Bukit Jamur Gresik, Satu-satunya Bukit Kapur Berbentuk Jamur

0
393
Bukit jamur.

Bukit Jamur Gresik masih tergolong wisata baru yang berada di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Untuk menuju tempat ini tinggal menyusuri jalur pantura via Manyar-Bungah. Usai dari pertigaan Bungah (bila dari arah Surabaya), sekitar satu kilometer belok kiri. Di sana ada portal menuju area penambangan batu kapur.

Ketenaran Bukit Jamur baru dimulai pada tahun 2015 dan saat itu ramai di media sosial. Keunikannya segera menyebar. Bukit Jamur kini tidak hanya menjadi incaran warga sekitar yang berasal dari Gresik, Lamongan, Surabaya, namun juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai wilayah. Apa yang membuatnya begitu istimewa? Bukit Jamur Gresik berupa kumpulan jamur-jamur raksasa yang terbuat dari batu kapur setelah mengalami proses fenomena alam yang biasa disebut Mushroom Rock. Mushroom Rock adalah fenomena alam di mana batu terkikis oleh angin yang akan membawa dan membuang material-material kecil dari batu tersebut.

Batu-batu yang berbentuk jamur ini terbentuk secara alami oleh proses fenomena alam, bukan dipahat oleh manusia. Selama bertahun-tahun, batuan yang ada di perbukitan ini mengalami pengikisan sehingga pada bagian atas, batu lebih kokoh sehingga bentuk batunya tidak akan berubah. Yang paling istimewa adalah kabarnya bukit Jamur Gresik yang berupa kumpulan batu-batu kapur berbentuk jamur ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Bukit jamur dari kejauhan.

Bukit Jamur Gresik sebenarnya adalah area pertambangan batu kapur yang ditinggalkan. Tempat ini hanya dibuka untuk dijadikan tempat wisata pada hari Sabtu dan Minggu saja. Tempat ini juga sangat aman bagi kantong anak muda karena tidak perlu membeli tiket untuk memasuki tempat ini alias gratis! Cukup membayar biaya parkir Rp3.000 untuk motor atau Rp10.000 untuk mobil.

Di Bukit Jamur Gresik kita akan melihat batu-batu yang berbentuk menyerupai jamur payung yang sempurna lengkap dengan badan/tangkai dan payungnya. Batu-batu ini menciptakan keindahan alam yang mempunyai nilai tersendiri, unik, eksotis, serta menarik untuk dinikmati. Setiap sudutnya menarik untuk diabadikan dalam jepretan kamera. Karena itulah Bukit jamur menjadi incaran para pecinta fotografi.

Mendengar ketenaran Bukit Jamur, saya bersemangat 45 untuk mengunjunginya dan berharap dengan sangat agar mendapatkan dokumentasi yang tak terkalahkan. Hari Kamis saya berboncengan motor dengan seorang teman meluncur di bawah terik matahari menuju lokasi Bukit Jamur. Kami pun menerabas jalur Pantura yang panas. Namun rasa panas yang menyengat kala itu tak kami hiraukan demi terbayang-bayang eksotisnya jamur-jamur raksasa.

Namun apa daya, tak seperti biasanya saya melakukan pembolangan dan berhasil merayu petugas, kali ini sama sekali tidak berhasil. Jika kami ingin berada dekat dengan para jamur itu, kami harus kembali di hari Sabtu atau Minggu.

Kami terima nasib dan pulang dengan tangan kosong. Setidaknya kami dapat info bahwa waktu terbaik untuk menikmati Bukit Jamur adalah pagi atau sore hari. Saat cuaca tidak sepanas bagai di depan tungku perapian. Namun bukit pasti dipenuhi banyak orang.

Pengunjung yang sedang saling memotret di bukit Jamur.

Karena itulah, di siang bolong di hari Minggu kami kembali ke Bukit Jamur demi mendapat dokumentasi yang membanggakan. Sayangnya, siang hari itu bukit telah penuh dengan manusia. Kami bersabar hingga sore hari, tapi manusia datang silih berganti memenuhi Bukit Jamur. Lagi-lagi kami terima nasib atas apa yang kami dapatkan. Meskipun begitu, kami tetap menikmati kunjungan ke Bukit Jamur dengan duduk santai berteduh di bawah payung jamur sambil berbincang santai sembari menikmati angin yang bertiup.

Yah meski tidak mendapat foto yang super, kunjungan ke bukit unik tersebut tetap membuat kami merasa bahagia. Dan sebagai Warga Negara Indonesia, kami hanya bisa berucap syukur menyaksikan karya seni luar biasa, anugrah Sang Maha Pencipta yang dititipkan di Indonesia.

Ayo Sobat Travelblog, kapan kalian akan berkunjung ke sini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.