Candi Kimpulan: Candi Hindu Dalam Kampus Islam

0
270
Candi Kimpulan.

Yogyakarta adalah kota budaya. Sejarah panjang Yogyakarta menciptakan berbagai kebudayaan yang tak runtuh diterjang arus modernisasi. Salah satu hasil kebudayaan itu ialah Candi Kimpulan. Candi Kimpulan berada di kompeks kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII). Bagaimana bisa sebuah candi bisa berada di dalam kampus? Tulisan ini akan bercerita tentang keunikan dan hal menarik dari Candi Kimpulan. Agar wisatawan juga bisa menjadikannya sebagai wisata alternatif di Yogyakarta.

Gunung Merapi adalah satu satunya gunung aktif yang berada di Yogyakarta. Gunung Merapi adalah gunung yang bertanggung jawab atas terkuburnya beberapa candi dan situs purbakala lain yang di lereng maupun di kaki gunung. Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta beranggapan, bahwa banyak arca maupun candi yang masih terpendam akibat aktifitas gunung Merapi. Nah, kebetulan salah satu candi yang terpendam tersebut ada di lokasi rencana pembangunan perpustakaan umum UII. Candi Kimpulan mulanya tidak dinamai “Kimpulan”. Lembaga Wakaf UII mengusulkan nama candi Pustakasala yang diambil dari bahasa Sansekerta berarti perpustakaan. Namun pada akhirnya penamaan candi diambil berdasarkan letak administratif, yaitu Dusun Kimpulan.

Candi Kimpulan, dengan latar belakang Perpustakaan umum UII.

Ketika pertama saya mencoba untuk mengunjungi Candi Kimpulan ini. Saya harus melewati perpustakaan umum UII. Namun tidak dikenakan biaya untuk berkunjung ke Candi Kimpulan. Dengan petunjuk penjaga, saya harus menuju basement yang telah disulap menjadi Museum Kampus. Di ujung lorong, terdapat pintu keluar menuju halaman Candi Kimpulan. Di kompleks  Candi Kimpulan, saya disambut oleh dua candi yang merupakan candi induk dan candi perwara. Di dalam candi induk terdapat arca Ganesa, Lingga dan Yoni. Sedangkan pada candi perwara terdapat arca Nandi. Di sana juga terdapat contoh lapisan tanah (stratigrafi) yang menimbun Candi Kimpulan.

Candi Kimpulan merupakan salah satu candi unik dan anti-mainstream. Tidak seperti kebanyakan candi yang ditemukan pada masa kolonial Belanda. Candi Kimpulan ditemukan ketika UII hendak membangun gedung perpustakaan umum yang kebetulan bertepatan di lokasi di mana Candi Kimpulan terkubur. Ketika penggalian pondasi, pada tanggal 11 Desember 2009 civitas akademika UII dibuat heboh oleh temuan tersebut. Karena penemuan ini bentuk perpustakaan yang semula berbentuk persegi, maka dibangun setengah lingkaran agar tidak merusak candi. Keunikan lainnya adalah, kebetulan terdapat arca Ganesa yang merupakan simbol pengetahuan. Hal tersebut menambah kesan keilmuan.

Terlihat Lingga Yoni, yang menjadi ciri khas Hindu Siwa.

Hal yang menarik, candi bercorak Hindu Siwa ini berada dalam kompleks Universitas Islam. Perbedaan kepercayaan ini tidak menjadi masalah sama sekali, malahan menjadi simbol keharmonisan. Kebetulan lokasi candi yang bersebelahan dengan masjid, menambah kesan harmonis. Ketika saya mengunjungi kompleks Candi Kimpulan, terdengar lantunan suara adzan. Meski sekarang tidak ada yang menggunakan Candi Kimpulan sebagai tempat ibadah, tetapi hal ini sebagai bukti bahwa masa lalu dan perbedaan dapat hidup berdampingan.

Menurut saya, Candi Kimpulan merupakan representasi dari toleransi Yogyakarta. Sebagai kota yang menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku, agama, ras, budaya, atau bahkan kewarganegaraan. Candi Kimpulan seolah-olah menjadi bukti bahwa Yogyakarta sedari dulu telah hidup dalam keharmonisan. Dengan begitu adanya Candi Kimpulan ini diharapkan agar menjaga kerukunan bukan malah bersikap acuh tak acuh terhadap perbedaan.

Berbeda dengan candi-candi lain yang telah mainstream. Candi Kimpulan merupakan candi yang saya rekomendasikan sebagai destinasi wisata sejarah alternatif. Jika Candi Prambanan tampak indah dengan kemegahannya, maka Candi Kimpulan tampak indah karena keharmonisan yang diciptakan oleh atmosfernya. Selain itu, terdapat juga museum yang menyimpan benda-benda yang ditemukan ketika penggalian Candi Kimpulan. Bagaimana, kalian tertarik untuk mengunjungi Candi Kimpulan? Ayo atur jadwal dan berlibur di Candi Kimpulan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.