jambu miliknya.

Saya pun mulai berjalan menyusuri jalanan setapak yang biasa di lewati warga, di perjalanan, beliau banyak bercerita tentang banyak hal dan sesekali menunjukan beberapa perkebunan milik warganya yang sebentar lagi akan panen. Setelah sekitar 15 menit berjalan kaki perkebunan jambu yang pernah saya dapatkan info sebelumnya mulai nampak terlihat.

Perkebunan Jambu Biji.

Perjalanan saya dilanjutkan dengan suasana alam yang mulai dingin dan sesekali kabut tipis mulai turun. Tidak jauh dari perkebunan jambu biji tadi, perkebunan bunga pancawarna pun mulai terlihat juga dan menambahkan pemandangan yang indah dan belum saya lihat sebelumnya, nih, travellovers. Maklum karena saya jarang main ke daerah perkebunan bunga. Hehehe. Akhirnya saya pun tiba di tempat tujuan akhir saya, yaitu Curug Cibeet. Subhanallah, airnya masih jernih, suasana alamnya juga masih sejuk dan sesekali kalu kalian beruntung bisa melihat monyet-monyet liar yang bergelantungan disekitaran Curug Cibeet.

Untuk masuk ke Curug Cibeet ini, kalian cukup mengeluarkan uang Rp. 10.000 saja, dan bagi kalian yang ingin pulang membawa oleh-oleh jambu biji, cukup membayar Rp. 15.000 per kilonya, dan untuk bunga pancawarna, sistem pembayarannya borongan, jadi khusus untuk yang telah booking dari jauh-jauh hari. Tapi jangan khawatir, kalau kalian hanya ingin membawa beberapa tangkai saja untuk kenang-kenangan dari sini bisa juga, kok, cukup memberikan uang seikhlasnya saja ke tukang kebunnya tersebut, kalau saya kemarin membawa tiga tangkai, saya beri Rp. 15.000. ke pemilik kebunnya.

Selamat berlibur, dan salam lestari!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.