Berburu Kain dan Pakaian di Kota Bandung

0
61
Pasar Cigondewah Bandung.

Kota Bandung terkenal sejak lama memiliki banyak tempat wisata belanja yang begitu menarik perhatian. Termasuk perhatian dari ibu dan adik perempuan saya saat kami sekeluarga mengunjungi Bandung. Mereka sudah berencana akan menghabiskan banyak waktu untuk mencari helai kain dan pakaian untuk dibawa pulang.

Tante saya yang tinggal di Bandung langsung menyodorkan beberapa nama tempat belanja yang harus dikunjungi. Mula-mula, kami menuju ke Pasar Kain Cigondewah yang berada di Bandung Kulon, Kota Bandung. Kebetulan, dari rumah Tante di kawasan Katapang, Kabupaten Bandung, pasar ini yang paling dekat.

Belum sampai masuk ke area pasar, saya sudah takjub dengan jajaran toko dan ruko yang menjual kain secara grosir. Beberapa di antaranya dijual bukan secara meteran tapi secara kiloan. Serius, baru kali ini saya menemukan kain yang dijual secara kiloan seperti cabai atau pun bawang merah. Uniknya lagi, kain-kain itu dijejar begitu saja di pinggir jalan. Persis seperti pedagang sayur di pasar tumpah.

Deretan pedagang pernak-pernik di Pasar Baru Bandung.

Saat memasuki pasar, pedagang lebih menata dagangannya cukup rapi. Rombongan keluarga saya pun bergegas mendatangi toko dan memilih kain yang akan kami gunakan sebagai seragam resepsi salah satu kerabat. Saya malah asyik berkeliling dan masih menemukan banyak pedagang yang menjajakan dagangan kainnya dengan menumpahkannya.

Harga kain di sini memang murah. Kata tante, bisa lebih murah sekitar Rp 5.000 hingga Rp 20.000 tiap meter. Saya yang tidak begitu paham masalah kain hanya bisa mengiyakan. Namun, melihat antusias beberapa pembeli yang bisa memborong kain bermeter-meter, persepsi ini memang benar adanya.

Puas berbelanja ke Pasar Cogondewah, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Andir. Letaknya yang berada di pusat Kota Bandung membuat pasar ini juga menjadi jujugan saat ke Kota Kembang. Kami datang ke sini lantaran ada motif kain yang belum berhasil didapat di Pasar Cigondewah. Ini seperti Pasar Besar Malang kalau di kota saya.

Ada beberapa lantai yang menjual aneka pakaian dengan harga yang lebih miring. Meski harganya murah, proses tawar-menawar jangan lupa dilakukan agar mendapatkan harga yang lebih murah. Saya yang tak pandai melakukan kegiatan ini lebih memilih untuk mencari kegiatan lain. Berkeliling ke area pasar dan mencari kuliner.

Kain yang dijual secara kiloan.

Alhasil, saya menemukan beberapa pedagang makanan khas Bandung seperti cuanki, siomay, dan batagor yang begitu menggoda di trotoar pinggir pasar ini. Harumnya aroma makanan itu memang sempat membuat saya ngiler. Namun, berhubung saya akan makan besar selepas belanja nanti, maka saya memutuskan untuk membeli cemilan kue ape saja yang hanya dihargai Rp 5.000 untuk beberapa potong. Lumayan bisa mengganjal perut di tengah asyiknya keluarga saya yang sedang berbelanja. Beberapa kue ape pun dengan lahap masuk ke mulut saya. Kuliner Bandung memang menggoda.

Tak berapa lama kemudian, keluarga saya pun selesai berbelanja di pasar ini. Sayangnya, ini bukanlah akhir. Masih ada satu pasar lagi yang harus dikunjungi yakni Pasar Baru Bandung. Sebuah pasar yang terletak tak jauh dari Pasar Andir dan Alun-Alun Kota Bandung.

Pasar Andir Bandung.

Baiklah, ini yang terkhir. Pasar ini ternyata lebih menarik perhatian karena menjual berbabagi pernak-pernik khas Kota Bandung seperti udeng, cincin, dan gelang serta beberapa lukisan. Uniknya, banyak pedagang baju yang rela naik ke kursi dan membawa mikrofon demi bisa mempromosikan dagangannya. Saya juga baru sadar sejak di Pasar Andir tadi banyak pedagang yang hanya menjual barangs ecara grosir. Makanya, Tante memilih toko mana yang bisa menjual baju secara eceran.

Bisa jadi, pengalaman belanja ke Bandung ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan. Jika berbicara belanja, maka ingatan saya akan langsung tertuju ke Kota Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.