Berkunjung ke Bunker Kaliadem di Kaki Gunung Merapi

0
239
Bunker Kaliadem, Sleman, Yogyakarta.

Masih dalam serangkaian perjalananku mendekati Gunung Merapi. Setelah berkunjung ke rumah Mbah Marijan, kami melanjutkan perjalan menuju utara, tak jauh dari rumah guru kunci Merapi tersebut terdapat sebuah bunker yang dikenal dengan sebutan Bunker Kaliadem. Bunker Kaliadem dulunya merupakan salah satu tempat berlindung dari erupsi Gunung Merapi. Letaknya yang berada di kaki Gunung Merapi membuat pemandangan yang indah dengan view Gunung Merapi di belakangnya.

Cerita mistis hingga kejadian tak terlupakan akibat erupsi Gunung Merapi tahun 2006 silam, membuat banyak orang penasaran dengan tempat tersebut, yakni Bunker Kaliadem. Banyak sekali wisatawan yang datang melihat bunker tersebut, tak jarang wisatawan asing pun ikut menyaksikan bagaimana kondisi bunker saat ini. Kami berenam berangkat dengan menggunakan jasa tour leader. Kami diantar dari pos gate 1 hingga ke Bunker. Tour leader kami adalah seorang ibu–ibu yang lihai mengendarai motor di ketinggian. Sesampainya di bunker, ibu tersebut menjelaskan kepada kami bagaimana asal mula Bunker Kaliadem dibuat hingga tak lagi digunakan.

Jalan menunju kedalam Bunker yang terletak dibawah tanah.

Awal mula tujuan dibentuknya Bunker Kaliadem adalah untuk digunakan sebagai tempat perlindungan pertama dari erupsi Gunung Merapi. Tempat ini disahkan oleh mantan presiden Republik Indonesia, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Tak berjalan semestinya, fungsi dari Bunker Kaliadem ini tidak berlangsung sesuai harapan. Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2006 menyebabkan 2 relawan tewas di dalam Bunker Kaliadem. Bermula dari warga yang menyelamatkan diri ke dalam bunker dan wartawan yang ingin me-report lebih dekat erupsi Merapi melalui Bunker Kaliadem. Tak disangka bahwa terdapat kabar akan terjadi tsunami dalam waktu yang bersamaan. Alhasil, orang yang berada di dalam bunker berusaha keluar dan yang berada di luar berusaha untuk memasuki bunker. Erupsi pun terjadi, aliran lahar mengalir dan nahasnya memasuki bunker yang kemudian mengenai wartawan yang berada di dalam kamar mandi dan warga yang berada di dekat pintu bunker.

Bunker Kaliadem terletak sekitar 5–6 km dari puncak Gunung Merapi. Berbentuk seperti tempat persembunyian di bawah tanah dengan luas menyerupai ruang kelas. Pada bagian dalam bunker terdapat 3 ruangan, yakni ruang inti tengah untuk berlindung, kamar mandi di sayap kanan, dan ruang stok bahan pangan di sayap kiri. Ketika memasuki ke dalam bunker hawa–hawa merinding terasa begitu pekat karena di dalam bunker tidak ada pencahayaan. Apalagi saat melihat kamar mandi di mana wartawan yang meliput erupsi Merapi tewas di sana.

Bagian belakang Bunker, terdapat View Merapi jika tidak tertutup mendung.

Saat ini, Bunker Kaliadem telah direnovasi, di-cat ulang dan diperbaiki lebih baik. Tempatnya menjadi daya tarik wisatawan, karena memiliki spot foto yang instagramable dengan latar belakang Gunung Merapi yang indah jika tidak tertutup oleh mendung. Selain itu, nilai sejarah mengenai erupsi Merapi pun semakin membuat penasaran wisatawan. Cerita mistis tak lepas dari tempat ini. Konon katanya, sering terdengar suara orang menangis di dalam bunker. Bahkan, tahun 2018 silam, sempat terdapat kejadian ada orang yang sempat hilang selama 4 hari di area Bunker Kaliadem.

Setelah erupsi besar Gunung Merapi pada tahun 2010 silam, tempat ini sempat tertutup oleh pasir hingga kedalaman 4 meter. Sangat sulit untuk menemukan kembali lokasi Bunker, karena semua daerah di sekitarnya juga tertutup oleh pasir. Pencarian panjang dengan menggunakan alat berat untuk mengeruk pasir membuahkan hasil. Kini, Bunker Kaliadem telah ditemukan dan telah dipercantik untuk menarik minat wisatawan. Didalamnya terdapat bekas magma yang membuka membentuk sebuah batuan besar.

Lava yang membeku menjadi batu terjebak didalam Bunker.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu lokasi untuk mencari pendapatan bagi warga sekitar. Banyak warung yang berjualan makanan maupun oleh–oleh khas daerah tersebut. Jika kalian menyukai traveling yang unik dengan nilai sejarah di dalamnya, tempat ini merupakan tempat yang cocok. Kalian bisa mendengar kembali kisah erupsi Merapi langsung dari warga setempat yang dulu mengalaminya. Trauma yang mendalam pun masih dirasakan oleh warga hingga saat ini paska erupsi Gunung Merapi tahun 2010.

Jika kalian hendak membawa motor menuju lokasi bunker, pastikan bahwa motor kalian merupakan motor yang dapat digunakan untuk medan yang menanjak. Hanya motor dan Jeep yang diperbolehkan naik hingga ke bunker. Untuk mobil pribadi saya sarankan untuk dititipkan dan kemudian menyewa Jip saja yang akan menambah keseruan wisata kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.