Candi Ijo: Candi Anti-Mainstream di Yogyakarta

0
314
Candi Ijo Yogyakarta.

Wisata sejarah adalah jenis wisata yang wajib kamu coba ketika sedang berada di Yogyakarta. Daerah ini memiliki banyak sekali potensi pariwisata dan kekayaan peninggalan bersejarahnya, mulai dari peninggalan masa Mataram Kuno sampai sejarah pertempuran 1 Maret ada di sini! Dari banyaknya wisata sejarah, seperti benteng dan keraton, wisata ke candi-candi di sekitar Yogyakarta masih menjadi yang disukai. Maka dari itu, wisata ke Candi Prambanan atau Borobudur menjadi ikon kota Yogyakarta. Candi-candi itu selalu dipenuhi oleh wisatawan, apalagi ketika waktu liburan!

Ada sebuah candi unik yang jarang diketahui wisatawan, tapi tidak kalah dengan Candi Borobudur atau Prambanan. Namanya adalah Candi Ijo! Kalian pernah mendengar soal candi ini? Pada tulisan ini akan membahas penjelajahan dan ulasan mengenai Candi Ijo. Ayo kita mulai!

Ulasan, Akses, dan Kisah menarik

Candi Ijo terletak di daerah Prambanan, Yogyakarta. Daerah ini memang memiliki banyak candi-candi yang indah, seperti Candi Sambisari, Candi Barong, dan Candi Kalasan. Walaupun, Candi Prambanan adalah candi yang paling terkenal di daerah ini, Candi Ijo adalah candi favorit saya dibandingkan dengan candi-candi lain di daerah ini, bahkan dibanding Candi Prambanan.

Pada Selasa 18 Juni 2019, saya mengunjungi dan menjelajahi Candi Ijo. Berangkat dari daerah Yogyakarta pada pukul 06:00, saya sampai di candi ini pada pukul 07:00. Udara pedesaan yang cukup dingin, apalagi Candi Ijo letaknya di area yang tinggi. Sehingga udaranya terasa benar-benar segar!

Candi Utama di Candi Ijo.

Ketika sampai di area candi, saya membeli tiket masuk seharga Rp. 5.000. Lalu, saat berjalan ke arah candi yang letaknya lebih tinggi dari loket dan areal parkir. Ada sedikit tangga batu yang harus kita lewati menuju bagian atas dari Candi Ijo. Sesampainya di atas, kita akan melihat pemandangan dari ketinggian yang indah sekali. Memang candi ini sangat indah untuk menikmati sunrise dan sunset, spot favorit di sekitar daerah Yogyakarta – Solo.

Candi ini memiliki beberapa bagian untuk dieksplorasi, bagian bawah candi dan bagian utama candi. Pada bagian bawah, ada satu candi yang sudah direkonstruksi dengan baik, ada juga beberapa reruntuhan candi yang masih belum dipugar. Jika kalian penasaran dengan proses pembangunan ulang sebuah candi, kalian bisa mengamati dan belajar soal pemugaran di bagian bawah ini. Apalagi, jika kebetulan ada sebuah penelitian arkeologi, menarik kan?

Arca Nandhi di Candi Ijo.

Lalu di bagian atas, terdapat 3 candi dan 1 candi utama. Bagian atas ini adalah spot favorit saya, kalian bisa menjelajahi bagian luar dan dalam candi. Pada bagian utama candi, kalian bisa duduk santai sambil menikmati relief dan kisah-kisah dari agama Hindu. Kalian juga bisa menjelajahi area dalam candi, ada sebuah arca Llingga – Yoni yang umurnya sudah ratusan tahun. Selain candi utama, kalian juga bisa mengeksplorasi bagian candi lain. 3 candi lain pun memiliki arca atau sebuah struktur di dalam bagian candinya, ada Arca Nandhi, Arca Llingga Yoni, dan struktur lainnya. Kisah-kisah penelitian dan cerita reliefnya pun menarik untuk dijelajahi.

Untuk akses menuju Candi Ijo sudah baik. Kondisi jalan dan medannya pun sudah bagus, jalanannya aspal dan tidak rusak. Lalu, jarak candi dari arah jalan raya Yogyakarta – Solo pun tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 20 sampai 30 menit berkendara saja, kita sudah sampai di area Candi Ijo. Begitu pula dengan fasilitas di Candi Ijo, sudah ada tempat parkir yang aman, area toilet, dan mushola.

Bosan wisata ke candi-candi yang penuh? Ayo coba jelajahi Candi Ijo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.