Berlayar Sembari Menikmati Segarnya Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya

0
501
Spot foto dengan aneka gazebo.

Persepsi saya akan garis pantai Kota Surabaya yang tak begitu menarik akhirnya berubah. Hal tersebut lantaran saya baru saja mengunjungi sebuah tempat di bibir pantai Surabaya yang sangat cantik. Tak hanya itu, bayangan akan Kota Surabaya yang panas, macet, dan penuh polusi seakan sirna ketika saya mengunjungi salah satu kawasan konservasi bakau di Surabaya ini. Tempat yang saya maksud adalah Wisata Mangrove Wonorejo.

Cukup jauh dari pusat Kota Surabaya untuk sampai ke wisata ini. Saya harus menuju kawasan Surabaya Timur, melewati daerah Mulyorejo hingga sampai di wilayah Wonorejo. Mulanya, saya tak terlalu yakin jika tempat bagus itu ada di wilayah ini, karena sepanjang perjalanan perumahan padat penduduk, apartemen, hingga berbagai bangunan penting berdiri di pinggir jalan. Ah, masak sih ada wisata mangrove di wilayah padat penduduk seperti ini?

Barulah selepas saya melewati sebuah perumahan, gapura masuk wisata ini terlihat. Saya segera mengenali akses jalan paving yang bermuara di dekat wisata ini. Lantaran, saya pernah melihatnya di sebuah serial televisi anak. Telah tampak pula rimbunnya pohon mangrove di sana.

Selepas memarkirkan motor, saya pun mulai menuju pintu masuk kawasan mangrove. Ternyata, saya tak perlu membayar tiket masuk untuk mengunjungi tempat itu. Menurut seorang pedagang makanan yang ada di sana, saya baru membayar jika ingin naik perahu menuju Selat Madura untuk menuju kawasan konservasi yang lebih luas atau yang disebut dengan jogging track.

Hutan Mangrove yang rimbun.

Maka, tanpa pikir panjang lagi, saya pun masuk ke kawasan mangrove pertama yang telah ditata ulang. Di sana, telah berdiri jembatan kayu yang menghubungkan beberapa gazebo. Di jembatan ini, pengunjung bisa berfoto dengan sesuka hati dengan latar belakang pohon mangrove yang rimbun. Ada juga penyedia jasa foto agar hasil foto yang didapat lebih maksimal.

Walau tempat ini indah, rasanya saya belum puas jika belum menuju kawasan konservasi yang lebih luas. Saya pun menuju ke sebuah dermaga yang ada di sebuah sungai. Di sana telah banyak calon penumpang yang akan menikmati perjalanan dengan kapal motor. Untuk menaiki kapal ini, saya pun harus membayar tiket sebesar Rp 25.000.

Jogging track menuju hutan bakau.

Kapal motor berisi sekitar 10 orang itu membawa saya menyusuri sungai menuju Selat Madura. Pada sisi kanan dan kiri sungai terhampar hutan mangrove yang rimbun sehingga udara yang segar sangat terasa. Saking segarnya, saya sampai lupa jika tengah berada di Kota Surabaya. Tak hanya itu, sesekali, beberapa burung endemik seperti blekok sawah dan kokokan laut menghampiri kami, para penumpang yang asyik menikmati pemandangan. Jadi, selain sebagai kawasan konservasi bakau, wisata Mangrove Wonorejo ini juga digunakan sebagai kawasan konservasi beberapa spesies burung yang sudah langka terutama di Kota Surabaya.

Sekitar 10 menit kemudian, kapal motor kami tiba di delta yang menjadi pembatas antara perairan laut dan perairan darat. Tampak luas terbentang di depan kami Selat Madura dengan ombak yang cukup besar. Kapal kamipun sempat terombang-ambing sebelum pengemudi kapal kemudian mengarahkan kapal kami ke sebuah dermaga. Di dermaga inilah kami akan menjelajahi kawasan konservasi hutan bakau yang lebih luas. Kamipun turun dan dari perahu. Dari penuturan pengemudi kapal, kami bisa menikmati hutan ini dengan bebas. Jika ingin kembali, maka kami harus menuju dermaga itu lagi dan menaiki kapal ke tempat sebelumnya. Kapal akan berangkat setiap 30 menit dan keberangkatan paling akhir pukul 15:00. Saya pun memiliki waktu yang cukup panjang.

Berlayar menuju Selat Madura.

Lalu, setapak demi setapak langkah kaki saya ayunkan menyurusi jalan setapak yang membelah hutan bakau ini. Salah satu jenis pohon bakau yang kerap saya temui adalah menengan. Pohon ini tumbuh subur dan menjadi penghalang ombak yang cukup efektif di kawasan konservasi ini. Buahnya banyak tercecer di sepanjang jalan setapak tersebut.

Setelah 10 menit kemudian, barulah saya tiba di gazebo yang berada tepat di tepi Selat Madura. Saya sangat takjub dengan pemandangan yang ada, yakni ombak besar yang dipecah oleh hutan mangrove ini. Di sana, telah banyak pengunjung yang juga turut menikmati kesegaran hutan mangrove sambil menikmati pemandangan laut. Sebuah kenikmatan yang cukup unik dan hanya ada di Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.