Berwisata Sejarah ke Museum Sonobudoyo Yogyakarta

0
508
Museum Sonobudoyo.

Yogyakarta adalah daerah lengkap untuk berwisata, mulai dari wisata alam sampai budaya. Salah satu wilayah wisata kota yang sudah umum dikunjungi wisatawan adalah daerah bersejarah alun-alun utara – keraton – nol kilometer. Tapi, adakah sebuah objek wisata di daerah itu yang tersembunyi dan jarang dikunjungi? ada! Namanya museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo adalah salah satu museum paling tua di daerah Yogyakarta, bahkan pulau Jawa. Dibangun tahun 1925, museum ini sudah lama menjadi ikon sejarah Yogyakarta, tulisan kali ini akan membahas mengapa museum Sonobudoyo bisa menjadi pilihan wisata di Yogyakarta.

Jarang, Unik, dan Hemat!
Tiket masuk ke museum Sonobudoyo.

Buat apa wisata ke museum? Mungkin, beberapa pembaca bertanya seperti itu, tapi mari berpikir sejenak. Jika kita mengunjungi sebuah daerah, kita akan lebih menghargai dan mengerti semua hal soal daerah itu jika mengenal cerita cerita masa lalunya. Mengunjungi museum buka sekedar melihat lihat patung, lalu mendengarkan ceramah dari pemandu. Mengunjungi museum adalah upaya kita untuk mengenal struktur masyarakat daerah yang kita kunjungi, makanya yang kita cari adalah cerita cerita tersembunyi dibalik dinding dan kertas tua museum.

Jika dibanding Keraton Yogyakarta dan Benteng Vredeburg, museum Sonobudoyo jarang dikunjungi dan sedikit yang tertarik menelusuri kisah di dalamnya. Padahal, jika kita bandingkan koleksinya, maka museum ini yang memiliki peninggalan dari rentang waktu sejarah yang panjang di Jawa. Mulai dari zaman prasejarah, zaman animisme, zaman hindu budha, sampai zaman modern.

Beranda museum Sonobudoyo.

Kita akan mulai mengelilingi museum dari beranda, lalu menuju pendopo. Di bagian ini kita bisa melihat peninggalan peninggalan berupa batuan arca  dan struktur candi, bagian ini terletak di beranda museum. Setelah kita mengelilingi beranda, kita akan masuk ke ruang perkenalan. Ruang ini adalah kilas balik kehidupan masyarakat Jawa di zaman dahulu, mulai dari perabot rumah tangga sampai ornamen keraton. Setelahnya, kita akan berurutan melewati ruang zaman prasearah, zaman logam, dan zaman batu. Ini menandakan proses awal peradaban di Jawa.

Lalu, kita akan masuk ke ruangan Hindu Budha. Inilah tempat kita mendapat penjelasan soal candi, kerajaan, dan peninggalan peninggalannya. Semua ruangan museum ini ada 12 ruangan, semua ruangan yang kita lewati sesuai urutan waktu dan periode kebudayaan di wilayah Jawa. Oh iya, peninggalan peninggalan di museum ini tidak sebatas daerah Jawa saja. ada peninggalan dari Bali, Lombok, dan Madura.

Kitab kuno di museum Sonobudoyo.

Yang menarik bagi saya, peninggalan dan perawatan koleksi museum ini begitu baik. Terlihat dari beberapa koleksi, seperti kitab kitab jawa kuno, lalu daun lontar dari bali, hingga wayang kulit yang usianya ratusan tahun! Bayangkan, kertas yang usianya beberapa tahun saja bisa lapuk, bagaimana dengan daun lontar yang usianya ratusan tahun! Kelengkapan koleksi di museum ini memang sangat spesial, dimana lagi dengan uang 3000 rupiah kita bisa melihat benda benda bersejarah yang usianya ratusan tahun! Itulah letak keistimewaan museum Sonobudoyo, koleksi koleksi yang lengkap dan terawat!

Fasilitas yang terdapat di museum Sonobudoyo sudah sangat baik. Ruangan ruangannya ber AC, ada penjelasan tulisan di setiap objek peninggalan, dan tentunya ada pemandu museum yang akan menjelaskan kisah kisah dibalik koleksi museum ini. Selain itu, di beberapa ruangan ada kursi untuk beristirahat, ada toilet, dan mushola.  Untuk semua fasilitas dan koleksi museum yang ditunjukan, kita hanya membayar tiket masuk seharga 3000 rupiah saja.

Ayo kunjungi museum, kenali sejarah bangsa kita!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.