Berkunjung ke Studio Antik Penuh Sejarah Bernama Lokananta

1
2448
Lokananta Tampak Depan.

Tampak depan dari gedung Lokanta ini terlihat seperti bangunan kuno umumnya, tapi tahu kah kalian kalau tempat ini merupakan tempat yang memiliki nilai historis cukup tinggi?

Lokananta sendiri merupakan studio label pertama di Indonesia, tempat ini menjadi saksi proses semua piringan hitam milik penyanyi maestro keroncong Ibu Waldjinah, dan juga tempat mengarsipkan segala arsip audio negara mulai dari pembacaan teks proklamasi sampai piringan hitam lagu kebangsaan dan lagu nusantara. Saya sudah dua kali menginjakkan kaki di Studio Lokananta Solo ini, letaknya strategis masih berada di poros utama Kota Solo, yaitu di Jl. Ahmad Yani. Saya pertama kali menginjakkan kaki di sini pada tahun 2014 silam dan masih belum banyak orang yang tahu, serta pengelolaannya masih seadanya, sekedar dijadikan arsip audio negara saja. Tapi pada tahun 2018 kemarin saya mengunjunginya lagi dan… speechless! Sudah banyak yang berubah mulai dari tata ruang, fungsi, dan pengelolaannya.

Salah Satu Bilik Museum di Lokananta.

Saya bertemu dengan Ibu Tuti sebagai salah satu pengurus senior Lokananta, beliau banyak bercerita tentang perubahan alih fungsi tempat ini serta antusiasme pengunjung setelah digencarkan publikasi di media sosial Instagram.

Setelah mengobrol tentang sejarah dan sebagainya, saya ditemani Mas Anggit yang juga salah satu pengurus Lokananta untuk berkeliling area gedung. Bilik-biliknya masih sama persis seperti dahulu, namun kini sudah banyak tulisan-tulisan informatif serta foto-foto Lokananta era lawas tertempel di dinding-dindingnya. Selain bilik-bilik berisi peralatan rekam yang masih berfungsi maupun yang sudah tidak berfungsi, saya diajak Mas Anggit ke ruangan vinyl yang mana berisi arsip-arsip audio negara seperti lagu daerah, basijo (lelucon), cerita rakyat, dan lain sebagainya.

Piringan Hitam Lagu Indonesia Raya.

Di sini Mas Anggit banyak bercerita bahwa Lokananta juga menjadi salah satu pahlawan ketika Lagu Rasa Sayange diragukan orisinalitasnya, di sini ini ditemukan vinyl asli buah tangan Sea Games yang terdapat lagu Rasa Sayange sebagai bukti. Selain itu, Mas Anggit berujar bahwa dulunya audio proklamasi itu tidak terekam, lalu dilakukan ulang perekaman audio proklamasi agar negara memiliki arsip konkritnya. Wah, gak nyangka tempat ini menyimpan rahasia yang begitu dalam!

Selain ruang vinyl dan museum, terdapat juga ruang penyimpanan gamelan dan studio musik, di dalamnya terdapat “gong lokananta” yang konon merupakan peninggalan masa Diponegoro dan menjadi cikal bakal nama Lokananta yang artinya “Gamelan Merdu dari Kayangan”.

“Sekarang sudah rame, mba. mulai banyak musisi-musisi yang peduli dan rekaman di sini seperti Glenn Fredly, Efek Rumah Kaca, Shaggy Dog, dan lain-lain. Selain itu juga jadi ruang terbuka untuk event-event anak muda,” kata Mas Anggit sambil bercerita. Bahkan pengunjung mulai membludak setelah musisi-musisi tersebut bersama-sama berkampanye #savelokananta.

Gong Lokananta Peninggalan Masa Diponegoro.

Selain menjadi museum dan tempat wisata sejarah, saat ini Lokananta masih membuka fasilitas untuk mengadakan audio dengan output kaset pita untuk musisi-musisi dalam negeri. Sehingga selain berfungsi menjadi tempat wisata edukatif, fungsi utama bangunan ini sebagai studio label juga tidak dilupakan.

Saya tidak lupa untuk berswafoto di sekitar gedung, karena selain bangunannya masih bangunan lawas, segala penjuru bagiannya juga Instagramable. Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke tempat souvenir, di sana menjajakan merchandise seperti kaos, pin, buku, serta kaset-kaset pita musisi-musisi dalam negeri pada era-era tertentu. Apabila beruntung dan sedang musimnya, kalian akan menemukan buah juwed (anggur jawa) tepat di parkiran Lokananta. Karena pada saat itu sedang berbuah, saya bonus bisa merasakan buah juwed langsung dari pohonnya.

Jadi, tertarik buat wisata sejarah ke Lokananta?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.