Melihat Jejak Sejarah Di Setiap Sudut Kota Bersama Komunitas Aleut

0
2070
(sumber: www.instagram.com/komunitasaleut)

Penggiat sejarah yang senang jalan-jalan, mungkin sudah tidak asing dengan komunitas yang satu ini. Komunitas Aleut merupakan salah satu komunitas yang memiliki andil dalam mengembangkan kebiasaan untuk menilik lebih jauh sejarah, khususnya di kota Bandung. Aleut atau disebut juga dengan “aleut-aleutan” dalam Bahasa Sunda yang berarti berjalan beriringan memiliki kegiatan rutin yaitu melihat dan menyimak sejarah di balik tempat bersejarah dengan berjalan kaki.

Komunitas ini telah berdiri sejak tahun 2006 yang sebelumnya bernama Klab Aleut , lalu pada akhirnya berganti nama pada tahun 2009 menjadi Komunitas Aleut. Tercetusnya ide untuk membuat komunitas ini berawal dari kegiatan para mahasiswa jurusan sejarah Universitas Padjajaran yang mengunjungi beberapa situs sejarah di Bandung. Kegiatan tersebut melibatkan Ridwan Hutagalung, sebagai pengasuh Komunitas Aleut. Mereka pun menggunakan buku yang beragam sebagai acuan, salah satunya buku karya Haryoto Kunto berjudul Wadjah Bandoeng Tempo Doeloe.

(sumber: www.instagram.com/komunitasaleut)

Inti dari kegiatan Komunitas Aleut adalah ngaleut, yaitu mengajak anggotanya dan masyarakat umum untuk bersama mengunjungi dan mengulas mengenai sejarah pada suatu tempat yang menarik. Namun tidak hanya itu, sejak tahun 2015, Komunitas Aleut juga sering mengadakan kelas literasi yang dilakukan pada hari Sabtu, dimana para anggota dengan bebas membahas seputar resensi buku pilihannya atau membahas topik lain yang tidak terbatas, seperti olah raga, budaya populer, dan masih banyak lagi.

Beberapa hasil dari ngaleut pun tidak jarang ditulis dalam bentuk artikel yang disajikan oleh siapapun yang ingin berkontribusi di Komunitas Aleut. Seluruh tulisan yang dihasilkan kontributor pun dimuat di komunitasaleut.com. Kegiatan menulis pun tidak hanya sekadar menulis hasil dari ngaleut, namun setiap kontributor yang ikut menulis di komunitasaleut.com ikut juga menulis mengenai cerita sejarah yang bersumber dari buku atau dari situs sejarah yang belum diceritakan di web Komunitas Aleut. Belum lagi, bagi para anggota Komunitas Aleut yang aktif pun bisa ikut andil sebagai pemateri pada setiap kegiatan ngaleut dan dibekali puluhan hingga ratusan buku yang tersedia di sekretariat Komunitas Aleut. Kegiatan lain yang sering pula dilakukan salah satunya “momotoran”, dimana para anggota komunitas menjelajah wilayah di sekitar Jawa Barat dan setiap rutenya dipilih berdasarkan sejarah atau cerita yang berkembang.

Anggota yang terdaftar di Komunitas Aleut pun terdiri dari orang-orang yang berlatar belakang berbeda-beda, maka anggota Komunitas Aleut tidak terbatas dari latar pendidikan sejarah saja. Keuntungan dari bergabung dengan Komunitas Aleut adalah komunitas ini tidak mengikat dan sangat terbuka bagi individu yang ingin belajar dan membuka wawasan lebih jauh mengenai sejarah. Komunitas Aleut pun merilis beberapa buku, salah satunya Memento, yaitu kumpulan cerita masa kecil dari pegiat Aleut dan kini mereka pun berencana untuk merilis buku yang berisi 12 rute sejarah Kota Bandung.

(sumber: www.instagram.com/komunitasaleut)

Bagi yang baru-baru ini mengikuti jejak Komunitas Aleut, tidak perlu khawatir akan tertinggal tema-tema menarik yang diusung Komunitas Aleut, karena tema-tema ngaleut begitu kaya dan tak jarang tema-tema yang diusung pun diulang kembali. Namun, bukan berarti tema ngaleut tidak diperbaharui. Seiring banyaknya bacaan atau temuan hal-hal baru, tema ngaleut pun tentu akan ikut berkembang. Untuk yang ingin bergabung dan ingin ikut ngaleut, kamu bisa kunjungi websitenya di komunitasaleut.com atau kunjungi akun instagramnya di @komunitasaleut untuk mengetahui info lebih lanjut.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.