Berwisata Dengan Kereta Api Lodaya

0
552
Menjelang keberangkatan.

Transportasi adalah salah satu bagian penting dalam berwisata. Secara umum, transportasi untuk wisata di Indonesia belum rata persebarannya. Pulau Jawa mungkin salah satu pulau dengan alternatif dan jenis transportasi yang beragam. Untuk menjelajahi Pulau Jawa, kita bisa memakai berbagai moda transportasi. Ada kereta api, bus, travel, dan pesawat. Dari berbagai moda tersebut, pesawat adalah moda paling efisien dan cepat. Tetapi secara ekonomis, uang yang dibutuhkan tidak sedikit, dan hal ini menjadi salah satu masalah bagi para wisatawan yang memakai gaya backpacking atau budget trip.

Mau tidak mau, transportasi darat pun menjadi salah satu pilihan. Dan moda transportasi yang menjadi primadona perjalanan darat adalah kereta api. Karena kereta api lebih unggul dibandingkan moda transportasi lain, baik dari segi waktu, pengelolaan perjalanan, dan segi kenyamanan dalam perjalanan. Kereta api sendiri terbagi menjadi 3 kelas, yaitu eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Kali ini saya akan mengulas sebuah kereta api yang bernama Lodaya, dari Solo menuju Bandung. Kereta api ini biasanya digunakan untuk berwisata, walaupun kelasnya bisnis dan eksekutif.

Ulasan, Fasilitas, dan Harga.
Eksterior kereta api Lodaya.

Kereta Api Lodaya merupakan salah satu kereta api yang sudah lama dikenal publik, pertama kali beroperasi pada tahun 1992. Sebelumnya, kereta ini dikenal dengan nama Kereta Api Padjajaran atau Senja Mataram. Dahulu hanya melayani koridor Bandung-Yogyakarta dan diperluas menuju Bandung-Solo. Saat ini, Kereta Api Lodaya terdiri atas KA Lodaya Pagi dan KA Lodaya Malam, sehingga kereta ini menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan yang hendak ke Solo, Yogyakarta, ataupun Bandung.

Pada tanggal 2 Agustus 2019, saya menaiki Kereta Api Lodaya dari Yogyakarta menuju Bandung, dengan menggunakan kereta yang berangkat pada malam hari. Saya mengawali perjalanan dari stasiun Yogyakarta, kurang lebih pada pukul 19:30, saya sudah sampai di Stasiun Bandung. Malam itu, suasana stasiun cukup sibuk, banyak orang sedang mengantre tiket. Suasana sesak itu ternyata tidak mempengaruhi antrian pencetakan tiket, karena sistem aplikasi yang sudah banyak digunakan pengguna kereta. Sehingga, para wisatawan dan pengguna tidak perlu mencetak tiket, cukup mengeluarkan handphone dan memperlihatkan e-boarding pass.

Interior kereta api Lodaya.

Tak terasa, sudah pukul 20:00, kereta Lodaya berangkat pada pukul 20:08. Saya pun bergegas masuk ke dalam kereta. Di dalam kereta, terdapat banyak sekali wisatawan, entah yang ingin berwisata atau pulang ke daerahnya. Saya memesan kursi bisnis, jadi kursi dan jarak antar penumpangnya tidak terlalu rapat seperti kelas ekonomi. Saya pun duduk dan mengatur ketegakan kursi sampai posisi nyaman, sambil istirahat saya mencoba memperhatikan interior kereta. Penerangannya sangat terang dan jelas, lalu bagasi tempat menaruh barang pun bisa memuat tas besar bahkan koper. Interior kelas bisnis pun memiliki kesan nyaman dan bersih.

Gerbong kereta khusus makan.

Selanjutnya, ada beberapa fasilitas yang terdapat di Kereta Api Lodaya, yaitu gerbong restoran dan toilet duduk. Gerbong restoran menawarkan berbagai macam makanan dan minuman hangat atau dingin. Dengan tempat makan yang nyaman, tentu pengalaman makan di gerbong restoran menjadi hal menarik. Dengan fasilitas dan tempat yang cukup nyaman, kita membeli tiket seharga Rp 250.000 – Rp 300.000 saja. Waktu 7 jam perjalanan pun tidak akan terasa lama, karena kita bisa beristirahat dan menikmati suasana dalam kereta. Kereta Api Lodaya bisa menjadi salah satu pilihanmu untuk berwisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.