Museum Santet Surabaya
Kira-kira jaelangkung ini ada 'penunggu'-nya tidak, ya?

Beberapa waktu lalu saya iseng jalan-jalan ke Surabaya dan terkejut saat mengetahui di sana ada sebuah museum bernama Museum Santet. Tenang, sebenarnya nama tempat tersebut yakni Museum Kesehatan dr. Adyatama, di Jalan Indrapura 17, Surabaya, Jawa Timur.

Bersama sepupu saya, Teguh, kami menyusuri Museum Santet yang sangat sepi pada hari itu. Karena saya sangat antusias dengan segala hal yang berbau mistis, hal tersebut tidak membuat saya takut. Justru saya menantikan hal-hal yang tidak masuk akal terjadi, agar bisa dijadikan konten tulisan dan foto di Instagram. Hitung-hitung menambah trafik dan followers, hehe.

Awalnya saya mengira Museum Santet hanya berisikan benda-benda mistis. Nyatanya sih, tidak. Karena saya menemukan berbagai alat elektronik jadul yang masih berkaitan dengan dunia medis dan non medis. Bahkan ada beberapa kendaraan jadul seperti sepeda ontel yang dikoleksi di sini.

Oh, jadi begini alat pasung. Semoga pada zaman sekarang alat ini tidak digunakan lagi. Kalau kalian atau orang terdekat memiliki masalah psikologis, ada baiknya langsung ke Psikolog dan Psikiater.

Di sini kalian bisa menemukan berbagai benda-benda mistis, bahkan sebuah ruangan yang konon sangat mistis sekali. Sayangnya waktu itu ruangan sudah ditutup untuk umum, sehingga saya tidak mengetahui isi ruangan tersebut.

Saya begitu excited tatkala menemukan jaelangkung. Sayangnya tidak bisa saya pegang langsung karena jaelangkung tersebut disimpan di dalam lemari kaca. Geser ke sudut lain, saya menemukan sebuah peti berisi tulang belulang manusia. Lalu ada tali pocong, cincin berbatu, air dukun dari Ponari, bentuk susuk, beragam benda kecil yang pernah dijadikan bahan santet, dan lain sebagainya.

Mungkin karena museum tersebut berkorelasi dengan medis dan juga dahulu merupakan rumah sakit kelamin, sehingga saya bisa menemukan berbagai benda-benda yang juga berkorelasi dengan dunia perkelaminan. Hehe. Misalnya, koleksi dildo dari zaman purba, boneka seks pada zaman ’70an, bahkan alat pembesar penis yang sudah tua. Saya jadi salah tingkah, deh, melihat benda-benda tersebut.

Saya jadi tahu kalau alat pasung dari kayu ternyata benar-benar dipakai orang Indonesia pada zaman dahulu, untuk mengikat seseorang yang tampak memiliki masalah kejiwaan. Bahkan saya menemukan kursi listrik yang biasa dipakai untuk mengetes kebohongan. Saya kira kursi tersebut hanya isapan jempol belaka, lho. Ternyata benar-benar ada.

Museum Santet di Surabaya
Siapa sangka ikan lele punya mitosnya!

Beberapa buku dan jurnal ada yang bisa kita pegang dan dibaca sejenak. Oh ya, setiap benda koleksi memiliki keterangan bahkan kronologis ceritanya (misal untuk benda-benda santet). Sehingga benar-benar bisa mendapatkan wawasan baru banget.

Lokasi Museum Santet ada di pinggir jalan besar sehingga mudah untuk ditemukan. Berbagai kendaraan melewati museum ini, namun jika ingin lebih mudah kalian bisa membawa kendaraan sendiri. Lahan parkir lumayan luas, jadi tidak perlu khawatir. Biaya masuk Museum Santet yakni Rp 3.000 (jika ada perubahan harga mungkin tidak terlalu jauh tambahannya). Ruangannya dilengkapi AC dan cukup dingin, sehingga tidak perlu khawatir dengan kenyamanan di sana.

Jika kalian tipe orang yang penakut, ajak banyak teman-teman dan teraktir biaya masuk mereka saja, toh tidak mahal, kan. Hehe. Karena banyak benda mistis sehingga saya menyarankan agar kalian menjaga sikap dan lisan selama di sana untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Oh ya, untuk teman-teman yang ingin ke Museum Santet bisa datang pada hari Hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sementara pada hari Minggu Museum Santet dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00. Sebelum memasuki Museum Santet, kalian bisa makan pecel sayur dahulu di kantin yang masih berada di area museum. Harganya murah, hanya Rp 10.000 per porsi.

Sekian cerita saya tentang Museum Santet. Jadi, tertarik untuk mengunjungi museum ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.