Cantiknya Gulungan Ombak di Pantai Klayar

0
1236
Seruling Samudera di dekat Watu Lumbung.
Kabupaten Pacitan atau Kabupaten dengan sebutan 1001 goa ini memang memiliki destinasi wisata pantai dan goa yang banyak. Salah satunya adalah Pantai Klayar, pantai yang kerap diberi julukan blue lagoon, kembaran sphink hingga seruling samudera. Hamparan pasir putih Pantai Klayar bisa membuat rileks pengunjung yang datang. Dari parkiran yang agak jauh kita bisa memilih menggunakan jasa ojek atau memilih jalan kaki. Tarif ojeknya sekitar 5000 rupiah. Kemudian jika ingin eksplor santai sambil malas-malasan bisa menyewa kendaraan ATV atau kendaraan roda tiga. Sewa ATV seharga 150 ribu perjamnya, bisa dipake 1-2 orang. ATV sendiri jumlahnya cukup banyak, bahkan petugas akan menawarkan dibanyak titik. Selanjutnya tiket masuk lokasi wisata seharga 10 ribu rupiah untuk dewasa dan 5 ribu rupiah untuk anak-anak. Sedangkan biaya parkir kendaraan roda 4 seharga 5 ribu rupiah.

Salah satu pantai di laut selatan ini jika siang hari sangat terik. Saya cukup lupa diri dengan panas matahari karena banyak spot foto yang instagramable. Tebing yang katanya mirip sphink di Mesir dan pantai yang membentang luas dengan beberapa pohon kelapa yang tinggi. Hamparan pantai dengan pemadangan Samudera Hindia terlihat begitu luas hingga ufuk sana. Dari kejauhan ombaknya bergerak sangat pelan, namun begitu sampai di pantai terlihat ganas, Rasanya begitu menenangkan.

Banyaknya spot foto yang bakalan nambahin feed instagram, membuat saya gak bosan-bosan ambil gambar. Meskipun memang panasnya kebangetan. Tapi setelah dirasa cukup banyak, mending malas-masalan saja di tenda yang ada. Nggak kuat panas matahari yang menyengat. Kemudian fasilitas yang disediakan sangat lengkap seperti kamar mandi, mushola hingga warung makan. Toilet juga tersebar sepanjang parkiran hingga pantai.

Tebing yang menjadi salah satu spot foto di Pantai Klayar.

Pengunjung Pantai Klayar hanya boleh bermain air di bibir pantai saja, dan tidak diperbolehkan berenang di pantainya. Karena ombaknya memang ganas dan karang di dasar laut yang tajam. Di pantai ini ada tebing setinggi sekitar 15 meter. Jarak antara tebing ke bibir pantai adalah 50 meter. Jaraknya dipisahkan semacam kubangan dengan sedikit air. Namun 3-5 menit sekali ada ombak yang kencang menabrak dasar tebing, kemudian naik keatas setinggi 3 meter diatas tebing dan memuntakan air ke kubangan tanpa air pantai itu. Suaranya seperti gemuruh. Kemduian di sekitar Watu Lumbung terdapat karang. Ada yang bilang suaranya mirip seruling, sehingga dijuluki dengan seruling samudera. Di tempat inilah yang menjadi spot foto langganan pengunjung.

Tebing yang mirip sphink di Mesir.

Selain itu Pantai Klayar sudah menyediakan parking area seluas 1,2 hektare. Kini bus besar sudah bisa masuk ke lokasi wisata. Rute menuju Pantai Klayar mudah diakses. Dari Kota Jogja kita bisa menggunakan rute Pathuk-Wonosari-Pracimantoro-Giribelah-Punung-Pantai Klayar. Sedangkan rute dari Solo rutenya via Pracimantoro-pertigaan Giribelah-belok kanan ke Perempatan Kalak- menempuh 1 jam menuju Pantai Klayar. Jalan menuju Pantai Klayar sudah bagus dan beraspal, namun tergolong curam dan berkelok. Jadi ajak sopir yang sudah berpengalaman yaa.

Untuk penginapan ada banyak homestay di sekitar parking area. Disarankan jika menginap rombongan mending menginap di Kota saja, sekalian menikmati suasana Kota Pacitan. Namun jika pengen sekamar sendiri bisa menyewa disekitar pantai saja. Harga penginapan dari 100 ribu – 200 ribu permalam dengan fasilitas kamar mandi dalam dan kipas angin, namun saat liburan harga bisa naik 2 hingga 3 kali lipat. Jika berkunjung dengan low budget bisa mendirikan tenda atau membawa sleeping bag sendiri untuk bermalam di sekitar pantai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.