Bukit Pronojiwo, Tempat Mendaki Bagi Pemula

0
103
Pemandangan di atas bukit Pronojiwo yang tertutup kabut.

Tak ada salahnya jika kalian sedang di Yogyakarta untuk menyempatkan mengunjungi tempat wisata satu ini, Pronojiwo. Sebagai salah satu tempat wisata favorit di kaki Gunung Merapi itu menawarkan berbagai panorama yang sulit dijumpai di pusat Kota Yogyakarta.

Tempatnya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang tak jauh dari kampus UII Kaliurang. Akses menuju ke sana sudah bagus karena kondisi jalanan yang sudah mulus, sayangnya jalan tersebut tidak terlalu lebar. Jarang sekali ada angkutan atau bis yang langsung menuju ke sana, jadi disarankan untuk menyewa kendaraan saja. Beruntungnya saya ke sana diajak oleh seorang teman yang berdomisili di Kulonprogo, Yogyakarta.

Jika kalian sudah tiba di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, naiklah ke sebuah tangga kecil menuju loket pembayaran sekaligus gerbang utama sebelum ke Bukit Pronojiwo. Harga tiket sekali masuk juga lumayan terjangkau, hanya lima ribu rupiah saja. Jika sudah membayar ikuti papan penunjuk jalan ke Bukit Pronojiwo.

Sebelum naik menanjak ke bukit, usahakan kalian membawa minum yang cukup karena tenaga kalian akan cepat habis apalagi bagi mereka yang belum pernah mendaki ke sebuah gunung. Kalian tidak perlu membawa makanan karena ada banyak sekali monyet yang mengintai makanan kalian, jadi makanlah sebelum atau sesudah mendaki bukit. Jika kalian membawa makanan maka bisa-bisa kalian diserang atau dikejar kawanan monyet karena tercium bau makanan di tas/kantong kalian.

Gerbang masuk utama sekaligus loket pembayaran.

Jalan menuju atas bukit memang sedikit sempit, namun rutenya tidak begitu susah. Pepohonan rindang di samping jalan akan membuat rasa lelah sedikit terobati. Namun tetap harus hati-hati karena beberapa pohon tumbang menutupi bahu jalan. Mendaki di saat cuaca cerah adalah pilihan bagus untuk menghindari kejadian pohon tumbang di tengah-tengah pendakian yang lumayan singkat itu.

Kawanan monyet di samping jalan juga lumayan seram, apalagi jika kalian melihat monyet yang ukurannya tidak biasa. Usahakan tetap tenang dan jangan lari, kalau lari bisa-bisa kalian malah dikejar. Apalagi bawah jalan adalah jurang, bisa-bisa kalian terpeleset jatuh.

Banyak muda-mudi yang menyerah sebelum sampai ke puncak Bukit Pronojiwo. Padahal bukit tersebut tak sampai 700 meter, mungkin karena jalanan menanjak dan cukup licin sehingga mereka mengurungkan niat untuk sampai ke puncak.

Sebelum kita mencapai puncak, terdapat papan penunjuk yang seolah-olah menyemangati kalian agar tidak menyerah. Tulisan “100 meter lagi” seolah menjadi oase di tengah padang pasir terutama bagi pendaki pemula seperti saya.

Monyet yang terekam kamera.

Total waktu mendaki dengan sedikit istirahat adalah sekitar dua jam. Begitu tiba di puncak, semua terbayarkan. Kita akan melihat gagahnya Merapi yang dulu pernah meletus. Ada bangunan seperti mercusuar yang bisa kita naiki agar pemandangan Merapi semakin jelas. Disediakan juga papan untuk berfoto.

Sayangnya, bangunan seperti mercusuar itu tak lepas dari jeratan preman vandalisme. Ada berbagai macam tulisan di bangunan yang sangat merusak citra pemandangan. Selain itu, bangunan yang terbuat dari besi tersebut sudah keropos di mana-mana. Cat oranye sudah mengelupas dan luas bangunan yang tidak begitu besar sehingga kalau sedang banyak pengunjung maka kita harus mengantre karena space di bangunan yang muat kurang lebih enam orang saja.

Tempat berfoto dan melihat indahnya alam Merapi.

Sebelum turun, jangan lupa untuk membawa sampah minuman kita. Meski ada tong sampah tak jauh dari bangunan, namun sampah-sampah itu tetap berserakan. Bisa karena ulah monyet, petugas pembawa sampah yang tidak bertugas atau ulah manusia yang tak sadar lingkungan. Lagi pula apa tidak kasihan pada petugas kebersihan yang harus turun bukit untuk memunguti sampah kalian.

Kalau saran saya mending sampah itu dimasukkan ke dalam tas kita, lalu begitu turun bukit kita buang sampah ke tong sampah di bawah.

Oh ya Bukit Pronojiwo ini tutup pukul 16.00, jadi usahakan mendaki ke sana sebelum tengah hari. Untuk menghindari cuaca panas, disarankan juga untuk memakai topi dan sun block.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.