Candi Sambisari, Harta Karun Petani yang Penuh Sejarah

0
553
Pemandangan Kawasan Candi Sambisari dari dataran atas.

Berbicara wisata murah di Jogja, kalian bisa mencoba dengan kegiatan yang satu ini. Bukan angkringan, bukan juga pantai, namun mengunjungi candi-candi.

Yogyakarta memang salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak sekali peninggalan budaya. Bahkan Jogja masih dipimpin oleh seorang sultan yang setara dengan jabatan gubernur. Peninggalan-peninggalan budaya tersebut tidak luput dari masa-masa kerajaan zaman dahulu yang didominasi dengan aliran Hindu-Budha. Itulah mengapa di Jogja dapat ditemui berbagai candi-candi.

Candi yang ada di Yogyakarta memang banyak sekali. Beberapa candi terkenal hingga mendunia yaitu candi Prambanan, Ratu Boko, Borobudur (meski sudah bukan di Jogja lagi lokasinya). Namun candi-candi tersebut tiket masuknya sudah sangat mahal, mengingat sudah diakui hingga mancanegara. Harga tiket untuk sekali masuk bisa mencapai Rp50.000.

Nah, untuk turis lokal yang ingin mengunjungi candi tetapi dengan budget yang terbatas bisa mengakalinya dengan mengunjungi beberapa candi-candi kecil. Salah satu candi yang dapat dikunjungi dan cukup menarik yaitu Candi Sambisari.

Penampakan Candi utama.

Candi Sambisari terletak di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (arah ringrut utara). Sebelumnya, jangan sampai tertukar antara candi Sambisari dengan Candi Sari. Meski terdengar serupa namun kedua tempat ini merupakan tempat yang berbeda.

Tiket masuk yang perlu dibayarkan murah sama seperti tiket-tiket masuk pada candi kecil lainnya, yaitu hanya Rp5.000 untuk pengunjung domestik, dan Rp10.000 untuk mancanegara. Benar-benar wisata yang murah kan?

Ketika datang ke kawasan Candi Sambisari, mungkin dari jauh tidak akan terlihat bentuk candinya. Candi tersebut berada sedikit lebih di bawah permukaan dataran tanah di daerah sana, dan ini lah yang menariknya. Biasanya candi akan terlihat menjulang gagah, namun Candi Sambisari malah seolah ngumpet di sebuah galian tanah yang cukup dalam.

Kumpulan candi dikelilingi oleh galian besar seperti selokan yang seolah digunakan untuk menampung dan mengalirkan air jika terdapat air yang banyak atau turun hujan yang lebat. Jika difoto dari atas maka akan terlihat tulisan “Candi Sambisari” yang dibentuk dengan indah oleh tanaman pada pinggiran tanah yang mengelilingi candi.

Papan penunjuk fasilitas umum di kawasan candi.

Ah sebelum masuk, lebih baik membaca info sedikit mengenai sejarah Candi Sambisari yang berada di papan informasi yang terletak di kanan setelah masuk ke gerbang.

Candi Sambisari merupakan candi yang didirikan pada abad ke-9. Ditemukan pertama kali sekitar tahun 1966 oleh seorang petani yang sedang mencangkul. Berdasarkan ornamennya, candi ini memiliki beberapa kesamaan dengan Candi Prambanan yang berlatar belakang keagamaan yang bersifat siwaistis.

Pada candi utama terdapat patung dewa Hindu dan Lingga-Yoni. Lingga merupakan perwujudan dari dewa Siwa dan Yoni yang merupakan perwujudan dari istri dewa Siwa. Candi ini memiliki empat sisi penjaga yang terdapat patung pada batuannya. Di bagian utara terdapat patung Durga Mahisasuramardhini, timur terdapat patung Ganesa, selatan dengan patung Agastya, dan penjaga pintunya yaitu Nandiswara. Selain candi utama, terdapat juga candi-candi kecil yang menghadap pintu masuk candi utama yang disebut dengan Pewarna Utara, Pewarna Tengah, dan Pewarna Selatan. Sayangnya pada candi-candi kecil ini bentuknya tidak sesempurna candi utama. Namun candi kecil ini boleh dinaiki melalui tangga (tidak memanjat candi).

Tempat wisata budaya yang satu ini juga sudah dilengkapi dengan tourist-information yang berada di sebelah kiri saat kita masuk, terdapat juga fasilitas kamar mandi dan tempat sholat yang dapat digunakan oleh pengunjung umum.

Nah, bagi yang senang dengan cerita-cerita legenda sejarah Indonesia dan juga berbagai budaya-budaya Jawa, Candi Sambisari dapat menjadi salah satu preferensi yang menarik. Kemanapun tujuannya, tentunya jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan dengan tidak merusak benda-benda yang berada di tempat wisata.

Selamat berkunjung!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.