Candi Cangkuang: Sisa Candi Hindu di Jawa Barat

0
508
Candi Cangkuang ada di Jawa Barat

Candi Cangkuang adalah sebuah candi peninggalan Hindu di Jawa Barat, candi ini masih diperdebatkan asal usul dan konstruksinya. Candi Cangkuang disebut sebagai candi “baku” yaitu candi beratap dan memiliki konstruksi yang menyerupai candi candi Hindu lain di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Candi Cangkuang diperkirakan dibangun sejak abad ke 8 masehi, digunakan untuk beribadah oleh sebuah kelompok masyarakat yang kecil. Maka dari itu, jangan dibayangkan kalau candi ini sebesar Borobudur atau Prambanan. Candi Cangkuang terdiri dari satu bagian candi saja, kurang lebih tingginya 4 meter dan lebarnya 2,2 meter. Candi Cangkuang sangat cocok untuk kamu yang ingin mencari ketenangan atau sedang ingin menyegarkan pikiran. Pohon lebat, udara sejuk, dan Situ (danau) Cangkuang benar benar membuat suasana hati menjadi adem.

Situ disekitar Candi Cangkuang
Situ disekitar Candi Cangkuang dengan latar belakang pepohonan besar.

Untuk sampai ke Candi, kamu harus menyebrangi danau atau dalam bahasa sunda disebut situ, situ ini bernama Situ Cangkuang. Ongkos menyebrangnya pun murah sekali, hanya 5 ribu rupiah per orang. Kamu akan menaiki rakit bambu yang bisa memuat sampai belasan orang, biasanya para pedagang jajanan pun akan ikut naik rakit menuju ke area candi.

Rakit di Situ Cangkuang.
Rakit di Situ Cangkuang menjadi transportasi menuju Candi Cangkuang.

Suara tonggeret dan pemandangan situ yang indah akan menyambut kita ketika mulai menyebrang, jangan lupa untuk bernafas sedalam mungkin, karena udara dataran tinggi yang sejuk akan sangat menyegarkan. Sambil menaiki rakit, saya berbincang dengan Kang Asep yang lihai mengendarai rakit dengan sebatang bambu panjang saja. Kang Asep sehari hari bekerja di sawah, tetapi setiap weekend atau hari libur ia bekerja disini sebagai pengendara rakit wisata. Menurut Kang Asep, pariwisata di Candi Cangkuang merupakan rezeki baginya, keluarga dan kerabat Kang Asep yang hampir semuanya bertani pun tertolong oleh adanya objek wisata ini. Ingat! ketika sedang berwisata ke daerah-daerah, kamu pun sedang membantu masyarakat lokal untuk berkembang dan maju, dengarkanlah cerita cerita menarik dari mereka, bagaimana perjuangan mereka untuk mengolah dan memanfaatkan pariwisata di lingkungannya yang bisa merubah nasib anak cucu mereka.

Kitab kitab berbahasa Arab di Museum Cangkuang dekat Candi Cangkuang.
Kitab-kitab berbahasa Arab bisa ditemui di Museum Cangkuang yang berada di dekat Candi Cangkuang.

Setelah turun dari rakit dan berjalan sekitar lima menit, saya sampai di Candi Cangkuang. Candi yang kurang lebih 9 meter persegi ini dikunjungi cukup banyak wisatawan, ada yang mengeluh karena candinya tidak sesuai ekspektasi, ada yang sibuk berfoto, ada yang sedang mengamati detail detail candi, ada yang duduk santai di pinggir candi, banyak tingkah dan respon wisatawan disini. Wisatawan juga bisa mengunjungi museum di dekat candi yang banyak mengoleksi kitab kitab kuno dan benda sejarah.

Akses ke Situ Cangkuang.

Untuk menuju Candi Cangkuang ada beberapa opsi transportasi. Baik kendaraan umum maupun pribadi terbilang mudah untuk sampai ke Candi Cangkuang. Untuk kendaraan umum, baik dari Jakarta maupun Bandung, bisa naik bis umum ke arah Garut, lalu turun tepat di Alun-alun Leles. Ongkos bis ekonomi dari Bandung sekitar 20 ribu rupiah sampai ke Leles. Setelah itu, bisa berjalan kaki atau naik ojek. Waktu itu saya memilih berjalan kaki, kurang lebih sekitar 20 sampai 30 menit untuk sampai ke Situ Cangkuang. Jika naik ojek, tentu akan lebih cepat waktunya, ongkos ojek kira kira sekitar 20 sampai 30 ribu rupiah.

Jika memakai kendaraan pribadi, arahkan ke Kota Garut, tapi jangan diteruskan ke Kota Garut. Masih cukup jauh dari kota Garut ada Alun-alun Leles, sudah ada plang yang cukup jelas untuk menunjukan arah ke Situ Cangkuang, setelah itu masuklah jalan kecil ke arah Situ Cangkuang. Google maps atau aplikasi GPS lainnya sudah memuat lokasi dengan sangat akurat.

Jadi, kapan mau ngadem dan nyantai di Candi Cangkuang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.