Coban Jodoh, Hidden Paradise yang Tak Boleh Dilewatkan

0
1234
Coban Jodo (Laki-laki).

Coban Jodoh adalah air terjun yang terletak di Dusun Bendolawang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Air terjun ini berada di kaki Gunung Semeru. Akses menuju ke lokasi dari terminal Arjosari, Malang dapat menyewa mobil atau naik ojek. Karena tidak ada angkutan umum sampai ke tujuan.

Akses mobil hanya terbatas sampai pemukiman warga terakhir. Mobil tidak bisa melintasi jalur berikutnya menuju loket/pintu masuk. Untuk menuju loket masuk, bisa menggunakan jasa ojek atau bisa juga berjalan kaki sekitar dua kilometer.

Bila menggunakan motor, kendaraan bisa dititipkan di dekat loket pintu masuk. Kemudian untuk mencapai lokasi air terjun diperlukan perjalanan sekitar dua jam melintasi bukit dan menyusuri serta menyeberangi sungai. Jalanan yang dilalui masih sepi dan alami. Hawa dingin, suara angin, dan nyanyian hewan-hewan khas pegunungan/dataran tinggi menemani syahdunya perjalanan. Apalagi jika kabut sudah mulai turun. Suasana kian romantis, Sahabat TravelBlog.

Sebagaimana pesona air terjun pada umumnya, serpihan air yang terjun, suasana yang sejuk nan damai, nuansa alam yang hijau, air yang jernih juga menjadi kenikmatan di air terjun Coban Jodoh. Lokasi Coban Jodoh ini bisa dibilang tersembunyi di antara hutan dan bukit di kaki Gunung Semeru. Itulah mengapa, kombinasi antara suasana gunung dan lokasi tersembunyi si Coban Jodoh, Hidden Paradise adalah kata yang paling tepat untuk menyebutnya.

Coban Singo.
Coban Kricik.

Menariknya, meski tersembunyi, lokasi persis Coban Jodoh sudah terdeteksi di google maps. Seseorang bernama Pak Bambang adalah orang pertama yang menambahkan Coban Jodoh di google maps. Dan kebetulan waktu nge-trip ke Coban Jodoh, kami bertemu dengan Pak Bambang beserta rombongannya dari komunitas Batu Local Guides. Bukan hal biasa rasanya kesempatan bertemu dengan “yang pertama”. Jadi sayang jika tidak disertakan dalam tulisan, hehehe.

Di lokasi Coban Jodoh ini terdapat dua air terjun yang dijuluki sebagai sepasang suami istri. Satu air terjun di-judge sebagai perempuan dan satu air terjun dengan arus lebih deras di-judge sebagai laki-laki. Karena itu mereka disebut “Jodoh” sebab berpasangan.

Coban Jodoh laki-laki – Coban Jodoh Perempuan – Coban Singo.

Bagian yang paling menarik bagi saya adalah perjalanan dari loket menuju air terjun. Perjalanan dimulai dengan menuruni bukit yang terjal. Kemudian menyusuri dan menyeberangi sungai. Perjalanan sangat seru dengan empat kali menyeberangi sungai dan dua kali menyusuri sungai. Bahkan melewati yang arusnya cukup deras, melebihi atau di atas dengkul saya. Sekitar 60 (enam puluh) sentimeter ketinggian arusnya. Selain itu, sepanjang perjalanan juga akan melewati dua air terjun yang lain. Yaitu Coban Kricik dan Coban Singo.

Tara.. ini dia toiletnya.

Hal yang menarik saya lagi adalah di tengah jalan terdapat mushola dan juga toilet. Tapi jangan dikira toilet yang dimaksud seperti toilet di pom bensin. Toiletnya sangat unik.

Coban Jodoh tergolong wisata baru yang belum lama ditemukan. Namun sayang, sudah ada sedikit sampah yang bertengger di beberapa titik menuju air terjun. Hmmm, kesadaran kita akan kebersihan lingkungan, kelihatannya masih menjadi PR besar. Sahabat TravelBlog, ke mana pun kita nge-trip, jangan sampai meninggalkan satu item pun sampah. Pun, jika ada kesempatan bertemu dengan traveler lain yang sedang asyiknya membuang sampah, kita wajib melakukan edukasi padanya. Caranya? Tidak perlu pakai marah-marah, Sahabat TravelBlog. Cukup tersenyum manis (semanis saya (?)) sambil memberinya kantong plastik dan minta dia pungut kembali sampah yang ia jatuhkan. 😉

Mushola di tengah perjalanan.

Perjalanan dari titik awal yakni tempat penitipan motor sampai tiba di lokasi utama air terjun membutuhkan waktu sekitar dua jam. Di tempat penitipan motor, ada beberapa warung yang menyediakan kopi, mie instan, dan gorengan. Cocok untuk santai seusai mendaki bukit setelah kembali dari air terjun.

Yang perlu disiapkan adalah kondisi badan yang fit serta mental yang kuat untuk menyusuri sungai hingga tiba di air terjun Coban Jodoh. Begitu juga untuk kembali ke titik awal, dibutuhkan effort yang keras untuk mendaki bukit yang terjal.

Tiket masuk Rp. 10.000 per orang. Sementara biaya parkir motor Rp. 3.000. Bila Sahabat TravelBlog merasa ragu untuk menempuh perjalanan yang agak ekstrim ini, jangan khawatir. Di lokasi sudah ada warga yang siap menjadi guide dan menemani perjalanan Anda.

Selamat mencoba! Dijamin seru, Sahabat TravelBlog! 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.