Berfoto Sampai Puas di De Mata Museum Jogja

0
1322
Berpose diculik penyihir.

Masih seputar Kota Jogja, saya masih setia menceritakan perjalanan saya di sini.

Ternyata, Kota Jogja juga punya sebuah tempat asyik yang bisa digunakan sebagai ajang eksis dan unjuk diri. Tempat itu adalah De Mata Museum, sebuah museum 3 dimensi. Saya baru tahu ada tempat semacam ini di Jogja kala sedang makan siang di sebuah warung di daerah Timoho, dekat dengan Kantor Wali Kota Yogyakarta.

Rekan saya kemudian mengajak saya untuk sejenak berfoto di bekas Terminal Umbulharjo yang kini berganti nama menjadi XT Square. Wah, saya jelas mau. Apalagi saat itu katanya sedang ada promo. Jadi, saya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mumpung sedang di Jogja.

Sesampainya di sana, ternyata banyak pengunjung yang sudah siap dengan aneka peralatan tempurnya masing-masing. Saya berasa ketinggalan berita nih. Padahal, sudah hampir sebulan saya berada di Jogja dan tempat main saya ya hanya di sekitar Malioboro.

Wah berada di negeri para peri.

Usut punya usut, tempat ini memang tak terlalu terlihat dari arah Jalan Veteran yang merupakan persimpangan jalan dengan dengan beberapa jalan lain. Tapi tenang, jika akan datang ke sini, langsung saja menuju XT Square atau orang Jogja menyebutnya bekas Terminal Umbulharjo.

Saya pun membeli tiket masuk. Ternyata, di sini ada beberapa macam museum, antara lain De Mata, De Walik, dan De Arca. De Mata sendiri merupakan museum 3 dimensi yang menampilkan berbagai gambar tipu mata sehingga seolah-olah kita berada di dimensi lain. De Walik merupakan museum dengan bangunan terbalik yang membuat para model dalam fotografinya seakan-akan berada dalam posisi terbalik. Sedangkan, De Arca adalah museum tempat berbagai tokoh dari segala penjuru dunia yang bisa dijadikan obyek foto seperti halnya museum lilin.

Wah, saya jadi bingung akan berfoto di mana. Karena hari sudah sore, saya memutuskan hanya berfoto di De Mata dan De Arca saja. Kalau ada waktu lagi, bolehlah saya berfoto di De Walik. Alasannya, saya pernah berfoto dengan posisi terbalik saat berada di Eco Green Park Kota Wisata Batu dulu.

Tolong, aku hampir mati dicekik Hulk.

Harga tiket sendiri untuk satu museum adalah 30.000 untuk happy hour (pukul 10.00-15.00), 40.000 untuk weekday (pukul 15.00-18.00) dan untuk akhir pekan seharga 50.000. Jika ingin membeli tiket terusan, harga tiketnya adalah 100.000 untuk happy hour, 120.000 untuk weekday, dan 140.000 untuk akhir pekan. Mengingat saya datang saat siang hari, saya dapat tiket promo happy hour. Alhamdulillah, lumayan kan.

Memasuki bagian museum De Mata, saya sampai bingung akan berfoto di mana. Rekan saya yang lebih memilih memotret daripada jadi model akhirnya menjadikan saya korban fotografinya. Saya pun manut akan dipose model apa saja meskipun terlihat absurd. Mulai gaya bernjinjit, gulung-gulung di karpet, hingga meniti sebuah jembatan kecil.

Sebenarnya, jika dilihat seksama, gambar-gambar ilustrasi yang ada di sana terlihat layaknya gambar mural biasa. Namun, saat melihat hasil jepretan di kamera, rasanya kok seperti sungguhan. Entah, efek fotografi apa yang bisa membuatnya demikian. Saya rasa, beberapa efek ini muncul lantaran ada ilusi optik dari beberapa gambar yang dipotret dalam angle tertentu. Untuk itulah, di dalam museum ini disediakan informasi tempat rekomendasi pengunjung agar bisa memotret dan menghasilkan efek 3 dimensi yang sempurna. Jadi, kita tak perlu ragu untuk memotret di setiap spot foto.

Belajar yang rajin biar pintar.

Puas menjelajahi De Mata, kini saatnya saya beralih ke De Arca. Wah, ini sebelum saya sampai ke museum lilin di Hongkong, saya bisa menyaksikan versi lain di Jogja. Ada banyak tokoh terkenal, baik dari Indonesia maupun dari mancanegara yang dijadikan model di sini. Walau ada beberapa yang kurang mirip, namun sebagian besar bagi saya sangat mirip.

Saya paling senang dengan karakter maestro lukis Affandi yang seakan benar-benar hidup. Maestro asal Kota Jogja ini tampak duduk santai sambil ditemani cerutu rokok kesayangannya. Ada pula karakter superhero Avenger yang cukup banyak. Ah, kalau dirunut satu per satu, rasanya sampai capek berfoto di sini.

Jadi, bagi yang masih penasaran bisa datang ke sini. Kalau ingin naik angkutan umum, bisa naik Trans Jogja Trayek 7 dan turun di halte XT Square.

Jam Buka
Setiap Hari 10.00 - 18.00 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.