Berkunjung ke Kuil Ikuta di Kobe

0
299
Gerbang masuk ke kuil.

Terletak tidak jauh dari Kyoto dan Osaka, Kobe menjadi pilihan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, Kobe memang telah dikenal oleh publik sebagai pelabuhan penting bagi warga Jepang bersama dengan pelabuhan lainnya di Jepang, seperti Kota Yokohama, Nagasaki, Hakodatem dan Niigata. Karena hal itu, Kobe menjadi kota terbesar dan maju di Jepang. Kobe memang disebut sebagai 10 kota terbesar di Jepang. Jadi, jangan heran jika saat berkunjung ke sini, kalian akan melihat pemandangan berupa gedung-gedung tinggi. Untuk itu, apa salahnya untuk berkunjung ke sini?

Untuk berkunjung ke Kobe, kalian bisa datang ke pusat kotanya yang terletak di wilayah Sannomiya. Kalian bisa turun di Stasiun Sannomiya untuk sampai ke sini. Kalian bisa menggunakan Hankyu Railways atau Japan Railways dari Stasiun Osaka atau Kyoto. Tarifnya sekitar 410 Yen dengan durasi perjalanan selama 20 menit. Apakah bisa dengan Hanshin Railways? Bisa juga. Tarifnya juga sama, yaitu 410 Yen dengan durasi perjalanan selama 45 menit. Jadi, kalian bebas menentukan pilihan transportasi. Ada pula bus yang bisa kalian pilih. Tarifnya lebih murah lagi.

Identitas kuil.

Di Sannomiya, terdapat kuil yang sangat memukau, yaitu Ikuta-Jinja atau Kuil Ikuta. Kuil itu termasuk Kuil Shinto yang sayang jika tidak dikunjungi saat ke Jepang. Katanya, kuil ini menjadi salah satu kuil tertua di Jepang, yaitu dibangun saat Kekaisaran Jingu awal abad ke-3 setelah masehi. Meskipun sudah tua, kuil ini tetap terawat dengan baik sehingga masih berdiri dengan kokoh.

Dari luar, kuil ini memang terlihat sangat kecil. Padahal, jika sudah didekati ternyata kuil ini cukup besar. Kompleks taman di sekitar kuil juga sangat besar, bahkan di dekatnya terdapat kolam sehingga membuat kuil ini semakin menawan. Di kiri kanan kuil, terdapat deretan kayu yang dipenuhi dengan deretan doa dari pengunjung. Nah, di belakang kuil, kalian bisa berfoto ria di situ karena terdapat jejeran torii (pintu merah khas Kuil Shinto yang berjajar rapi ke belakang). Pintu itu akan mengantarkan kalian ke hutan yang disebut dengan Ikuta Forest.

Air yang digunakan untuk berkumur sebelum beribadah di dalam kuil.

Warna kuil ini dari luar sangat cerah, yaitu merah ke arah jingga. Kalian akan mendapatkan banyak foto bagus jika berkunjung ke sini. Kalian pun bisa menyaksikan ritual ibadah warga Jepang di pagi hari. Jadi, sebaiknya kalian datang di pagi hari. Ritual dimulai dengan mengambil air di pancuran tengah. Air itu digunakan untuk berkumur lalu dikeluarkan lagi alias dibuang ke tanah. Nah, saat inilah, saya pikir air ini bisa diminum, akhirnya saya ikutan minum. Ternyata, itu hanya untuk berkumur. Memang sih, airnya sangat segar dan dingin. Bahkan, saya berencana untuk memasukkannya ke dalam botol. Setelah itu, kalian bisa masuk ke dalam untuk meletakkan dupa dan berdoa (untuk kalian yang beragama sama dengan warga di Jepang, jika tidak sama, kalian hanya mengamati saja secukupnya).

Kuil ini dipercaya oleh masyarakat memiliki seorang dewa-dewi/Kami yang disembah oleh penganutnya, yaitu Wakahiru-me-no-Mikoto. Dewa/dewi ini dipercaya memiliki kekuatan roh perdamaian (nigi-mitama) dari dewa teragung di Jepang, Dewa Matahari Amaterasu-Omikami, adik perempuan-Nya. Untuk itulah, kuil ini sangat ramai dikunjungi oleh warga Jepang atau turis yang ingin berdoa di sini. Wah, saat kalian ke kuil ini, ada baiknya kalian mempelajari sejarah kuil ini dari tempatnya langsung agar wawasan kalian bertambah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.