Berkunjung ke Mercusuar Kembar di Kabupaten Belitung

0
2280
Penampakan Mercusuar Tanjung Lengkuas dari Kejauhan.

Siapa yang menolak wisata ke Belitung? Wisata yang terkenal dengan lautnya itu menawarkan berbagai macam pilihan. Wisata di sana semakin terkenal setelah film Laskar Pelangi booming. Seperti dalam penelitian disertasi Elvy Manurung dari UKSW bahwa sebelum film Laskar Pelangi viral, penerbangan ke Belitung hanya seminggu sekali. Kini hampir setiap hari ada penerbangan ke sana bahkan sudah ada rute internasionalnya.

Tapi, tahukah kalian bahwa Kabupaten Belitung tak hanya identik dengan pantai? Ada mercusuar peninggalan Belanda yang patut kalian singgahi, tak hanya satu tapi dua mercusuar sekaligus. Kita bisa melihat keindahan laut Belitung di atas mercusuar gagah berwarna putih itu. Mari ulas kedua mercusuar kembar tersebut.

Mercusuar Pulau Lengkuas
Penampakan Mercusuar Tanjung Lengkuas dari Kejauhan.

Mercusuar ini paling terkenal di Belitung bahkan menjadi ikon wisata Belitung. Letak mercusuar yang berada di tengah-tengah pulau ini menawarkan keindahan alam yang tiada duanya. Laut berwarna biru cerah dan beberapa batu besar khas Pantai Belitung akan memanjakan mata kalian. Mercusuar setinggi 70 meter ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Untuk bisa naik ke atas, dibutuhkan kesabaran ekstra karena yang mengantre sangat banyak. Sialnya, saya ke sana ketika mercusuar sedang dalam tahap perbaikan, jadi wisatawan dilarang menuju puncak mercusuar, hanya dibatasi sampai ke lantai dua saja.

Untuk ke mercusuar itu, kalian harus menyewa perahu terlebih dahulu dari Pantai Tanjung Kelayang, disarankan untuk bergerombol dengan wisatawan lain agar harga yang ditawarkan lebih murah. Setidaknya kalian membutuhkan waktu selama 40 menit untuk menyebrang ke sana, tapi kalian tak perlu khawatir, karena pemandangan selama menyebrang sangat indah dan terlampaui beberapa pulau menawan lainnya.

Setelah puas berfoto di Pulau Lengkuas lengkap dengan mercusuarnya, kini saatnya kalian ber-snorkelling ria di sekitar pulau. Banyak ikan dan terumbu karang yang mempesona di dalamnya. Hal ini membuat kalian tidak ingin beranjak dari laut. Sialnya lagi, ketika saya sedang snorkelling, hujan turun cukup deras sehingga saya tidak bisa berlama-lama di sana. Saya pun tidak bisa berfoto dengan ikan nemo karena tidak membawa action camera saat itu.

Mercusuar Tanjung Lancor
Mercusuar Tanjung Lancor.

Jika mercusuar Pulau Lengkuas berada di tengah pulau maka lain halnya dengan mercusuar satu ini yang mana terletak di atas bukit kecil. Namanya Mercusuar Tanjung Lancor, kurang familiar memang, tapi faktanya keindahan alamnya tidak jauh berbeda. Saya beruntung bisa mengunjunginya karena sedang dalam rangka pengabdian di sekitar sana dan diajak oleh pemuda setempat untuk mengunjungi mercusuar tersebut. Siapa yang mau menolak?

Mercusuar Tanjung Lancor terletak di Desa Suak Gual di Pulau Mendanau Kabupaten Belitung. Jadi kalian harus menyeberang terlebih dahulu dari pulau utama Pulau Belitung untuk menuju mercusuar ini. Penyebrangan ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 40 menit. Setelah menyeberang, saya segera bergegas untuk menuju ke Desa Suak Gual. Tenang, di sana juga ada penginapan murah, karena Pulau Mendanau itu kecil dan tidak ada angkutan umum maka kalian harus naik ojek untuk pergi ke Desa Suak Gual.

Pemandangan dari Atas Mercusuar Lancor.

Kalian bisa menghubungi Kelompok Sadar Wisawata (Pokdarwis) Pagal Piling melalui akun Instagram mereka jika ingin tahu lebih lanjut mengenai rute Mercusuar Tanjung Lancor, karena benar-benar cukup asing wisata mercusuar yang satu ini. Ketika sampai di mercusuar, pintu mercusuar terkunci. Memang sebenarnya itu bukan tempat wisata resmi jadi kita perlu banyak koordinasi dengan Pokdarwis Pagal Piling Desa Suak Gual yang pernah menyabet penghargaan dari Kementerian Pariwisata itu. Berkat mereka, saya bisa mencapai puncak mercusuar.

Banyak kotoran kelelawar di dalam mercusuar, tempatnya juga kurang terawat dengan baik. Namun, begitu sampai di atas mercusuar, mata ini melompong dimanjakan keindahan bukit, laut, kapal, dan pulau kecil di seberangnya. Tak kalah dengan mercusuar kembaran satunya. Coba saja pemerintah kita lebih memperhatikan akses dan perawatan mercusuar, pasti banyak turis ingin ke sana juga.

Semoga suatu saat nanti, saya bisa memiliki kesempatan mengeksplor perkembangan kedua mercusuar tersebut. Siapa tahu sudah lebih maju dan terawat dari sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.