Bersantai di Bibir Pantai Ungapan Malang

0
1315
Batu karang berbentuk buaya.

Tidak semua pantai di Malang Selatan memiliki kontur tanah yang berbukit. Ini yang bisa saya simpulkan saat pertama kali ke Pantai Ungapan. Saya hampir tidak mendapatkan kesulitan berarti kala menjelajahi pantai ini yang tepat berada di Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang.

Kedatangan saya ke sini masih dalam rangka menjelajahi pantai-pantai di Malang selatan yang begitu elok. Sebenarnya, Pantai Ungapan masih satu rangkaian dengan Pantai Bajulmati. Berada di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, untuk mencapai pantai ini saya terlebih dahulu melewati Jembatan Bajulmati. Jembatan yang berada di delta pertemuan sungai dan laut selatan. Oh ya, jembatan ini juga sering digunakan sebagai spot fotografi lantaran kita bisa melihat pertemuan sungai dan laut tersebut.

Pengunjung berfoto di ikon Pantai Ungapan.

Tak jauh dari jembatan tersebut, maka Pantai Ungapan akan terlihat. Garis pantai ini hanya berada sekitar 400 meter dari jalan raya. Jadi, dari tempat parkir, hanya perlu berjalan kaki sebentar tanpa perlu mendaki bukit atapun menapakai jalan terjal.

Sebuah spot foto berupa tulisan yang berada di dekat parkiran menjadi rebutan bagi penggemar foto yang akan mengabadikan momen. Saking banyaknya pengunjung yang ingin berfoto di sana, saya pun tak bisa barang sebentar mendapat kesempatan menggunakan spot foto tersebut. Maklum, karena akses pantai ini sangat mudah, maka banyak pengunjung yang datang ke Pantai Ungapan ini. Mulai anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Banyak gazebo yang disediakan.

Mereka biasanya menghabiskan waktu dengan menggelar tikar di bibir pantai. Hamparan pasir yang luas dan beberapa pohon perdu yang ada di sana membuat tempat ini cocok digunakan sebagai wisata keluarga. Ada pula beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai bersama keluarga besar. Makanya, dibandingkan pantai-pantai lain di Malang Selatan yang baru dibuka, Pantai Ungapan ini yang paling ramai.

Saya sendiri lebih senang untuk menjelajahi garis pantai dan bermain ombak serta pasir. Angin yang bertiup kencang membuat saya semangat untuk terus menjelajah pantai tersebut. Hanya saja, saya harus hati-hati. Sama halnya dengan pantai selatan Jawa lain, ombak Pantai Ungapan juga cukup ganas. Peringatan untuk berhati-hati dan larangan berenang di bibir pantai terpampang jelas.

Batu karang berbentuk buaya.

Meski tidak bisa berenang di pantai, namun saya senang dengan pemandangan alam di Pantai Ungapan ini. Deretan batu besar yang mirip seekor buaya ada di sisi kanan pantai. Deretan batuan ini masih merupakan rangkaian gugusan karang yang menjadi batas darat dan laut. Bagi saya, gradasi warna pantai ini juga menarik. Ia tampak biru muda terlebih saat mentari mengenainya.

Selain menikmati pantai dan bersantai di gazebo, di Pantai Ungapan ini juga bisa digunakan untuk camping. Lantaran, Pantai Ungapan ini merupakan bumi perkemahan yang dikelola oleh Perhutani. Pantai Ungapan juga sering menjadi jujugan siswa sekolah maupun mahasiswa untuk serangkaian acara. Tentu, mengubungi pengelola terlebih dahulu sangat disarankan.

Sayangnya, tak banyak penjual makanan ataupun minuman yang berjualan di sini. Saya sendiri membeli makanan di sepanjang jalan antara Pantai Bajulmati dan Pantai Ungapan. Entah alasannya apa, bisa jadi memang pantai ini masih merupakan kawasan konservasi. Karena itu, tak banyak sampah yang tercecer. Pantai Ungapan pun masih terlihat bersih. Saya sangat berharap semoga pantai ini masih terjaga kebersihannya. Apalagi dengan aksesnya yang mudah dan bisa dikunjungi siapa saja, sangat disayangkan jika nantinya pantai ini dikotori.

Jika datang ke sini, waktu menjelang senja bisa jadi adalah waktu terbaik. Matahari yang terbenam akan membuat pantai ini tampak semakin cantik. Semakin merayu untuk terus dikunjungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.