Bukti Peradaban Manusia Purba di Gua Song Terus, Jawa Timur

0
214
Batu Identitas Gua.

Gua Song Terus yang memiliki panjang 150 meter, lebar 10—20 meter, dan tinggi plafon 10 meter ini semakin diminati oleh pengunjung. Sebelumnya, gua ini tidak menunjukkan hal yang menarik. Namun, setelah para arkeolog melakukan eskavasi di dalam gua dan menemukan banyak benda-benda peninggalan sejarah, gua ini mulai dikunjungi masyarakat sebagai destinasi wisata. Arkeolog menyebut bahwa benda-benda yang ditemukannya menunjukkan keberadaan sejarah kerajaan manusia Jawa pada ratusan ribu tahun yang lalu.

Gua Song Terus membuat arkeolog tertarik untuk datang sejak Gustav Heinrich Ralph von Keningswald dari Jerman menemukan situs Kali Bak Sooka di Kecamatan Punung Pacitan. Ia adalah seorang paleontology dan geologi. Situs Kali Bak Sooka yang ditemukan menjadi penemuan terbesar kebudayaan Paleolitik atau budaya Pacitianian. Situs itu disebut-sebut sebagai bengkel manusia purba terbesar. Setelahnya, mulai banyak ditemukan situs prasejarah di Pacitan hingga mencapai 261 lokasi situs dan 3000 temuan artefak. Sejak saat itu, Pacitan menjadi lokasi situs terbesar di Indonesia.

Gua Song Terus terletak dekat dengan Gua Tabuhan, yaitu di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Temuan-temuan arkeolog di Gua Song Terus turut membuktikan bahwa Pacitan sudah dihuni sejak masa prasejarah. Temuan itu berupa peralatan yang digunakan oleh manusia prasejarah untuk berburu dan mencari makanan. Peralatan itu berupa kapak genggam, kapak penetak, mata anak panah, serut, dan alat-alat dari tulang. Peralatan itu tentu bisa menjadi pembelajaran bagi para siswa. Diharapkan dengan temuan itu, mereka tidak meragukan keberadaan sejarah manusia mulai dari zaman prasejarah hingga hari ini.

Bagian dalam Gua yang Gelap.

Di dalam Gua Song Terus juga ditemukan lebih dari 70.000 artefak sejak diteliti tahun 1994. Hingga saat ini, sudah hampir 17 tahun penggalian. Selain peralata itu, ada juga artefak yang berupa manik-manik sebagai perhiasan. Manik-manik itu terbuat dari batu, dolmen, atau kubur batu. Bahkan, jangan terkejut jika kalian menemukan tulang manusia yang ditemukan setelah penggalian. Tulang-tulang itu masih utuh dan lengkap dengan tengkorak manusia. Penemuan itu disebut sebagai fosil.

Fosil manusia purba dari Ras Austrialid yang sudah hidup sekitar 12.000 tahun lalu ditemukan di Gua Song Terus. Kerangka manusia purba itu diketahui berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan, posisinya terlipat menghadap dinding gua. Ada beberapa batu yang terlihat menyanggah tubuhnya. Tangannya terlihat memegang peralatan dari batu. Hal itu semakin menguatkan bahwa kerangka manusia yang ditemukan adalah manusia purba. Selain itu, kerangka manusia dari ras lain juga ditemukan, yaitu Ras Mongoloid. Sayangnya, bentuk kerangka tulangnya tidak rapi dan terkesan menumpuk di satu tempat.

Gua Song Terus sudah dilengkapi dengan banyak fasilitas sejak berubah menjadi destinasi wisata. Fasilitas itu berupa toilet umum, tempat parkir, dan warung. Meskipun makanan dan minuman yang dijual tidak terlalu bervariasi, itu sudah cukup membantu mengatasi rasa lapar dan dahaga. Kalian pun diizinkan oleh pengelola gua untuk melakukan aktivitas fotografi. Kalian boleh mengambi gambar dari sudut mana pun sehingga foto yang kalian hasilkan semakin estetik. Kalian bisa memotret semua pemandangan gua, baik lukisan atau gambar di dinding-dinding gua, peralatan-peralatan yang ditinggalkan, dan kerangka manusia purba.

Batu Identitas Gua.

Untuk kalian yang mengunjungi Gua Song Terus, kalian tidak boleh membuang sampah sembarangan. Selain itu, kalian juga harus menjaga kelestarian artefak yang ada di dalamnya. Jika memang ada larangan untuk memegang, kalian harus mematuhinya. Pasalnya, artefak itu ada yang sudah rapuh seperti kerangka manusia. Karena itulah penjagaan dan perawatan benda-benda yang ada di sana harus lebih ketat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.