Canang Sari, Bentuk Rasa Syukur Penganut Agama Hindu Bali

0
953
Canang Sari di Depan Rumah Warga.

Sobat Traveler, tidak salah jika Bali menjadi salah satu pusat pengenalan tradisi dan budaya yang berkaitan dengan penganut agama Hindu di Indonesia bagi banyak orang. Salah satu Provinsi di Indonesia yang disebut sebagai Pulau Dewata atau The Island of Gods ini juga menjadi tempat tinggal mayoritas pemeluk agama Hindu Bali yang telah lama menjalankan tradisi dan budayanya.

Eksotisnya laut, uniknya karya seni, hijaunya alam, meriahnya tarian yang ada di Pulau Bali menjadi tujuan wisata andalan untuk menarik perhatian banyak wisatawan datang ke Bali. Tapi, dari sekian banyak daya tarik tersebut, tradisi dan budaya menjadi hal yang paling dibanggakan dan penting untuk dipelajari, apalagi jika kedua hal tersebut dilengkapi dengan ritual keagamaan yang mempunyai makna yang sangat mendalam bagi pemeluk agama Hindu.

Beberapa tradisi dan budaya di Pulau Bali seperti pawai ogoh-ogoh, upacara melasti, tradisi mesuryak, tradisi mbed-mbedan, tradisi nyakan diwang, dan banyak lagi yang lainnya tidak lepas dari ritual keagamaan masyarakat Hindu Bali yang juga menjadi alasan bagi banyak wisatawan untuk mengunjungi Bali agar dapat mengalaminya dan menontonnya secara langsung.

Canang Sari yang Berada di Depan Pura di Jalan Legian.

Selain itu, Pura menjadi tempat ibadah penganut agama Hindu yang banyak dijumpai di Bali. Tempat ibadah yang diyakini sebagai tempat tinggal para dewa ini bukan hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi wisatawan juga diijinkan untuk memasukinya agar lebih mengetahui kegiatan keagamaan di dalamnya dan sekaligus menikmati keindahan arsitektur Pura itu sendiri.

Berbicara tentang kegiatan ibadah umat Hindu, ada salah satu pelengkap ibadah yang sering digunakan dan dijumpai di setiap sudut Pura, yaitu Canang Sari. Canang sari adalah suatu sesajen atau persembahan yang digunakan sebagai pelengkap persembahyangan sehari-hari umat Hindu Bali kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Menurut sumber yang saya baca, Canang Sari ini bermakna sebagai ungkapan rasa syukur atas kedamaian yang telah diberikan kepada dunia dan merupakan persembahan rumah tangga yang paling sederhana. Bentuk dari Canang sari ini berupa alas atau “ceper” yang terbuat dari janur berbentuk segi empat yang di dalamnya terdapat beberapa sesajen atau persembahan.

Canang Sari ini tidak hanya di simpan di sekitar Pura saja, tetapi di setiap rumah dan bangunan lain juga banyak menggunakan persembahan ini. Malah, ketika saya berlibur di Bali, ada cerita lucu terkait peletakan Canang Sari. Saya bahkan hampir menginjak Canang Sari ini, karena beberapa persembahan disimpan di dekat pintu masuk hotel. Hanya digeletakkan saja di atas tanah. Sama halnya ketika saya sedang melewati sebuah pura di Jalan Legian, ketika berada di parkiran saat akan memasuki restoran cepat saji, dan ketika berada di warung dan cafe.

Canang Sari di Sebuah Warung.

Saya sempat berpikir, apakah ada orang yang pernah menginjak Canang Sari ini? Dan, apa yang terjadi dengan orang tersebut setelah menginjaknya?

Dengan pengalaman itu, ada hal positif yang saya dapatkan, yaitu saya menjadi cukup hati-hati dan tidak terburu-buru ketika berjalan di atas trotoar, ketika akan memasuki suatu bangunan; seperti toko, restoran, atau warung makan, saat akan keluar masuk hotel, ketika berada di pantai, dan ketika melewati beberapa tempat lainnya. Karena, menurut saya Canang Sari adalah suatu persembahan yang sakral dan patut dihormati. Alangkah berdosanya jika saya sampai meginjaknya.

Oh, ya, sobat traveler, ketika saya melihat Canang Sari tersebut, saya sebenarnya tidak begitu mengetahui apa isi persembahannya secara lengkap. Hal yang saya lihat secara sekilas hanya berupa bunga dan beberapa benda yang terlihat seperti kue. Tapi, menurut sumber yang saya baca lagi, isi persembahan Canang Sari ini berupa beras, porosan yang terbuat dari daun sirih, kapur, jambe (gambir), minyak wangi, bunga dengan berbagai warna, kembang rampai, dan beberapa persembahan yang mungkin belum saya sebutkan.

Nah, itulah pengalaman saya yang berhubungan dengan tradisi dan ritual keagamaan yang ada di Pulau Bali, yaitu sebuah persembahan Canang Sari. Hal yang sangat berharga ketika saya dapat melihat secara langsung bentuk persembahan Canang Sari tersebut dan mengetahui makna luar biasa di baliknya bagi penganut agama Hindu Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.