Berburu Spot Instagramable di Tanah Lot

0
329
Gerbang Pura Tanah Lot.

Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Lokasi pantainya berada di sebelah utara Pantai Batu Bolong. Tanah Lot dari Tabanan berjarak sekitar 13 kilometer ke arah barat atau jika dari Bandara bisa ditempuh satu setengah jam saja.

Tanah Lot memang punya banyak spot instagramble. Yang apik menurut saya di sekitaran pantai yang mana ada Pura Tanah Lot yang menajadi background-nya. Saya sempat akan menyeberang, namun karena ada larangan akan terjadi ombak pasang akhirnya saya hanya bermain di tepi pantai. Hingga akhirnya saya harus benar-benar meninggalkan pantai karena ombak yang sudah meninggi. Cuman pindah posisi menjauhi pantai saja, toh masih banyak spot fotonya.

Saya mengambil gambar dengan latar belakang Karang Bolong. Karang Bolong berarti karang yang ada lubangnya. Saya bisa menyaksikan ombak yang indah dengan pemandangan ombak besar yang menenangkan. Batu bolong berbentuk seperti ada lubang di tengahnya dan puranya berdiri kokoh di atasnya. Puranya diberi nama Pura Batu Bolong. Deburan ombak dengan cepat menabrak karang dan menyemburkan air ke udara. Suaranya terdengar cukup kencang dari atas. Dengan melihat luasnya lautan dan suara ombak yang menggelegar membuat saya cukup rileks.

Deburan ombak yang cantik.

Enaknya di Tanah Lot bagi saya yang seorang muslim adalah adanya mushola, sehingga cukup mudah untuk beribadah disini. Kata salah satu fotografer yang berlalu-lalang di sana, momen yang paling tepat untuk mengunjungi Tanah Lot adalah sore hari. Tepatnya sekitar pukul 5 WITA. Karena selain mendapat sunset, juga akan terhindar dari pasang. Karena sebelum pasang terjadi, pengunjung sudah diwanti-wanti untuk segera naik. Apalagi pas pasang, sudah pasti ga bakal bisa nyeberang ke Pura Tanah Lot-nya.

Sebenarnya saya tertarik menyaksikan ular suci yang ada di Pura Tanah Lot. Ular tersebut termasuk ular dengan jenis Banded Sea Krait dengan warna paduan hitam dan putih tersebut punya racun tiga kali lebih mematikan daripada ular kobra. Ular suci ini dipercaya menjadi penjaga dari Pura Tanah Lot. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, dahulu ular tersebut merupakan jelmaan dari seorang Brahmana bernama Danghyang Niratha. Danghyang lah yang menyebarkan agama Hindu di Bali.

Salah satu toko oleh-oleh khas Bali.

Tanah Lot di siang hari cukup panas. Kalau bisa bawa topi dan jangan lupa beli minum biar ga dehidrasi. Tanah Lot juga punya tempat nongkrong yang cocok banget buat nge-chill. Mulai dari masakan Bali, Jawa hingga mancanegara. Letak cafe dan restorannya sih berderet sebelum menuju pantai. Di cafe dan restoran yang berjejer tersebut kita bisa mengambil foto juga. Ada lengkungan janur dan bangunan khas Bali sebagai background-nya. Selain itu kita juga bisa membeli oleh-oleh khas Bali, seperti kaos, pernak-pernik, kain bali atau lainnya di sini.

Selain alamnya yang indah, Tanah Lot juga memiliki atraksi yang menarik. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 50.000 untuk Tari Kecak. Selain menikmati atraksi tarian kita juga akan mendapatkan sunset yang cantik. Menikmati Tanah Lot biasanya tak cukup satu hari saja. Kalau mau menginap, ada banyak hotel keren yang bisa dipilih. Tiket masuk Tanah Lot adalah sebesar Rp 20.000 dan Rp 15.000 untu pengunjung anak-anak. Untuk biaya parkir Rp 2.000 untuk motor, Rp 5.000 untuk mobil, Rp 10.000 untuk bus tanpa batasan waktu. Bagi pengunjung romongan tak usah khawatir karena sudah ada pengeras suara yang dipasang untuk informasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.