Chatuchak Weekend Market: Belanja Murah Serba Ada di Thailand

0
269
Suasana di tengah keramaian.

Chatuchak, here’s the deal! Chatuchak merupakan pasar akhir pekan yang memiliki lebih dari 8.000 kios yang tersebar di area seluas 14 hektar. Pada akhir pekan, lebih dari 200.000 orang pengunjung datang untuk belanja souvenir maupun untuk berwisata kuliner. Denga kios yang sangat banyak rasanya kita bisa menemukan apapun di sini, mulai dari harga murah sampai barang-barang antik dengan harga yang cukup mahal. Jika sedang berkunjung ke Bangkok, pasar akhir pekan Chatucak adalah lokasi yang wajib untuk dikunjungi.

Aku sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk dapat berkunjung ke Thailand sebanyak 3 kali. Aku ingat kali pertama berkunjung ke Chatuchak, it was a chaos! Aku sempat terpisah dari rombongan karena terlalu asyik melihat-lihat barang unik, sementara rombonganku kala itu sedang focus mencari oleh-oleh makanan. Aku kesulitan untuk menghubungi mereka ditengah keramaian yang luar biasa. Akhirnya kami bertemu di bawah menara jam yang sering kali menjadi titik kumpul karena posisinya tepat berada di tengah-tengah area Chatuchak.

Menara Jam di tengah Area Chatuchak yang sering digunakan sebagai titik kumpul.

Jadi untuk pengalaman pertama berkunjung ke Chatuchak, keinginan untuk bisa menaklukan dan mengitari seluruh area tampak seperti “mission impossible”. Sebenarnya, kita tidak perlu khawatir karena terdapat sistem yang bisa kita gunakan untuk membatu nagivasi arah saat ingin mengitari area Chatucak. Terdapat jalan setapak utama yang mengelilingi seluruh pasar. Jalan tersebut bercabang dan menjadi serangkaian gang-gang bernomor dengan sebutan Soi 1, Soi 2, Soi 3, dan seterusnya. Gang-gang ini dikelompokkan menjadi beberapa bagian, dengan keseluruhan sebanyak 27 bagian. Menurut pengalaman pribadiku, pengelompokan di Chatucak tidak begitu berpengaruh dengan jenis/kategori barang yang diperjual belikan.

Berbeda dengan Asiatique yang setiap area menandakan kelompok barang, di Chatuchak pedagang lebih beragram satu sama lain. Penjual makanan baby gurita, mango sticky rice, dan makanan lainnya bisa berada dalam satu area yang sama dengan penjual baju dan souvenir.

Ice dalam batok kelapa untuk mendinginkan suhu tubuh disuasana yang cukup panas.

Sebagai salah satu pencinta barang-barang unik, aku berpikir Chatuchak adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat-lihat barang tersebut. Di sini, kita akan terkagum-kagum dengan ragam barang yang dijual. Aku terpesona dengan desain lampu Maroko, peti kayu antik, dan tentunya koleksi pakaian vintage yang berbeda dari kebanyakan pakaian modern. Oh ya, di sini kita juga bisa menemukan seekor python lho!

Meskipun sebelumnya aku katakan bagian area tidak selalu menyatakan kategori barang yang dijual, namun berdasarkan peta, pemilihan barang di Chatuchak bisa dikatakan terbagi menjadi 11 kategori yaitu:

  • Clothing & Accessories (section 2-6, 10-26)
  • Handicrafts (section 8-11)
  • Ceramics (section 11, 13, 15, 17, 19, 25)
  • Furniture and Home Decoration (section 1,3,4,7,8)
  • Food and Beverage (section 2, 3, 4, 23, 24, 26, 27)
  • Plants and Gardening tools (section 3, 4)
  • Art and Gallery (section 7)
  • Pets and Pet Accessories (section 8, 9, 11, 13)
  • Books (section 1, 27)
  • Antiques and Collectibles (section 1, 26)
  • Miscellaneous and Used Clothing (section 2, 3, 4, 5, 6, 22, 25, 26)
Pintu masuk menuju area Soi 2.

Saat berkunjung ke Pasar Chatuchak, aku jadi teringat Pasar Sukawati di Bali. Kedua pasar ini adalah tempat yang sangat tepat untuk berburu barang murah. Jadi, saranku, kuasailah keterampilan untuk bernegosiasi dengan penjual. Tetapi tetap dalam batas yang wajar ya! Kita tetap harus mengapresiasi usaha dan dedikasi mereka saat berjualan.

Selalu ingat untuk tersenyum dan bersikap ramah, dan mempelajari beberapa kata dalam bahasa Thailand seperti “Hallo”: “sàwàddee kráb/ká” (krab untuk pria, ka untuk wanita), “Terima Kasih” : “kòbkûn kráb/ká” dan tentunya “lod noi dai mai ka?” yang berarti “apakah Anda dapat menurunkan harganya?”. Hal tersebut akan membuat pedagang merasa dihargai karena kita berusaha berkomunikasi menggunakan bahasa mereka. Pokoknya hal ini menjadi Pengalaman yang sangat menyenangkan untukku!

Happy Shopping!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.