Berkenalan Dengan Binte Biluti, Camilan Tradisional Khas Gorontalo

0
299
Binte Biluti, lengkap dengan sambal kelapa dan sambal jantung pisang.
Binte Biluti, lengkap dengan sambal kelapa dan sambal jantung pisang.

Beruntung saya memiliki kesempatan mencicipi kuliner langka satu ini. Tapi, bukan di Gorontalo, melainkan di Parigi Moutong, kabupaten yang menjadi batas sebelah barat dari provinsi yang juga dikenal dengan kain kerawangnya itu. 

Perkenalan saya dengan binte biluti terjadi dalam masa pandemi corona yang memaksa untuk di rumah aja. Suatu hari ketika melihat postingan seorang teman dengan gambar jagung manis yang begitu menggoda untuk dicicipi, saya pun mendaftarakan diri untuk turut memesan dagangan yang dijual oleh anak gadis berdarah Gorontalo itu. Dekatnya jarak antara Provinsi Gorontalo dan kabupaten Parigi Moutong membuat banyak masyarakat etnis Gorontalo bermukim di wilayah ini, khususnya di Kelurahan Bantaya. 

Binte biluti dapat dinikmati dengan harga 15.000 rupiah per porsi. Jumlah itu sudah termasuk ongkos kirim beserta camilan dengan rasa yang penuh kejutan ini, tiba di pangkuanmu. Pastikan alamatmu masih di seputaran Kota Parigi ya. Namun jika tidak, jangan sedih dulu, masih ada kesempatan mencicipinya jika suatu saat nanti kamu berkunjung ke Kabupaten Parigi Moutong. Atau langsung di daerah asalnya, Provinsi Gorontalo.

Jagung manis yang telah disangrai (Binte Biluti).

Meski hadir dengan tampilan sederhana, proses pembuatan binte biluti membutuhkan ketelatenan dan trik khusus. Bahan-bahan yang digunakan juga harus dalam keadaan segar karena jagung manis akan berkurang rasa manisnya jika telah disimpan dalam waktu lama. Setelah memperoleh jagung manis segar, biji jagung dipisahkan dari tongkolnya dengan cara dipipil atau diiris. Selanjutnya, jagung disangrai hingga matang, lalu ditambahkan sedikit minyak kelapa untuk memberikan efek glowing pada jagung. Proses menyangrai jagung memakan waktu yang cukup lama dan harus konsisten diaduk agar seluruh jagung matang merata.

Setelah jagung matang, proses pembuatan binte biluti dilanjutkan ke bagian meracik sambal kelapa. Ada dua jenis sambal kelapa yang dapat dijadikan sebagai pasangan menikmati lezatnya binte biluti, yaitu sambal kelapa dengan campuran bunga pepaya dan sambal kelapa dengan campuran jantung pisang, yang oleh masyarakat Gorontalo dikenal dengan nama Gohu Putungo. 

Dalam pembuatan sambal kelapa, kelapa yang digunakan adalah kelapa yang masih mengkal. Setelah kelapa dikukur menggunakan kukur/parutan kelapa tradisional, bumbu yang terdiri dari bawang merah dan cabai diulek dengan tambahan garam secukupnya. Selanjutnya, bumbu dicampurkan dengan bunga pepaya yang telah direbus, parutan kelapa, dan daun kemangi lalu diaduk hingga merata.

Gohu Putungo, sambal kelapa dan jantung pisang.

Proses ini juga dilakukan pada sambal kelapa dengan tambahan jantung pisang. Bedanya, jika bunga pepaya direbus terlebih dahulu, jantung pisang yang digunakan membuat Gohu Putungo tidak harus dimasak alias mentah. Dalam hal inilah dibutuhkan trik khusus karena jantung pisang mengeluarkan banyak getah pada saat diiris. Untuk lebih menambah kelezatannya, biasanya para pembuat menambahkan ebi. Setelah semua proses itu selesai, binte biluti siap dihidangkan. Agara rasanya lebih mantap, tambahkan perasan jeruk nipis dan beberapa helai daun kemangi. 

Aneka bahan dengan berbagai rasa dan aroma khas membuat binte biluti memberi kejutan dalam setiap kunyahannya. Rasa manisnya jagung, gurihnya kelapa, sedikit pedas dari cabai, serta segarnya daun kemangi dan jeruk nipis membuat indra perasa semakin kaya akan pengalaman. Sesekali kita akan dikejutkan oleh sensasi rasa pahit yang berasal dari bunga pepaya dan sepatnya jantung pisang. Betapa binte biluti kaya akan cita rasa. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.