Candi Ijo: Wisata Sejarah Rasa Pegunungan

0
260
Candi Induk di kawasan candi.

Berwisata di ketinggian sekaligus wisata sejarah. Di mana lagi tempat yang seperti itu kalau bukan Candi Ijo. Candi ijo terletak di dataran tinggi atau perbukitan sebelah timur Candi Ratu Boko. Candi Ijo juga sudah terkenal di kalangan anak muda, karena spotnya yang apik untuk berfoto. Tapi bagi saya kalau belum berkunjung sendiri kurang pas. Apalagi candi ini letaknya tidak jauh dari pusat Kota Jogja. Tepatnya berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman.

Memanfaatkan waktu senggang di hari libur, saya memilih untuk mengunjungi Candi Ijo. Untuk mencapai lokasi saya harus berkendara menaiki bukit. Dalam perjalanan menuju Candi ijo harus selalu berhati-hati karena jalannya yang curam dan tidak begitu lebar. Akhirnya saya tiba dilokasi yang tentunya mudah dicapai dari jalan utama.

Lahan parkir untuk pengunjung Candi Ijo berada di seberang jalan kawasan candi. Untuk harga parkir sendiri tergantung kendaraan, untuk motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000, Elf/Hiace Rp 10.000, dan bus Rp 15.000. Untuk harga tiket masuk sendiri sebesar Rp 5.000 untuk pengunjung dalam negeri, dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara.

Bagian dalam salah satu bangunan candi.

Saat memasuki kawasan candi mula-mula saya menjumpai bangunan candi kecil. Mungkin itu salah satu bagian dari Candi Ijo. Di sekitar candi juga terdapat beberapa pohon dan halaman dengan rumput hijau, sehingga kesan ijo atau hijau itu terasa. Setelah itu saya mulai ke arah candi induk, yang harus menaiki beberapa anak tangga untuk menuju ke lokasinya.

Bukannya merasa lelah, saya malah merasa seakan-akan berada di zaman dahulu yang kental akan bangunan batu. Rasa kagum saya tak hanya di situ. Ketika saya membalikan badan, nampak pemandangan alam di daerah bawah. Rumah-rumah penduduk, sawah, tebing, dan bukit lain terlihat dari kawasan Candi Ijo.

Saya takjub, bukan hanya kesan kembali ke masa sejarah namun di sini saya juga merasakan indahnya alam dari ketinggian, serasa di pegunungan beneran. Betapa kecilnya semua itu dari ketinggian, membuat saya lebih mensyukuri hidup dan menyadari bahwa ada yang lebih besar di dunia ini, yaitu Tuhan.

Sesampainya di anak tangga terakhir saya merasa langsung dihadapkan dengan bangunan besar yang berdiri kokoh. Itulah candi induk dari Candi Ijo. Didepan candi induk terdapat 3 candi kecil yang menghadap ke arah candi induk.

Pemandangan yang terlihat dari ketinggian kawasan candi.

Di sekeliling candi terdapat banyak pepohonan yang akan membuat setiap pengunjung betah berlama-lama disini meskipun panas, termasuk saya. Di beberapa pohon juga terdapat tempat duduk di bawahnya untuk berteduh. Ini menjadi sesuatu yang bermanfaat, karena cuaca Candi ijo di siang hari memang sangat terik. Kita tak perlu khawatir kehausan atau kelaparan jika berkunjung ke Candi Ijo karena di tempat parkir kendaraan juga terdapat warung yang menjual aneka makanan dan minuman.

Candi Ijo juga ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Seperti yang saya jumpai saat berkunjung kesini ada wisatawan dari Malaysia. Mereka terlihat sangat antusias dan semangat mengabadikan kunjungan mereka dalam foto. Soal kebersihan di Candi Ijo tidak perlu diragukan lagi. Kondisinya sangat terjaga, baik bangunan candi maupun lingkungan sekitarnya nampak bersih. Selain itu, di tiap sisi kawasan candi juga disediakan tempat sampah.

Berkunjung ke Candi Ijo merupakan liburan yang penuh manfaat. Saya dapat melihat salah satu peninggalan sejarah dan memperoleh informasi baik mengenai sejarah candi maupun arsitekturnya. Saya juga dapat menikmati keindahan alam dari ketinggian tanpa harus ke puncak gunung. Tambahan area taman bunga di sebelah selatan candi juga memperindah lokasi ini. Sungguh tempat yang sangat sayang jika dilewatkan. Tunggu apa lagi, ke Candi Ijo yuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.