Bernostalgia Masa Kecil di Museum Gubug Wayang Mojokerto

0
259
Aneka koleksi wayang yang berada di lantai 2.

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh boneka Si Unyil? Pasti di antara kita semua telah mengenal tokoh satu ini dengan baik. Saya sendiri mengenalnya dari sebuah acara televisi swasta yang tayang di Minggu pagi. Nah, jika berbicara Si Unyil, pasti melekat juga sosok Pak Raden yang dikenal galak dan tegas. Sosok ini di dunia nyata ternyata merupakan pencipta karakter unyil bernama Pak Suyadi.

Kegemaran Pak Suyadi dalam menciptakan tokoh Unyil dan kawan-kawan rupanya diapresiasi dengan pendirian sebuah museum bernama Museum Gubug Wayang. Museum ini berada tak jauh dari pusat Kota Mojokerto. Pada suatu Sabtu siang, saya mencoba mendatangi museum ini. Letaknya tak jauh dari Alun-alun Mojokerto. Dari Stasiun Mojokerto sendiri, saya hanya perlu menaiki motor sejauh 2 km saja.

Karakter Unyil dan Kawan-Kawan.

Saat memasuki area museum, saya disambut dengan patung raksasa dari Pak Raden yang membawa boneka Unyil dan Pak Ogah. Seorang petugas tiket mengarahkan saya untuk membeli tiket seharga Rp30.000 untuk tiket masuk, dan Rp10.000 untuk tiket izin kamera. Berhubung saya hanya membawa kamera ponsel, maka saya hanya perlu membayar tiket masuk saja. Tiket ini juga termasuk jasa tour guide yang akan menerangkan koleksi di dalam sana.

Saya harus melepas sepatu yang saya kenakan untuk berganti dengan sandal ruangan. Memasuki lantai pertama, ada aneka keris peninggalan dari berbagai daerah. Keris-keris ini juga pernah saya jumpai di beberapa museum lain, seperti Museum Keris Surakarta. Saya lebih tertarik dengan sketsa wajah beberapa tokoh kartun yang dibuat Pak Raden. Dari penjelasan sang tour guide, saya baru paham bahwa sebelum membuat karakter boneka, Pak Raden akan membuat sketsanya terlebih dahulu.

Wayang Wahyu.

Selain keris dan sketsa wajah, di lantai 1 ini juga terdapat aneka jenis wayang dan peralatan gamelan. Satu buah wayang yang menjadi perhatian saya adalah Wayang Wahyu yang sering digunakan sebagai alat penyebaran agama Nasrani. Beberapa gereja – terutama di Jawa Timur– menggunakan wayang ini sebagai sarana peribadatan.

Nah, saat memasuki lantai dua, saya begitu takjub. Aneka karakter Unyil yang saya nantikan akhirnya muncul. Mereka dipajang sedemikian cantik di sebuah maket kampung sehingga tampak nyata. Favorit saya adalah karakter Pak Ogah yang tidur di sebuah Pos Kamling. Karakter pemalas ini benar-benar berkesan bagi saya. Pada bagian samping, ada karakter lain, seperti Usrok, Meilan, Cuplis, Bu Badriyah, dan lain-lain. Berkat karakter mereka, masa kecil saya sangat berharga, dan di Museum Gubug Wayang ini saya bisa lebih dekat dengan mereka.

Pada lantai dua ini juga masih tersimpan aneka wayang dari berbagai daerah. Wayang Sigale-gale dari Sumatra Utara adalah salah satu wayang yang menjadi favorit saya. Wayang yang biasanya muncul pada upacara pemakaman adat suku Batak ini berdiri kokoh di antara wayang lainnya.

Wayang Potehi.

Koleksi lain yang menurut saya unik adalah koleksi mainan yang sering saya gunakan untuk bermain ketika masa kecil. Beberapa permainan generasi 70-an – 90-an berjajar dengan apik. Ada umbul dan kuartet -semacam kertas bergambar seri- yang begitu terkenang di hati saya. Dulu, saya kerap memainkan permainan ini selepas pulang sekolah. Koleksi tersebut dimasukkan ke dalam wadah toples kaca jadul, sehingga nuansa nostalgia sangat terasa.

Oh iya, ternyata sebelum gambar sinetron atau tokoh kartun menghiasi gambar umbul dan kuartet, ternyata gambar wayanglah yang digunakan. Makanya, anak-anak zaman dahulu cukup mengenal karakter wayang dengan baik. Koleksi mainan ini sendiri berada di lantai 3 yang merupakan lantai paling atas.

Tak terasa, kunjungan saya di Museum Gubug Wayang ini berakhir. Saat kembali ke lantai 1, saya masih melihat beberapa peninggalan Pak Raden seperti tongkat dan kursi roda yang menemaninya saat usia senja. Semoga ada banyak anak bangsa yang peduli akan warisan bangsa ini dengan mengunjungi Museum Gubug Wayang Mojokerto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.