Berkeliling Kota Malang Menggunakan Bus Malang City Tour

0
128
Menikmati Kota Malang Menggunakan Malang City Tour.

Salah seorang rekan saya bingung untuk menjelajahi Kota Malang dalam waktu sehari saja. Lalu saya meyarankan untuk berjalan kaki dari penginapannya di daerah Klojen, Kota Malang. Namun, rekan saya harus mendaki Gunung Bromo pada keesokan harinya. Jadi, ia masih ingin menyimpan energi untuk kegiatan pendakian yang membutuhkan tenaga ekstra. Alhasil, saya memberi opsi untuk menaiki bus wisata saja.

“Apakah harus membayar? dan apakah mahal?”

Pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh teman saya, ketika mendengar pilihan tersebut. Dengan senyum manis, saya memberi kabar gembira bahwa untuk menaiki bus ini, para penumpangnya tidak perlu membayar. Bus wisata bernama Malang City Tour (Macito) ini merupakan bus milik Pemkot Malang yang ditujukan kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Malang.

Untuk menaiki bus ini, ada dua cara yang bisa dilakukan. Cara pertama adalah dengan mendaftar pada penginapan yang diinapi wisatawan untuk mendapatkan tiket tersebut secara kolektif. Cara kedua adalah dengan mengantre di Taman Rekreasi Kota Malang yang berada tepat di belakang Balaikota Malang kompleks Alun-Alun Bundar Kota Malang.

Berhubung rekan saya menginap di penginapan yang tidak memiliki kerjasama dengan petugas tiket bus ini, maka ia saya suruh datang sepagi mungkin. Tujuannya, agar kami masih bisa kebagian tiket dan duduk sesuai keinginan kita.

Petugas Siap Melayani Wisatawan.

Pembagian tiket sendiri akan dilayani sekitar pukul 08:00. Sebelum waktu tersebut, sudah banyak masyarakat yang mengantre, karena saat itu bertepatan dengan hari Minggu. Jadi, kami harus bersabar menunggu giliran mendapatkan tiket untuk bisa naik bus berwarna hijau ini.

Ada dua buah armada bus yang melayani kegiatan wisata keliling Kota Malang ini. Dua bus tersebut akan mulai beroperasi sekitar pukul 08:30. Jadi, kami harus menunggu sekitar 30 menit untuk mendapat giliran naik ke bus ini. Walau harus menunggu, rasanya tak terasa waktu berlalu. Kami mengobrol sana-sini seputar wisata Kota Malang yang tak pernah ada habisnya.

Bus pun akhirnya datang, dan kami mendapat tempat duduk di bagian atas sesuai keinginan kami. Ya, bus ini merupakan bus susun yang menampung sekitar 60 penumpang. Separuh diantaranya berada di bagian atas yang memungkinkan penumpangnya melihat suasana sekitar.

Perjalanan dimulai dari kompleks Balai Kota Malang menuju Alun-Alun Kota Malang. Sepanjang perjalanan, petugas di dalam bus akan menginformasikan beberapa hal mengenai sejarah bangunan yang kami lalui. Di antara dua landmark Kota Malang itu, kami melewati Jl. Majapahit dan Jl. Basuki Rahmat.

Ada beberapa bangunan bersejarah yang menjadi titik perhatian kami. Beberapa diantaranya adalah Wisma Tumapel, sebuah bangunan tua milik Universitas Negeri Malang yang sering digunakan sebagai ajang uji nyali. Kini, bangunan tersebut mulai dipugar untuk kepentingan cagar budaya. Ada pula Gereja Katolik Kayutangan yang menjadi ikon kota ini sejak zaman penjajahan. Tak terasa, kami sampai di Alun-Alun Kota Malang dan melewati salah satu pusat keramaian tersebut.

Rekan saya tak henti-hentinya mengambil gambar agar momen istimewa ini tak terlupakan. Saya turut senang sebagai warga lokal karena bisa mengantarkan mereka berwisata murah meriah ke kota ini. Bus yang kami tumpangi pun melaju dan menembus Jl. Kauman, Jl. Kawi, dan berbelok ke Jl. Ijen.

Di Jl. Ijen ini kami melihat aktivitas warga yang masih melakukan olahraga pagi selepas acara car free day. Hamparan pepohonan palem dan aneka taman menjadi daya tarik untuk terus menerus mengabadikan momen.

Pemandangan Simpang Balapan dari Bus Lantai Atas.

Setelah mencapai Simpang Balapan, yang menjadi ujung Jl. Ijen, bus kami berhenti. Petugas bus meminta kami turun sebentar sambil menikmati indahnya Taman Simpang Balapan dengan ikon patung salah satu pahlawan Kota Malang, Hamid Rusdi. Setelah puas berfoto, kami pun bertukar posisi. Penumpang yang awalnya berada di bagian atas bertukar ke bagian bawah dan sebaliknya agar adil. Lucunya, ada beberapa penumpang yang ada di bawah justru tidak mau naik ke bagian atas. Maka, di separuh perjalanan ini kami masih asyik menduduki singgasana di bagian atas.

Perjalanan pun berlajut kembali ke kompleks Balaikota Malang. Namun, kali ini rute yang dilewati bus berbelok ke arah Jl. Semeru melewati kompleks Stadion Gajayana. Rekan saya terus mengabadikan momen berharga hingga tak terasa kami sudah sampai kembali di Kompleks Balaikota Malang.

Dengan adanya bus Macito ini, rasanya jalan-jalan ke Malang menjadi sedikit berbeda. Kalau sedang ke Malang dan ingin naik bus ini, silahkan langsung saja datang ke Taman Rekreasi Kota Malang, ya. Jika kesulitan, bisa menghubungi saya untuk mendapatkan tiket bus ini secara gratis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.