Berburu Sajian Tradisional di Pasar Gede Hardjonagoro Solo

0
324
Pasar Gede tampak depan.

Hi travelovers! Sudah pernah jalan-jalan ke Solo atau Surakarta belum? Kali ini Saya akan berbagi pengalaman ketika berburu kuliner khas Solo di salah satu pasar yang digadang-gadang sebagai salah satu pusat kuliner tradisional di Solo, yaitu Pasar Gede Solo.

Sesuai namanya, Pasar Gede Harjonagoro adalah salah satu pasar terbesar di Solo. Letaknya pun ada di pusat kota, yaitu di area Jebres Surakarta. Selain terbesar, Pasar Gede juga merupakan pasar tertua di Solo dengan tagline-nya yang unik “Pasar Gede Ora Sare” atau Pasar Gede tidak pernah tidur alias buka nonstop 24 jam.

Lebih tepatnya lagi kalau travelovers berkunjung ke Pasar Gede pada saat pagi hari sekaligus waktu untuk sarapan. Ada kuliner apa saja sih di Pasar Gede? Yuk simak!

Sajian Cabuk Rambak di Pagi Hari.
Cabuk Rambak.

Cabuk rambak sendiri merupakan kudapan khas Solo yang sudah mulai jarang berupa ketupat yang dipotong tipis-tipis lalu disiram kuah wijen putih diatasnya. Lebih nikmat lagi kalau dilengkapi dengan kerupuk puli atau kerupuk beras. Kenapa Saya sarankan kuliner ini untuk kudapan saat sarapan? Karena ibu yang berjualan habis tidak habis jam 11-12 sudah balik pulang. Harganya Cuma Rp5000,- saja. Bisa langsung makan dengan dipincuk ataupun dibungkus untuk dibawa pulang. Yum!

Es Dawet Telasih.
Es Dawet Telasih.

Meskipun es dawet sudah ada dimana-mana tapi yang satu ini jangan sampai dilewatkan. Es dawet khas Solo ini dilengkapi dengan isian bubur sum-sum dan juga telasih. Santannya juga segar, cocok buat hidangan penutup setelah sarapan. Ada beberapa kedai yang menjual dawet telasih dan harganya juga sangat ramah di kantong, yaitu Rp7000 –  Rp8000 per-porsinya.

Es Gempol Pleret.

Kalau es yang satu ini juga jangan sampai dilewatkan. Minuman segar berisi adonan tepung beras dengan kuah santan plus gula jawa ini juga jadi favorit Saya ketika di Solo. Harganya cuma Rp7000,- saja seporsi. Lokasinya di depan area Pasar Gede. Seger banget!

Lenjongan.
Aneka Lenjongan Pasar Gede.

Jajanan khas Solo ini juga patut di coba. Lenjongan sendiri merupakan nama istilah yang didalamnya masih ada nama-nama lainnya. Di dalam lenjongan masih ada tiwul, gethuk, sawut, klepon, ketan hitam, ketan putih, cenil, grontol, jadah blondo, wajik, dan jenang. Yang Saya sebutkan di atas adalah makanan manis semua. Travelovers bisa request isiannya, tidak harus semua yang ada di atas kok. Favorit saya sih gethuk, klepon, jadah blondo, dan wajik. Sajiannya ditaburi kelapa parut diatasnya. Apalagi warnanya yang beragam membuat jajanan tradisional ini semakin menarik untuk dicicipi. Harga lenjongan berkisar Rp4000-Rp5000 tergantung isiannya.

Nasi Liwet Ibu Sri.

Siapa yang tidak tahu makanan berat satu ini? Pastinya nasi gurih khas Solo yang disiram dengan sayur labu dan areh ditambah suwiran ayam atau rebusan telur ini sudah tidak asing lagi di telinga travelovers sekalian. Ini menjadi salah satu makanan favorit Saya juga karena posrinya pas, gurih, dan juga tidak ada di daerah lain selain Solo. Kalau Saya sih paling suka makan nasih liwet dengan tempe goreng garingnya.

Kalau di Pasar Gede sendiri ada kedai nasi liwet yang juga legendaris yaitu Nasi Liwet Ibu Sri yang letaknya di area sudut pasar dekat lapak-lapak penjual buah. Kedai nasi liwet ini selalu ramai pengunjung sih. Terang aja rame, lhawong enak dan juga murah meriah! Satu porsi pincuk nasi liwet mulai dari Rp9000 saja. Travelovers juga bisa menambah lauk pauk kesukaan kalian.

Ayok blusukan ke pasar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.