Cafe Madtari: Nongkrong Asik Ala Anak 90’an

0
2533
Pisang Keju Madtari

Bandung memang terkenal sebagai pusat kuliner. Makanannya khas, unik, enak dan murah. Makanan tradisional sampai modern bisa kita temui dengan mudah di Bandung, selain itu tingkat kreativitas industri kulinernya sangat tinggi. Cafe dan coffee shop sedang naik daun di Kota Bandung, apalagi tempat “nongkrong” yang menu menunya unik dan kreatif.

Upnormal dan Eat Boss adalah contohnya. Cafe-cafe ini menawarkan menu yang sederhana tapi disajikan secara unik, ada mie instan, roti bakar, dan kopi. Harganya pun sangat masuk akal dan cocok untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Selain itu, tempat dan suasana cafe pun enak untuk nongkrong dan berbincang dengan teman teman. Sehingga, tak heran kalau cafe-cafe dengan konsep seperti itu sangat ramai dan laku.

Jauh sebelum cafe dengan konsep itu populer, ada sebuah cafe yang lebih dulu memulai konsep ini dan menjadi tempat nongkrong asik ala anak 90’ an. Cafe ini bernama Cafe Madtari. Letaknya di Jalan Rangga Gading, daerah Dago Bawah. Buka sejak tahun 2000, cafe ini menjadi salah satu tempat nongkrong favorit di Bandung. Hampir setiap sore sampai malam, cafe ini penuh dan ramai. Walaupun buka selama 24 jam, tetapi Cafe Madtari ramai ketika sore dan malam hari. Udara Dago yang sejuk, makanan lezat, dan harganya yang relatif murah menjadikan Cafe Madtari sebagai salah satu tempat nongkrong favorit di Kota Bandung.

Ruang makan di Cafe Madtari

Cafe Madtari menjual makanan yang biasa kita temui sehari-hari, tetapi diolah lagi dengan topping dan bumbu yang menjadikan makanan biasa saja menjadi unik. Ada mie instan, roti bakar, pisang keju, roti bakar asin, telur setengah matang, jagung bakar, dan lain-lain. Menu makanannya memang biasa saja, tetapi topping dan penyajiannya unik. Misalkan mie instan, kita bisa memilih toping keju, kornet, dengan telur. Lalu, roti bakarnya pun memiliki banyak varian dan rasa, seperti coklat, kacang, keju, blueberry, dan strawberry. Tetapi, semua itu tergantung selera masing masing, karena ada yang suka dengan penyajian seperti ini, dan ada juga yang kurang cocok dengan topping topping yang dianggap terlalu banyak. Memang, yang dijual di sini adalah makanan makanan ringan, tetapi akan sangat cocok jika kamu makan sambil nongkrong, diskusi, atau sambil bekerja.

Intantel (Indomie Tanpa Telur)

Makanan yang khas dari Cafe Madtari adalah roti bakar keju, pisang keju, dan mie instan keju kornet. Makanan-makanan itu sangat menarik karena topping keju yang disajikannya sangat banyak, bahkan sampai memenuhi mangkok atau piring. Sampai sampai ada guyonan yang menjadi “trademark” dari Cafe Madtari, yaitu kalau memesan roti bakar keju atau menu keju lainnya, sebenarnya itu “keju yang bertopping roti” dan “keju yang dirotiin”. Harga makanan disini cukup terjangkau, dari 8000 sampai 25.000 rupiah aja!

Selain itu, minuman yang ditawarkan pun banyak opsinya. Ada teh, kopi, susu murni, bandrek, bajigur, jus, wedang jahe, jeruk, dan lain lain. Sama seperti makanan, minuman pun disajikan dengan variasi yang unik. Seperti susu telur madu jahe, susu murni berbagai rasa, teh hangat telur, susu kopi jahe, dan susu soda. Harga minumannya juga terjangkau dari 5000 sampai 15.000 rupiah aja.

Untuk fasilitasnya, ada ruang makan yang luas, terdapat puluhan meja dan kursi. Tempatnya membuat kita nyaman untuk nongkrong dan bersantai di Cafe Madtari. Apalagi di daerah Dago Bawah, udara dan suasana pepohonan yang asri benar benar membuat kita nyaman. Lalu, tempat parkirnya pun luas untuk motor dan mobil, sehingga kita tidak perlu khawatir dengan keamanan kendaraan kita.

Gimana? Tertarik nongkrong asik ala anak 90’an?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.