Bukit Pengilon, Surga Tersembunyi di Selatan Yogyakarta

1
885
Spot Foto Ikonik di Bukit Pengilon.

Ketika kita mendengar kata Yogyakarta, mungkin satu hal yang terlintas di pikiran kita adalah kota yang hangat dengan suasana budaya serta adat istiadatnya yang masih cukup kental. Bagaimana tidak, salah satu warisan yang pernah menjadi keajaiban dunia, yakni Candi Borobudur pun terletak di kota yang sekaligus juga menjadi provinsi di Pulau Jawa ini. Tak hanya kental dengan budayanya, kota ini juga memiliki berbagai tempat wisata yang sudah cukup terkenal. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kawasan wisata Malioboro, Alun-alun Kidul, atau bahkan Taman Gumuk Pasir.

Namun siapa sangka, kota yang telah berusia 262 tahun ini masih menyimpan keindahan alam yang tersembunyi, belum banyak diketahui orang banyak. Bergeser sedikit dari pusat kota Yogyakarta menuju arah timur-selatan, tepatnya di wilayah Gunung Kidul, terdapat beberapa kawasan wisata yang memaparkan indahnya ciptaan Sang Khalik dalam bentuk hamparan pasir dan laut yang begitu luas. Pantai Siung, Wediombo, dan Watu Lumbung adalah hanya segelintir dari beberapa pantai menawan di daerah Gunung Kidul. Melihat satu diantara banyaknya pantai di sana saja sudah sangat menyejukkan hati, tetapi apakah mungkin jika kita mampu melihat empat pantai sekaligus secara bersamaan di satu tempat?

Ternyata, terdapat satu destinasi wisata yang mampu menjawab pertanyaan tersebut, yakni Bukit Pengilon. Masih bertempat di daerah Gunung Kidul, tepatnya di Dusun Ngelo, Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul, Bukit Pengilon menawarkan sensasi melihat pemandangan empat pantai sekaligus dari atas bukit yang penuh dengan padang rumput luas. Menarik, bukan?

Trek Curam yang Harus Dilalui.

Hanya saja, sebelum tiba di daerah yang dijuluki Nusa Penida-nya Yogyakarta ini, travelovers harus menempuh perjalanan yang cukup jauh nan sulit. Jarak dari Kota Yogyakarta menuju Bukit Pengilon adalah 73 km, atau sekitar 2 jam perjalanan jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Satu jam pertama akan dihabiskan untuk perjalanan menuju wilayah Gunung Kidul, sementara satu jam berikutnya adalah waktu yang ditempuh untuk tiba di titik lokasi kawasan wisata Bukit Pengilon.

Jika kalian berpikir bahwa rintangan menuju tempat wisata ini hanyalah waktu tempuh yang cukup panjang, nampaknya kalian harus mempersiapkan diri lebih baik lagi sebelum berkunjung ke bagian ujung provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Pasalnya, travelovers harus melewati jalanan berkelok-kelok sesudah melewati perbatasan wilayah Kota Yogyakarta dan Gunung Kidul. Tentu saja, ini merupakan tantangan berat jika kalian mudah mabuk darat. Tidak cukup sampai di situ, jalanan yang dilalui pun tidak semuanya beraspal. Kurang lebih sekitar 30 menit terakhir sebelum sampai, para pengunjung harus melewati jalan bebatuan yang bahkan tidak cukup lebar untuk dua mobil minibus.

Setibanya di kawasan parkir tempat wisata Bukit Pengilon, ternyata travelovers masih harus berjalan kaki lagi sekitar hampir 1.5 km untuk mencapai puncak dari bukit ini. Terdapat dua rute yang dapat dipilih, yakni melalui Pantai Wediombo atau melalui Pantai Siung. Trekking ini merupakan rintangan terakhir yang harus dilalui sebelum melihat pemandangan laut yang aduhai dari atas bukit yang juga merupakan bagian dari kaki Gunung Api Batur tersebut. Jalanan yang dilalui pun masih beralaskan tanah, menanjak curam dan cukup licin. Oleh karena itu, sebaiknya travelovers menggunakan sepatu kets jika ingin mengunjungi tempat wisata ini.

Pemandangan dari Puncak Bukit Pengilon.

Berdasarkan pengalaman pribadi ketika berkunjung ke bukit yang bentuknya menyerupai cermin ini, saya tiba di lokasi ketika matahari sudah bersinar cukup terik, maka tak heran jika cuacanya menjadi sangat panas. Untungnya, angin sepoi-sepoi menemani perjalanan saya menuju puncak bukit, sehingga menyejukkan suasana di tengah kelelahan yang mendera.

Pada akhirnya, ketika travelovers sudah sampai di puncak bukit tersebut, kalian akan langsung dimanjakan dengan hamparan padang rumput luas yang dikelilingi oleh empat pantai sekaligus. Jika travelovers menengok ke arah barat, pemandangan menakjubkan dari Pantai Banyu Nibo dan Pantai Siung akan terlihat sangat jelas. Sedangkan sedikit bergeser ke arah timur, pemandangan dari Pantai Wediombo dan Watu Lumbung siap membuat kalian takjub dengan perpaduan gradasi warna biru-putihnya.

Tentu saja Bukit Pengilon ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan berbagai tempat wisata lainnya di wilayah Gunung Kidul. Pada umumnya, berbagai tempat wisata di Gunung Kidul mempunyai hamparan pasir putih nan luas, namun bukit ini menawarkan pemandangan berupa hamparan rumput nan hijau dan di kelilingi lautan luas.

Spot Foto Ikonik di Bukit Pengilon.

Percayalah, walaupun akses dan medan menuju Bukit Pengilon sangat sulit untuk dilalui dan membutuhkan tenaga lebih, namun perjuangan kalian tidak akan sia-sia dengan pemandangan indah yang dapat kalian nikmati. Perjalanan panjang nan melelahkan yang kalian tempuh akan hilang seketika dan terbayarkan dengan pesona alam yang seakan-akan menghipnotis layaknya berada di surga dunia. Tak hanya itu, kalian juga akan menjumpai gubug-gubug para petani yang sengaja didirikan sebagai persinggahan ketika rasa lelah muncul.

Bagi travelovers yang ingin mencari spot foto instagramable, maka Bukit Pengilon ini merupakan tempat yang cocok untuk kalian. Terdapat beberapa kursi kayu yang selain berfungsi sebagai tempat beristirahat, kursi ini pun dapat dijadikan objek foto karena langsung mengarah ke pemandangan menakjubkan dari lautan luas. Selain itu, perpaduan warna hijau dari rumput dan pepohonan yang tumbuh rimbun serta warna biru-putih dari laut dan langit akan sangat cocok bagi kalian yang gemar menyusun feed Instagram.

Sayangnya, kawasan wisata Bukit Pengilon ini nampaknya kurang dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah sekitar. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya akses menuju salah satu bukit terbaik di wilayah Yogyakarta ini. Ditambah lagi, belum ada pemasaran yang cukup mengenai indahnya wilayah perbukitan ini. Padahal, Bukit Pengilon dengan segala keindahannya ini menyimpan sejuta potensi besar yang dapat menambah pendapatan daerah serta pemberdayaan masyarakat sekitar dari sektor pariwisata.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi milenial wajib mendukung serta memperkenalkan berbagai tempat wisata yang masih tersembunyi. Tak hanya itu, kita pun harus menjaga keindahan serta kelestarian alam ini agar dapat dinikmati pula kedepannya. Negara Indonesia sudah terkenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, dan bukankah sudah selayaknya kita berkewajiban untuk menjaganya agar dapat dinikmati pula oleh anak-cucu kita?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.