Candi Cetho: Wisata Sejarah dan Alam yang Saling Berkolaborasi

0
267
Gapura Candi Cetho.

Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, berjarak kurang lebih 25 km dari sebelah timur Kota Surakarta . Candi ini terletak pada daerah lereng Barat Gunung Lawu dengan ketinggian 1470 meter dpl. Di daerah sekitarnya (di sebelah Barat Daya Candi Cetho) terdapat situs purbakala lainnya seperti Candi Sukuh dan Planggatan.

Untuk mencapai situs ini perlu melewati jalan desa yang menanjak dan beraspal sampai di ujung Timur jalan desa tersebut. Kita dapat menjangkaunya dengan menaiki bus mini yang memang sudah diperuntukan untuk pengujung yang ingin bertandang ke Candi Cetho.

Menuju Candi Cetho pun bisa dijangkau dengan sepeda motor ataupun mobil. Karena ada titik yang cukup rawan di jarak sekitar 500 m dari area candi, lebih baik menggunakan jasa kendaraan umum yang tersedia, khususnya bila kalian masih belum mahir menyetir sendiri.

Sejarah Candi Cetho di Masa Hindu-Budha dan Hubungannya dengan Kerajaan Majapahit
Salah satu Pelataran Candi Cetho.

Pada saat dibangunnya Candi Cetho, kekuasaan politik berada di bawah Majapahit dengan raja yang berkuasa adalah Brawijaya V atau Bhre Kertabhumi. Jejak kekuasan politik kerajaan tersebut bisa terlihat dari sisi kanan jalan masuk teras kedua belas. Terdapat sebuah patung yang dianggap sebagai patung Brawijaya V atau Bhre Kertabhumi. Perintah dari Bhre Kertabhumi dianggap seperti perintah dan larangan dari dewa sehingga rakyat Majapahit akan selalu mematuhi dan melaksanakan semua perintah dan larangannya.

Dapat disimpulkan bahwa latar belakang politik dibangunnya Candi Cetho adalah untuk mempertahankan legitimasi kekuasaan raja Bhre Kertabhumi dan untuk kepentingan stabilitas serta keutuhan wilayah kerajaan Majapahit.

Sekitar tahun 1475 Masehi atau pada saat kekuasaan Kerajaan Majapahit berada di tangan Bhre Kertabhumi, Islam telah tersebar di wilayah pesisir nusantara. Ajaran ini disambut baik oleh rakyat Majapahit karena dalam Islam digariskan suatu aturan yang memberikan perlakuan yang sama terhadap manusia. Melihat fenomena tersebut, maka Raja Majapahit yang berkuasa saat itu, yaitu Bhre Kertabhumi, berusaha untuk menghambat meluasnya ajaran Islam.

Lambang Kesuburan yang ada di Pelataran Candi Cetho.

Usaha yang dilakukannya untuk tetap menjaga masyarakat yang berpola Hinduisme adalah dengan melalui cara seni budaya.  Dari sinilah muncul dugaan bahwa latar belakang utama dibangunnya Candi Cetho yaitu untuk mempertahankan sistem masyarakat yang bercorak Hinduisme.

Candi Cetho memiliki 13 teras yang digambarkan sebagai lambang tingkat kehidupan manusia dalam kepercayaan Hindu. Hampir di setiap terasnya terdapat sebuah arca atau patung yang mengambarkan apa yang dipuja ketika masa Kerajaan Majapahit pada waktu itu.

Keberadaan Candi Cetho memiliki hubungan dengan beberapa aspek, mulai dari religi, pendidikan, dan wisata. Oleh karenanya candi ini merupakan tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika sedang berada di daerah Jawa Tengah, khususnya Karanganyar, karena edukasi yang diberikan akan menambah wawasan kita mengenai sejarah.

Tiket Masuk
Salah satu Arca di Candi Cetho.

Sebelum memasuki gapura teras awal Candi Cetho, kita perlu membayar tiket masuk sekitar Rp7.500 per orang dan biaya parkir bagi yang membawa kendaraan. Selain itu kita akan dipinjamkan kain poleng, kain yang dipakai orang Bali untuk beribadah. Kain ini wajib dipakai sebab candi ini dianggap sebagai tempat ibadah umat Hindu yang suci. Jadi, untuk menghargai kesakralan dan kesuciannya, kain poleng perlu dikenakan. Setelahnya kamu bisa mengembalikan kain tersebut. Ada juga pantangan bagi wanita yang sedang datang bulan untuk masuk ke dalam area candi. Alasannya untuk tetap menjaga kesucian tempat ibadah tersebut.

Setelah memasuki tiap pelataran candi, kita akan disuguhkan dengan berbagai arca dan juga pemandangan Gunung Lawu yang luar biasa indahnya. Bagi pencari spot foto, kalian disarankan untuk datang padang sore hari saat matahari akan tenggelam. Pemandangan yang disajikan luar biasa mengagumkan!

Untuk berjaga-jaga saat mengunjungi Candi Cetho, kalian wajib membawa payung sebab letak candi ini berada di bawah Gunung Jadirentan yang dikenal dengan cuacanya yang tidak menentu, tiba-tiba mendung lalu hujan. Tetapi, karena lokasi inilah suasana yang tenang dan sejuk memang sangat kental di tempat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.