Candi Prambanan dengan Menghabiskan Sisa Sore di Malioboro, Yogyakarta

0
1984
Candi Prambanan.

Samar-samar terdengar lirih suara Adhitia Sofyan pada penggalan lirik, ‘Terbawa lagi langkahku ke sana, mantra apa entah yang istimewa, Ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja’ saat saya duduk di kereta rute Solo-Yogyakarta. Siang itu saya berencana menghabiskan sisa hari untuk bercumbu udara di Kota Yogyakarta yang saya yakini magis karena selalu meminta saya untuk ‘pulang’, kembali ke kota ini.

Satu jam perjalanan menggunakan Kereta Api Sidomukti akhirnya sampai di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Bergegas menuju penginapan dan menyewa sepada motor matic seharga Rp. 70.000 untuk 24 jam. Pada pukul 13.00 WIB, kami memulai perjalanan bermodal rute google maps, menuju wisata peninggalan sejarah, Candi Prambanan. Namun, kamu pun bisa menuju kawasan Candi Prambanan melalui Bus Trans Jogja dengan tarif Rp. 3.500 saja, fantastis, kan? Perjalanan pun hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 Jam saja dari pusat Kota Yogyakarta.

Candi Prambanan terletak di Jl. Raya Solo-Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta. Candi Prambanan juga merupakan salah satu wisata wajib bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara ketika musim libur telah tiba. Belum lagi dengan pesona internasional event Prambanan Jazz Festival yang selalu menyedot animo pecinta genre musik jazz pada setiap tahunnya.

Suasana Pasar Mini di Pintu Masuk Candi Prambanan.

Setelah menempuh perjalanan, kamu bisa memarkir kendaraan dan mulai memasuki kawasan Candi Prambanan. Terdapat mini pasar yang menjual berbagai aksesoris seperti miniature, daster, blangkon, dan barang lainnya yang tentu saja khas Yogyakarta.

Untuk memasuki kawasan wisata, kamu perlu merogoh kocek sebesar Rp. 50.000 per orang dewasa dan anak kecil Rp. 25.000, dan tips sedikit tips bagi kalian yang ingin berkunjung, karena terik siang yang cukup panas, bawalah air minum sendiri ataupun payung, tapi kamu juga bisa menyewa payung dengan tarif kurang lebih Rp. 10.000 saja.

Setelah puas berkeliling menyaksikan kompleks Candi peninggalan hindu terbesar di Indonesia, tidak lupa mengabadikan dalam gambar. Kamu dapat kembali ke pintu keluar dengan berjalan kaki atau naik kereta mini dengan tarif Rp. 10.000 per orang.

Sudut Kota Yogyakarta.

Setelah puas berkeliling, saya kembali ke parkiran motor dan kembali ke pusat Kota Yogyakarta untuk menghabiskan sore di Malioboro, yang merupakan salah satu icon kota Yogakarta yang menjadi tempat wajib bagi sejuta umat.

Malioboro merupakan kawasan jalan dari tiga jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Banyak sekali jajanan dan makanan, serta oleh-oleh khas Yogyakarta yang dapat kalian dapatkan di kawasan ini. Namun yang menjadi kenangan adalah duduk di kursi pinggir jalan menyaksikan lampu kota serta lalu lalang kendaraan ditemani samar-samar kejauhan suara alat musik tradisional yang merupakan sebuah pertunjukan di Jl. Malioboro.

Saya rasa kenangan pun mudah tercipta di tempat ini mengingat sebuah keramaian ternyata bisa menciptakan suasana hati yang lebih baik. Jika lapar, kalian harus mencoba lontong sate yang dijual di dekat trotoar jalan dengan harga kurang lebih Rp. 15.000 per porsi. Jika kamu menginginkan membeli oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia, boleh juga kamu mengunjungi tempat pembuatannya dengan merogoh kocek Rp. 10.000 untuk naik becak untuk tarif sekali jalan.

Berkunjung ke Pabrik Bakpia Pathok Vista.

Waktu itu saya disarankan oleh pengemudi becak menuju Bakpia Pathok Vista, dengan mengunjungi langsung tempat pembuatan memberikan keuntungan mendapatkan bakpia yang fresh dan masih tersedia pilihan varian rasa dari isi bakpia. Harganya pun relatif lebih murah tergantung bagaimana skill menawarmu juga, sih.

Setelah itu kamu bebas menghabiskan malam hingga larut di Malioboro dengan secangkir kopi atau memilih pulang ke penginapan.

Masih banyak tempat lain yang belum terjamah di kota Yogyakarta yang membuat saya selalu terpanggil untuk merasakan ‘rumah’ ini lagi. Apa kamu pun demikian? Yuk, rencanakan liburan ini untuk traveling ke Yogyakarta!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.