Berwisata Santai di Pulau Pari, Kepulauan Seribu

0
69
Salah satu tempat berfoto di Pulau Pari.

Bagi kalian yang tinggal di daerah Jabodetabek, pasti tidak asing dengan yang namanya Pulau Pari yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu yang masih alami.

Pulau ini memiliki dua wisata yang wajib untuk dikunjungi yaitu Pantai Pasir Perawan dan Pantai Bintang. Bagi kalian yang ingin ke Pulau Pari, ada dua alternatif yang banyak digunakan yaitu mellewati Pelabuhan Kali Adem di Muara Angke ataupun dari Dermaga Marina di Ancol. Apabila kalian menggunakan KRL kalian bisa turun di Stasiun Muara Angke dan melanjutkan perjalanan menggunak angkot ataupun ojek online.

Perjalanan kami dimulai dari Stasiun Bogor menuju ke Stasiun Muara Angke. Sesampainya di stasiun, kami langsung memesan ojek online agar perjalanan lebih mudah dan tidak ribet. Karena dari Bogor sekitar jam 6 dan sesampainya di Muara Angke jam 9 sehingga kami ketinggalan kapal untuk menuju ke Pulau Pari. Pada saat itu juga bertepatan dengan akhir pekan, sehingga banyak orang yang ingin ke sana.

Pantai Bintang pada sore hari.

Bukan hanya kami yang tidak ketinggalan kapal, ternyata ada juga yang ketinggalan kapal untuk menuju ke sana. Ketika kami ingin kembali, ada yang menawarkan kami untuk menggunakan kapal barang ke Pulau Pari, tetapi lokasinya di Tangerang otomatis kami harus membayar angkot menuju ke sana. Karena sudah tanggung jadi kami bersepakat untuk melanjutkan perjalanan meskipun harus membayar lebih banyak.

Perjalanan dari Muara Angke menuju ke Tangerang tepatnya di Pelabuhan Cituis memakan waktu sekitar 45- 60 menit. Sesampainya di sana, kami membayar kapal sekitar Rp 25.000. Harga di pelabuhan ini relatif lebih murah dibandingkan dengan Muara Angke, tetapi karena kami juga membayar transportasi menuju ke sini tetap saja hitungannya mahal. Sepertinya pelabuhan ini hanya di khususkan untuk membawa barang ke Kepulauan Seribu. Karena tidak ada pilihan lain, jadilah kami ikut kapal barang ini ke Pulau Pari. Perjalanan ke Pulau Pari dari pelabuhan ini relatif lebih cepat dibandingkan melalui Muara Angke dengan memakan waktu 60 menit saja.

Sesampainya di Pulau Pari, kami langsung bergegas menuju Pasir Pantai Perawan untuk mendirikan tenda, kami menggunakan tenda untuk menghemat biaya. Biasanya di Pulau ini menyewakan homestay yang berkisar antara Rp 350.000-500.000 bahkan bisa lebih sesuai dengan fasilitas yang ada. Kami memang berniat untuk menggunakan tenda saja di pulau ini. Biaya mendirikan tenda sekitar Rp 25.000 dan kalian bebas untuk bertenda di mana saja sesuai dengan tempat yang ditentukan. Kalian tidak perlu khawatir jika tidak menyewakan tenda, di pantai ini disewakan berbagai peralatan untuk camping dan harganya sesuai dengan apa saja yang ingin kita sewa.

Terdapat fasilitas lapangan voli di Pantai Pasir Perawan.

Pasir Pantai Perawan merupakan salah satu pantai yang indah dan pengelolaannya sangat baik. Pantai ini memiliki pasir yang putih dan banyak gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai serta ayunan yang bisa digunakan. Selain pantai yang putih, di sini juga menyewakan kapal untuk mengelilingi kawasan mangrove yang tumbuh maupun di tanam di pantai ini. Pantai ini biasanya digunakan untuk melihat sunrise yang indah di pagi hari. Fasilitas di pantai ini lengkap seperti toilet, kamar mandi dan ada juga lapangan untuk bermain voli. Biasanya pada malam hari, tempat ini rame dikunjungi untuk sekedar jalan- jalan ataupun acara bakar-bakaran.

Pulau Pari juga memiliki wisata bawah air yang tidak kalah serunya, kita dapat snorkeling di tempat ini dan tentu saja harus membayar kapal dan alat perlengkapannya. Salah satu wisata yang unik yaitu Pantai Bintang di sebelah barat Pulau Pari. Pantai ini unik dikarenakan kita dapat melihat banyak bintang laut yang hidup di pantai ini. Tetapi untuk mencapai tempat ini memakan waktu yang lumayan lama yaitu sekitar 30 menit dari Pantai Pasir Perawan. Tapi tidak perlu khawatir, di pulau ini menyewakan sepeda yang memudahkan kita untuk berjalan-jalan selain itu terdapat becak motor yang juga dapat mengantarkan kita. Pantai ini rame pada sore hari dikarenakan ingin melhat sunset yang indah sambil pemandangan yang ada.

Selain tempatnya yang masih bagus, biaya untuk ke Pulau ini pun tidak terlalu menguras kantong. Maka Pulau ini wajib kalian kunjungi jika ada kesempatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.