Berburu Oleh-Oleh Khas Bali di Joger

0
143
Joger terkenal dengan produk nya yang memiliki kata-kata kreatif yang diciptakannya.

Bali adalah destinasi favorit untuk liburan. Berkunjung ke Bali kurang lengkap rasanya kalau tidak membawa oleh-oleh khas Bali. Memang sudah banyak toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Bali. Namun toko yang sudah lama berdiri dan menjual buah tangan khas Bali adalah Joger.

Joger yang punya tagline “Bali Bagus, Joger Jelek” ini sudah ada sejak tahun 1981. Meskipun mengklaim produk buatannya jelek namun produk Joger selalu diburu wisatawan karena produknya yang limited dan tersedia di Bali saja. Mereka juga tidak membuka cabang di kota lain. Joger punya 2 toko, pertama adalah Pabrik Kata-Kata Joger di Kuta, Badung, Bali dan Teman (Tempat Penyaman) Joger di Luwus, Baturiti, Tabanan, Bali. Bedanya lebih luas di Luwus sih. Karena yang di Luwus ada parkiran khusus bus di samping Joger. Jadi lebih leluasa untuk parkirnya.

Teman Joger yang sangat ramai setiap harinya.

Kalau datang ke Joger lebih baik pas di hari ulang tahun, bisa kemarin atau besoknya juga. Soalnya bakalan dapet diskon 10% hehe. Selain itu pengunjung hanya diperbolehkan membeli 12 macam produk Joger saja. Kalau beli lebih, sudah pasti akan dapat peringatan dari kasirnya. Jam buka joger tertulis pukul 10.00 WITA dan tutup pukul 18.00 WITA. Namun biasanya buka lebih awal atau lebih telat. Hal ini karena Joger punya bagian jam sendiri yaitu WIJO (Waktu Indonesia Joger).

Pengunjung dilarang mengambil gambar. Kemudian untuk pengunjung yang berniat jahat untuk mencuri, Joger memiliki sanksi tersendiri. Yaitu membayar 2x lipat dari harga asli dan meminta pencuri untuk memohon ampun pada seluruh pengunjung, sambil kedua tangannya diborgol hingga toko tutup.

Produk yang dijual Joger sangatlah beragam, mulai dari kaos, sandal, gantungan kunci hingga boneka. Biasanya produk Joger akan ada tulisan ‘JOGER’-nya. Tapi juga ada sih yang gak mengandung tulisan Joger. Saran saya lebih baik kalau beli yang ada tulisan Joger. Karena harganya agak mahal, sayang aja kalau ga ada tulisan Jogernya yang bikin mahal hehe.

Produk Joger biasanya mengandung tulisan JOGER.

Pembayaran di Joger bisa menggunakan uang cash. Tapi jika tak membawa uang cash bisa menggunakan kartu debit. Selain itu, jika mau mengambil uang di sini ada ATM Mandiri kok. Cari makan di sekitaran Joger cukup mudah, tepat di seberang Joger tersedia banyak warung berjejer yang menjajakan makanan ringan hingga berat. Tinggal menyeberang jalan ada warung-warung kecil.

Tak lengkap kalau saya tak bercerita tentang sejarah Joger ini. Karena nama Joger juga ada sejarahnya loh. Kata guide saya, Joger dimiliki oleh 2 orang bernama Pak Joseph dan Mr. Gerhard. Dulu mereka sahabatan waktu masih kuliah di Jerman Barat. Sewaktu Pak Joseph pulang ke Indonesia dan memutuskan menikah dengan wanita idamannya Ibu Ery Kusdarijati. Pak Gerhard juga mendatangi pernikahan mereka dan menyumbang USD 200. Setelah menikah, Pak Joseph menganggur, lalu dari uang pemberian Pak Gerhard, tercetuslah ide untuk berjualan pakaian di Jalan Sulawesi. Bahkanm Pak Joseph sempat berjualan secara door to door agar dagangannya laku. Kini Joger sudah sangat sukses. Nama Joger sendiri adalah gabungan dari nama Pak Joseph dan Mr. Gerhard. Yaitu JOseph dan GERhard, alias JOGER.

Salah satu spot foto di Joger.

Pak Joseph dan Pak Gerhard akhirnya membesarkan Joger yang hingga kini sangat terkenal di Bali. Kini Joger sudah mampu menghasilkan Rp 5 milyar 500 juta per harinya. Pajaknya saja Rp 55 jt per hari atau 1% dari omsetnya. Maka tak salah jika Joger sangat membantu masyarakat Bali dengan menyediakan lapangan kerja. Karena Jogger kini sudah mampu memproduksi produknya sendiri, dari hulu ke hilir dimana karyawannya adalah masyarakat lokal Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.