Candi Gebang: Candi Hindu Bernuansa Buddha

0
81
Candi Gebang.

Yogyakarta dalam sejarahnya merupakan wilayah perkembangan Agama Hindu, Buddha, dan Islam. Tak heran berbagai hasil kebudayaan lintas agama tetap bisa kita lihat hingga sekarang. Sebagai pusat Kerajaan besar Buddha dan Hindu, menjadikan beberapa peninggalan kebudayaan Hindu-Buddha seolah menyatu dan berdampingan. Salah satunya Candi Gebang, candi ini jika dilihat secara sekilas tampak seperti candi bercorak Buddha dengan bagian atas menyerupai stupa. Namun dengan adanya beberapa unsur Hindu, sehingga beberapa otoritas menyimpulkannya sebagai candi Hindu.

Kesan saya ketika pertama kali ketika melihat Candi Gebang, takjub luar biasa. Teringat diskusi di kelas tentang candi Hindu-Buddha zaman Dinasti Sailendra dan Sanjaya. Banyak yang beranggapan bahwa adanya candi Hindu-Buddha yang berdampingan seolah-olah terjadi sayembara kemegahan antara kedua belah pihak. Namun jika dipikir lagi, beberapa candi memiliki beberapa bentuk yang sama satu sama lain. Seolah perbedaan menjadi lebur jadi satu.

Candi Gebang merupakan candi bercorak Hindu Siwa, karena terdapat banyak sekali corak Siwa yang ditemukan di komplek candi ini. Candi Gebang mungkin belum terekspos, karena hanya sedikit sekali pengunjung yang berwisata, belajar sejarah, atau hanya sekedar berfoto di sini. Adapun pengunjung per bulannya dapat dihitung dengan jari tangan. Ketika saya mengunjungi Candi Gebang pada weekend beberapa minggu lalu, pengunjung yang mengunjungi Candi Gebang hanyalah saya satu-satunya. Hal yang lebih menyedihkan, tak banyak dari masyarakat Yogyakarta yang mengetahui keberadannya. Kecuali masyarakat sekitar candi. Cukup miris bukan? Padahal lokasinya tidak jauh dari Ring Road utara Yogyakarta.

Arca Ganesa didekat sebuah Lingga.

Candi yang terletak di Dusun Gebang, Jalan Jetis, Jetis, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini memiliki fungsi lebih dari bangunan ibadah. Didukung oleh arca Ganesa yang ditemukan di relung candi dengan posisi duduk di atas Lingga Yoni. Menandakan bahwa candi ini bukan hanya digunakan untuk beribadah, melainkan juga untuk melindungi tempat tersebut dari bencana, dikarenakan arca Ganesa tersebut juga Vighneshvara yang bertugas menghilangkan segala rintangan.

Candi Gebang pertama kali ditemukan pada bulan November 1936 oleh warga setempat, mulanya bagian candi yang ditemukan adalah Arca Ganesa. Di bagian timur Candi Gebang terdapat pintu untuk masuk ke dalam candi, di dalam candi hanya terdapat Lingga tanpa Yoni. Pada bagian puncak atap candi terdapat Lingga yang ditempatkan di atas bantalan sejora yang menyerupai stupa, hingga tak jarang orang mengira candi ini bercorak Buddha. Pada puncak atap terdapat ruangan kecil berbentuk rongga, pada atap bagian luar terdapat sebuah relief berbentuk kepala manusia seperti berada di sebuah jendela.

Candi Gebang nampak dari sudut.
How To Get There?

Untuk mengunjungi Candi Gebang tidak sulit, cukup mengetahui letak Stadion Maguwoharjo yang terletak tak jauh ditimur Candi Gebang. Jika kalian dari arah Stadion Maguwo dan Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark, kalian hanya perlu menuju Jalan Raya Candi Indah yang terdapat di sebelah utara Jogja Bay, dan menuju ke arah barat hingga terdapat pertigaan, belok ke kiri hingga sampai di Jalan Candi Gebang III yang terdapat di sebelah utara Alfamart Candi Gebang.

Bagi pengunjung yang tidak terlalu menyukai sejarah, bisa menghabiskan waktu untuk berfoto-foto dan menikmati keindahan Candi Gebang. Bagi kalian yang sudah bosan dengan candi yang itu-itu aja di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, bisa mengunjungi Candi Gebang yang bisa dijadikan objek wisata sejarah alternatif. Berhubung Candi Gebang masih sedikit yang mengetahui keberadaannya, yuk kunjungi Candi Gebang, Candi Anti Mainstream di Yogyakarta. Kalau kalian tertarik, tunggu apalagi? Langsung saja atur jadwal dan kunjungi Candi Gebang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.