Berkelana ke Timur Indonesia Untuk Mencoba Kuliner Khas Papua

0
2461
Papeda, Kuah Kuning dan Ikan Tude (Sumber: Wikipedia)

Semua orang pasti tahu betapa eksotisnya Indonesia bagian Timur, terutama cantiknya dan luasnya Papua. Nah, bagi kamu yang ingin sekali ke Papua atau bahkan sudah merencanakan untuk melancong ke daerah eksotis ini. Untuk masalah kuliner, mungkin kalian akan membayangkan sagu karena sebagian besar makanan khas Papua ini terbuat dari sagu. Bahkan sagu menjadi sumber makanan pokok. Padahal, kuliner khas papua itu beragam loh!

Makanya, sebelum melancong ke Papua, kenali dulu nih enam kuliner khas Papua yang sayang banget kalau dilewatkan atau bahkan tidak dicoba saat di sana.

Ikan Bungkus
Jika di tanah jawa kita sangat familiar dengan ‘pepes’ maka yang akan kalian temui di papua adalah ‘Ikan Bungkus’. Yang membedakan dengan pepes terdapat dari bungkusnya. Jika pepes dibungkus menggunakan daun pisang dan teknik memasak yang relatif singkat, maka ikan bungkus satu ini menggunakan daun talas dan teknik memasak relatif lama. Karena saaat memasak ikan bungkus, ikan dilumuri bumbu dan garam yang juga berfungsi untuk melunturkan getah yang terdapat pada daun talas, kemudian ikan dimasak pada api kecil agar bumbu meresap sempurna.

Papeda
Tentu sudah tahu apa itu Papeda, makanan pokok serta khas Papua ini adalah olahan sagu yang disajikan dengan hidangan lain. Karena rasanya yang tawar membuatmu jika ingin menyantap papeda, harus didampingi dengan hidangan lain. Umumnya, di sana menyantap papeda dibarengi dengan kuah bening, ikan bakar atau dengan ikan kuah kuning. Menyantap papeda pun lebih lengkap dengan sambal. Ada cara unik untuk menikmati papeda ini, yaitu pada saat mengambil papeda menggunakan alat bernama gata-gata yaitu semacam stik dari bambu yang dimasukan ke dalam papeda kemudian papeda digulung.

Sate Ulat
Konon katanya, sate ulat memiliki rasa manis sekaligus asin. Untuk yang geli melihat ulat tentu akan kegelian melihat ulat disate. Namun, sate ulat ini menjadi suplemen penting bagi masyarakat papua sana. Karena ulat jenis ulat sagu ini mengandung kadar protein tinggi. Teksturnya pun renyah sekaligus empuk. Jangan lupa untuk coba sate ulat sagu atau biasa masyarakat papua menyebutnya “Koo” ini. Selain bisa menjadi pengalaman baru bagimu, sekaligus bisa menambah stamina tubuhmu.

Udang Selingkuh
Ternyata binatang laut pun bisa selingkuh loh! Dinamai udang selingkuh karena udang ini memiliki capit layaknya seperti kepiting. Udang khas Wamena ini bertekstur padat, berdaging manis dan berserat, hampir seperti lobster. Udang selingkuh ini biasanya diolah dan dibumbui saus mentega serta saus tiram.

Kue Lontar
Kue yang konon bernama asli ‘rontart’ ini berbentuk persis seperi pie susu khas bali. Yang bikin beda dari pie susu khas Bali adalah ukurannya yang cukup besar bahkan hampir setara dengan cake dan lebih padat. Kue Lontar ini bahkan sudah ada sejak zaman Belanda dulu, jika kalian mengenal pastry sejenis pie sekarang-sekarang ini, Papua bahkan sudah punya lebih dulu. Bahan dasar dari filler kue ini adalah susu dan gula.

Abon Gulung
Walaupun gerai Abon Gulung ini hanya tersedia di Papua namun kudapan in bukan asli Papua. Berawal dari sulitnya untuk membawa oleh-oleh makanan khas dari Papua maka terciptalah abon gulung ini dengan alih-alih supaya mudah dibawa pulang. Awalnya roti gulung ini memiliki varian manis, hingga akhirnya roti gulung ini hanya diproduksi rasa abon karena paling laku keras di Papua. Rasanya manis, gurih, bertekstur padat, dan cukup besar. Abon Gulung ini kudapan wajib bagi yang akan ke Papua.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.