Cara Mudah Suntik Vaksin Meningitis di Jakarta

0
106
Buku Kuning Vaksin.

Untuk semua yang ingin bepergian ke daerah Afrika dan Timur Tengah, bahkan untuk kebutuhan ibadah haji dan umroh, kalian harus mempersiapkan diri dengan suntik vaksin meningitis. Buat apa sih sebenarnya? Jadi, dulu di Timur Tengah, jamaah haji banyak yang mengidap meningitis. Penyakit itu berupa infeksi pada selaput sekitar otak dan saraf tulang belakang karena virus dan bakteri. Gejalanya pun sangat mengerikan, yaitu demam tinggi dan menggigil, sakit kepala akut, leher kaku, sering pingsan, sensitif pada cahaya, mual dan muntah, serta kejang. Untuk itulah, buku kuning sebagai bukti vaksin meningitis dijadikan sebagai syarat pengajuan visa umroh dan haji.

Suntik ini bisa melindungi kita dari meningitis selama 2—3 tahun. Sebaiknya, kalian sudah suntik vaksin meningitis maksimal 2 minggu sebelum berangkat. Sebulan sebelumnya adalah waktu terbaik karena rumah sakit dan kantor pelabuhan yang menyediakan vaksin ini hanya memberikan kuota terbatas per harinya. Bahkan, di kantor pelabuhan, kalian harus reservasi terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya.

Persyaratan yang dibutuhkan adalah fotokopi paspor, fotokopi KTP, dan pas foto 4×6 sebanyak 2 lembar. Setelah lengkap persyaratannya, kalian pilih lokasi untuk suntik. Ada beberapa lokasi yang bisa kalian pilih di Jakarta, yaitu KKP Halim, KKP Soekarno Hatta, Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Sakit PON (Pusat Otak Nasional), Rumah Sakit Fatmawati, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Kalian pun sebenarnya bisa menyerahkan urusan suntik vaksin ini ke pihak travel agar dibantu dan kalian tinggal datang untuk  disuntik.

Cek Tensi Mandiri.

Untuk suntik vaksin di rumah sakit, kalian tinggal langsung datang, tapi sebaiknya telepon sehari sebelumnya untuk mengecek ketersediaan buku vaksin. Saat itu, saya sudah menelepon RS Fatmawati, tetapi tidak diangkat. Akhirnya, saya langsung datang. Ternyata, buku vaksin tidak tersedia. Saya pun memesan ojek untuk pergi ke KKP Halim dengan sebelumnya melakukan pendaftaran online agar saya terdata. Kalian bisa mendaftar melalui website https://kespel.kemkes.go.id. Setelah mendaftar, kalian akan mendapat formulir yang harus kalian cetak dan serahkan ke petugas di KKP. Siapkan pula uang sebesar Rp 315.000.

Setelah sampai di KKP, kalian akan diberi lembaran berisi isian untuk mengetahui kondisi kesehatan. Jadi, sebaiknya kalian suntik dalam keadaan sehat, tidak demam. Alasannya sih setelah saya tanyakan, jika suntik dalam keadaan demam, efek samping setelah suntik bisa meningkatkan demamnya. Suhu tubuhnya semakin tinggi. Dengan formulir penyakit itu, kalian bisa sekaligus konsultasi dengan situasi dan kondisi tubuh kalian. Setelahnya, kalian perlu membayar sejumlah biaya ke salah satu bank milik pemerintah yang sudah ada di dalam KKP. Pembayaran hanya bisa dilakukan secara tunai. Jadi, persiapkan semuanya dengan baik, ya!

Lembar Cek Penyakit Sebelum Vaksin.

Setelah itu, kalian harus menunggu untuk dipanggil. Sambil menunggu, kalian bisa mengukur tensi tubuh secara mandiri dengan alat yang disediakan. Kalian bisa membaca panduannya untuk menggunakannya. Lumayan kan gratis. Setelah dipanggil petugas, kalian akan dibawa masuk ke ruang vaksin. Di dalamnya sudah ada beberapa petugas vaksin yang menunggu. Sekali panggilan ke ruang vaksin, ada sebanyak empat orang yang masuk.

Di dalam, masih ada pertanyaan lanjutan sebelum disuntik. Kalian akan ditanyai tentang sudah menikah atau belum lalu jadwal menstruasi dan sedang hamil atau tidak. Pasalnya, perempuan hamil tidak boleh disuntik. Jadi, bagi perempuan yang sudah menikah, tapi belum menstruasi, petugas akan memberikan wadah kecil dan alat tes kehamilan lalu kalian diminta ke kamar kecil. Jika tidak ada masalah, kalian bisa langsung disuntik di lengan sebelah kiri. Ketika keluar dari ruang vaksin, kalian akan dipanggil untuk mendapatkan buku vaksin yang berwarna kuning. Buku inilah yang wajib kalian serahkan untuk mengurus visa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.