Berkeliling Kampung Wisata Arborek Raja Ampat

0
382
Lanskap Pantai di Pulau Arborek.

Hi travellovers! Sudah pernah dengar kalimat “Jangan Mati Sebelum ke Raja  Ampat”? Yash. Mendengar kalimat itu saya sangat termotivasi untuk suatu saat nanti harus bisa mengunjungi surganya Indonesia ini. Raja  Ampat yang lebih terkenal dengan gugusan pulau-pulau kecil dengan warna laut turquoise  pasti sudah sering travellovers lihat di berbagai foto atau video dokumentasi traveling lokal hingga turis mancanegara. Ciamiknya kawasan ini juga sudah go internasional.

Sebelumnya perlu kita ketahui dulu bahwa kawasan Raja Ampat merupakan satu kabupaten di Papua Barat, lokasi paling mudah dijangkau dari bagian-bagian bumi cendrawasih lainnya karena letaknya paling barat. Menuju kesini bisa melalui Sorong lalu menyebrang ke Waisai.

Nah, tau gak sih travellovers kalau di wilayah Raja Ampat ini banyak pulau yang merangkap sebagai kampung. Alias kalau mau pergi dari satu kampung ke kampung lainnya wajib menyebrang karena sudah beda pulau lagi! Apalagi sekarang sudah dibenahi dengan sangat baik tata kampung alias menjadi ‘ekowisata’ serta mendapatkan sponsor dari berbagai pihak sehingga sangat nyaman dikunjungi wisatawan.

Suasana asri nan bersih Kampung Arborek.

Kampung Wisata Arborek adalah salah satunya yang terletak di area Meos Mansar.  Pertama sampai hati saya langsung menjerit-jerit tidak karuan. Bening bangetttt! Asli dengan mata telanjang saja kita bisa melihat langsung apa-apa yang ada di dasar pantainya. One of my bucketlist: melihat coralnya Raja Ampat CHECKED! Tahu gak sih kalau Arborek ini merupakan kawasan yang memiliki sekitar 500 koral dan 1500 jenis ikan, bisa dibayangkan kan bagaimana cantiknya area bawah laut Pulau Arborek ini?  Ingin rasanya langsung bermain air, namun pada saat itu bertepatan dzuhur sehingga kita melakukan ishoma dengan menu makanan laut yang yummy membawa dari Waisai. Kenapa kita membawa bekal? Karena kata bapak guide kami tidak ada warung makan bahkan resto disana, hanya ada kios kecil yang menjual makanan ringan atau minuman saja. Di bibir pantai banyak fasilitas untuk bersantai seperti gazebo, tempat duduk, dan lainnya sehingga cocok untuk sekalian berpiknik.

Bening!

Saat itu matahari tidak sedang terik sehingga saya bisa berkeliling area kampung wisata ini sembari melihat-lihat bagaimana keadaannya. Dari jembatannya kita disambut gapura “Selamat Datang di Kampung Arborek Raja Ampat” dan terdapat logo Kabupaten Raja Ampat di dalamnya. Terdapat satu peta yang menggambarkan kampung ini secara keseluruhan untuk memastikan agar wisatawan tidak tersesat. Selain itu juga berjejer toko kelontong milik warga dan ada satu tempat penyewaan alat snorkeling ataupun alat-alat menyelam lainnya. Lalu saya berjalan-jalan dan bertemu dengan banyak warga sekitar. Ternyata warga sini sangat ramah, saya suka senyum manis mereka!

Senyum manis anak-anak Arborek.

Selain rumah-rumah yang berjajar rapi dan setiap sudutnya sangat bersih, disini saya temui juga fasilitas kampung yang lengkap seperti kamar mandi umum, sekolah, dan gereja. Selain itu banyak cottages atau penginapan yang bisa disewa dibandrol mulai harga 400 ribu perharinya.  Belum lama berjalan sudah terdengar gerudukan anak-anak Arborek yang menyambut “hai kakakkkkkkk”.

Anak-anak ini sangat manis, dan mengajak kami wisatawan untuk bermain air. Saya yang tentu saja tidak berenang hanya melihat cekikikan tawa mereka sambil lompat ke air. Setelah puas bermain-main anak-anak ini duduk manis di dermaga Pantai Arborek, tanpa disuruh mereka bersenandung dengan lantang

“Hitam kulit, keriting rambut… Aaaaaku Papuaa

Bila nanti langit terbelah… Aaaaaku Papuaa….”

Sepenggah lirik Lagu Tanah Papua yang di lantunkan bertubi-tubi oleh anak-anak Arborek. Meninggalkan kesan tersendiri di hati saya tentang Kampung Arborek ini. Suatu saat saya harus kembali lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.