Bersantai di Café Tengah Hutan Raya Djuanda

0
141
Signage yang ada di pintu masuk Dalem Wangi.
Signage yang ada di pintu masuk Dalem Wangi.

Ada lagi sesuatu yang baru di mana Hutan Raya Djuanda (Tahura Djuanda Bandung), Dago ini punya café di tengah hutan kota. Café mungil bernama Dalem Wangi Bed and Brew ini bisa kamu datangi setelah lelah mendaki dan menjelajahi hutan yang luasnya 11 hektare (ha) ini. Walaupun Dalem Wangi belum terlalu lama berdiri tapi setiap akhir pekan café ini ramai dikunjungi.

Sekitar pertengahan tahun 2018 saya berkunjung ke Tahura, di lokasi Dalem Wangi berdiri sekarang, masih dalam tahap pembangunan. Peralatan dan bahan-bahan bangunan berserakan di mana-mana. Waktu itu bentuknya belum kelihatan mau dibikin apa. Saya kira akan jadi salah satu bagian dari museum yang memang saat itu masih sama-sama dalam tahap pembangunan. Nyatanya bukan. Bangunan yang hampir 80% terbuat dari material kayu ini menjadi café di tengah hutan yang nyaman untuk dikunjungi.

Awalnya saya mengenal café ini ketika mengikuti sebuah Tea Class di mana kelas tersebut diadakan di sini. Salah satu kawan saya yang juga mengikuti kelas tersebut menyangka kalau Dalem Wangi yang dimaksud adalah nama sebuah tempat di daerah Cidadap, Ciumbuleuit. Yup, Namanya memang sama tapi Dalem Wangi yang ini adalah Dalem Wangi Bed & Brew, café mungil di tengah hutan.

Salah satu sudut di Dalem Wangi yang biasa digunakan untuk meeting atau event.

Lokasi café ini berada tidak jauh dari patung dada (bust) Ir H Djuanda, ikon Tahura. Akan lebih dekat lagi jika masuk lewat pintu masuk kedua. Di lokasi tempat Dalem Wangi berdiri ada beberapa kantor milik pengurus Tahura seperti kantor dan mes Koperasi Tahura, tempat peminjaman sepeda, kantor para staff Tahura, musala dan toilet. Bangunan dan keramaian seperti terkonsentrasi di area ini. Selain itu ada juga warung dan tempat istirahat yang membuat area ini menjadi ramai baik itu oleh pengunjung maupun oleh staff Tahura sendiri.

Bangunan café di Dalem Wangi ini terlihat mencolok di antara bangunan lain yang terbuat dari semen di sekitar lokasi tersebut. Penggunaan material kayu di Dalem Wangi ini sangat menyesuaikan dengan hutan tempat di mana café berdiri. Kalau kamu duduk di pojokan Dalem Wangi bisa nyaman sekali. Atau jika kamu ingin menikmati udara segar hutan, meja-meja di area outdoor bisa kamu gunakan untuk bersantai. Kalau saya pribadi saya lebih suka meja di area outdoor. Udara segar hutan dan bunyi-bunyian binatang hutan menjadi sesuatu yang menarik yang hadir di café ini. Meskipun Dalem Wangi sendiri punya audio yang memutar lagu-lagu dan live music di hari tertentu sebagai hiburan bagi pengunjung yang datang, namun berada di meja outdoor dengan dikelilingi pepohonan seperti ini memberi ketenangan tersendiri yang jarang ditemui. Apalagi saat badan sudah lelah setelah menjelajah seluruh area hutan. Rasanya suara-suara itu seperti mengisi kembali energi saya.

Jangan takut kelaparan kalau ada di Dalem Wangi. Mereka punya menu makanan ringan dan berat yang bisa kamu pesan. Menu utama nasi dengan lauk sayur, ayam dan lauk lainnya bisa kamu pesan untuk menghilangkan rasa laparmu. Atau kalau kamu tidak terlalu lapar berbagai jenis camilan bisa kamu pesan saat ingin duduk-duduk saja menikmati nuansa hutan.

Di samping Dalem Wangi ada rental sepeda.

Untuk minumannya Dalem Wangi menyediakan berbagai jenis teh, kopi dan minuman dengan campuran tanaman herbal. Favorit saya adalah es kopi tisdam. Saat saya datang ke Dalem Wangi cuaca sedang terik. Panas matahari jam 1 siang benar-benar membuat saya kehausan. Maka pilihan saya memilih jatuh pada minuman dingin berbahan kopi itu. Rasanya segar, bukan karena ada es di dalamnya tapi satu komposisi di minuman itu ada yang berbeda dan menghadirkan sensasi segar saat minuman dingin itu mengalir lewat tenggorokan. Dan menu makanan yang saya pilih saat itu adalah nasi dengan dua porsi sate kambing. Maaf, saya sedang lapar waktu itu. Jadi satu porsi sate belum cukup untuk menghilangkan rasa lapar saya.

Makanan dan minuman yang disediakan di Dalem Wangi dibanderol harga kisaran Rp 15.000 – Rp 55.000. Tidak akan membuat isi kantongmu terkuras loh. Jam operasional Dalem Wangi ini sampai malam, meskipun jam operasional Tahura Djuanda hanya sampai jam 4 sore. Pengunjung yang datang di atas jam 4 sore tidak dikenakan tiket masuk Tahura alias gratis masuk. Informasi ini baru saya tahu dari seorang kawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.