Cerita Dibalik Alun-alun Sumedang dan Taman Endog

0
601
Monumen Lingga Alun-Alun Sumedang.

Halo travelers, tidak bosan-bosannya saya membahas mengenai sebuah kota yang dijuluki sebagai kota tahu… ya, kota tersebut adalah Sumedang. Kenapa tidak bosan-bosan untuk membahas Sumedang? Karena di Sumedang bukan hanya tentang tahu, banyak hal yang mestinya para travelers ketahui. Selain makanan yang terkenalnya, Sumedang juga merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai banyak cerita menarik. Diantaranya adalah tentang monumen yang ada di Taman Kota Sumedang.

Awal masuk ke wilayah pusat pemerintahan Sumedang, bagi sobat travelers yang datang dari arah Bandung menuju Sumedang sekarang sudah tidak aneh lagi dengan bundaran yang memiliki mahkota sebagai hiasannya. Itu merupakan Mahkota Binokasih, sebuah mahkota yang dimiliki oleh Kerajaan Padjajaran atau Kerajaan Sunda pada masa kerajaan. Saat itu Padjajaran diserang oleh Kesultanan Banten hingga mengalami kekalahan dan Mahkota Binokasih sebagai simbol kekuasaan raja berhasil diselamatkan dan diberikan kepada kerajaan Sumedang Larang. Selanjutnya Kerajaan Sumedang Larang ini melanjutkan Pemerintahan dan kejayaan Kerajaan Padjajaran atau Kerajaan Sunda pada waktu itu.

Sehingga, sampai saat ini Mahkota Binokasih ini tersimpan dengan baik di Museum Prabu Geusan Ulun. Selain itu, sekarang kita bisa melihat monumennya di bundaran Binokasih yang lokasinya tidak jauh dari Alun-alun Sumedang.

Alun-alun Sumedang
Monumen Lingga Alun-Alun Sumedang.

Alun-alun Sumedang ini merupakan tempat yang paling strategis, karena letaknya yang dekat dengan Masjid Agung Sumedang, Museum Prabu Geusan Ulun, Gedung DPRD Kabupaten Sumedang, dan bangunan-bangunan lainnya yang merupakan bangunan penting di Sumedang. Ada sesuatu yang penting diingat oleh masyarakat Sumedang dan tentunya oleh sobat travelers yang suka dengan sejarah, ataupun yang penasaran tentang cerita menarik perihal Sumedang, yaitu tentang Monumen Lingga.

Pada Alun-alun Sumedang terdapat monumen yang dinamakan Lingga, monumen ini terletak tepat di tengah-tengah Alun-alun Sumedang. Tahukah kamu? Bahwa Monumen Lingga yang ada di tengah Alun-alun kota Sumedang tersebut merupakan monumen yang dibuat untuk mengenang salah seorang pemimpin Sumedang yang meninggal di Mekah. Beliau adalah Pangeran Aria Soeriaatmadja, atau juga dikenal dengan sebutan Pangeran Mekah. Beliau meninggal saat melaksanakan ibadah haji pada tanggal 1 Juni 1921. Beliau adalah bupati Sumedang pada tahun 1883-1919.

Seperti dalam buku yang berjudul “Jejak Pemimpin Sumedang” karya Deddi Rustandi, pada halaman 138 yang mengatakan bahwa, “untuk menghormati jasa-jasanya pada tanggal 25 April 1922 didirikan sebuah monumen  berbentuk lingga ditengah alun-alun kota Sumedang, yang di resmikan  Jenderal D. Fock serta dihadiri para bupati, residen sepriangan serta pejabat-pejabat Belanda dan Pribumi”.

Pangeran Aria Soeriaatmadja ini bukan hanya pemimpin yang mahir memimpin rakyatnya, beliau juga menulis buku Ditioeng Memeh Hoedjan. Seperti dalam buku yang berjudul “Jejak Pemimpin Sumedang” karya Deddi Rustandi pada halaman 131-132 buku Ditioeng Memeh Hoedjan ini merupakan buku yang berisi tuntunan rakyatnya agar waspada, menajamkan rasa, pikiran demi meniti masa depan yang lebih baik lagi. Sebuah buku yang kaya akan pesan dan kebebasan demi sebuah kemerdekaan hakiki disodorkan kepada rakyatnya.

Pemimpin yang luar biasa, selain jasanya memimpin Sumedang, karya-karyanya juga luar biasa bisa menginspirasi dan bermanfaat hingga saat ini. Monumen Lingga yang ada di tengah Alun-alun Sumedang hingga kini menjadi ikon Sumedang dan berada di logo Kabupaten Sumedang.

Taman Endog
Monumen Taman Endog Sumedang.

Taman endog ini berada di dekat pusat perbelanjaan Sumedang, berada dekat mall yang ada di Sumedang dan Pasar Sumedang. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Taman Endog ini menjadi taman telur. Tapi saya sendiri enggan menyebut taman ini menjadi “Taman Telur”. Karena tahukah anda? Bahwa taman endog ini mengandung nilai filosofis yang tinggi. Jika dilihat dengan kasat mata saja mungkin akan muncul pertanyaan untuk apa ada Taman Endog di Sumedang? Apakah Sumedang merupakan penghasil telur? Namun bukan demikian. Taman Endog ini muncul atau dibangun pada masa kepemimpinan bupati yang sangat filosofis.

Beliau adalah Drs. H Soetardja bupati yang memimpin selama dua periode (1983-1988) dan (1988-1993), monumen yang berbentuk telur yang disangga oleh dua tangan ini sarat dengan makna. Seperti dalam buku yang berjudul “Jejak Pemimpin Sumedang” karya Deddi Rustandi halaman 44, dalam peresmian Taman Endog pada 28 Oktober 1991 mengatakan bahwa, ”kudu dirawatan jeung dinangnanengne Sumedang teh, ibarat naggeuy endog bebeureumna, bisi pepeus moal kaala”.

Secara jelas monumen Taman Endog ini merupakan bangunan yang filosofis, dan kaya akan makna. Selain itu juga dalam beberapa referensi pembangunan, monumen Taman Endog ini juga berasal dari “Wawacan Endog Sapatalang”. Buku tersebut berisi mengenai zaman penciptaan.

Itulah beberapa cerita singkat dibalik beberapa monumen yang berada di taman Kota Sumedang. Semoga dengan cerita ini membuat penasaran sobat travelers semua. Menarik kita jalan-jalan sambil mencari cerita, nilai dan makna tempat yang kita kunjungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.