Berbagai Olahan Kacang Kenari Khas Ternate

0
736
Kacang Kenari.

Apa yang ada di benak travelovers ketika membayangkan kuliner Indonesia Timur? Papeda dan sagu kan pastinya? Kali ini saya akan berbagi cerita tentang beberapa olahan makanan atau minuman dengan bahan dasar Kacang Kenari.

Kacang Kenari atau yang memiliki nama latin Canarium indicum, L. Bukan tanaman khas suatu daerah atau tumbuhan langka. Kenari tersebar di beberapa penjuru belahan dunia diantaranya daerah tropis Afrika, Asia Tenggara, Australia, dan lainnya. Tapi di Indonesia sendiri, tanaman kenari kebanyakan tumbuh di daerah timur Indonesia. Nah, salah satu kota dengan tanaman kenari yang lumayan melimpah untuk dibudidayakan adalah Kota Ternate di Maluku Utara. Selain terkenal akan buah palanya, ternyata kenari ini juga salah satu bahan baku andalan utama untuk diolah menjadi makanan, minuman, ataupun jajanan Ternate.

Travelovers pernah mencoba kacang kenari sebelumnya? Saya pribadi belum pernah sih ngremus langsung kacang kenarinya namun saya sudah mencicipi beberapa olahan kacang tersebut. Selain itu, kenari juga digunakan sebagai campuran oleh-oleh khas Kota Ternate ini. Ada apa aja kira-kira? Yuk, langsung saya bahas!

Air Guraka.
Air Guraka.

Saya yang merupakan penggemar nomor satu wewedangan Nusantara tidak akan melewatkan hangatnya air guraka ini. Ketika datang ke Ternate, teman-teman di sana pasti mengajak saya untuk menghangatkan diri dengan meminum air guraka. Rasa dominan dari minuman ini adalah jahe yang dicampur sirup gula merah, lalu ditabur kacang kenari di atasnya, tentunya disajikan saat masih panas-panasnya! Sedikit menunggu agar lidah tidak terbakar, lalu sruputtt… hangatnya terasa sampai ke dalam-dalam! Biasanya pemuda-pemudi Ternate ketika nongkrong, pasti meminum air guraka disertai sajian pisang goroho atau pisang yang dipotong tipis-tipis lalu digoreng garing dan dicocol ke sambal ikan. Kedai yang menjajakan air guraka terdapat di dekat area landmark Ternate.

Roti Kenari.
Pembungkusan Roti Basah Kenari.

Tidak jauh dari area Pantai Falajawa Ternate, ada beberapa sentra oleh-oleh khas Ternate salah satunya mengolah roti dengan isian selai kenari, ada roti basah dan roti kering. Kata sang pemilik, roti kenari ini jadi salah satu favorit para wisatawan, apalagi jenis roti keringnya. Untuk roti sendiri merupakan roti yang dipanggang dengan topping kenari di atasnya, lalu dipotong-potong. Kalau dilihat bentuknya, paling cocok sebagai pendamping ngopi atau ngeteh, karena rasanya tidak terlalu manis nan rasanya cukup gurih. Harga satu bungkus roti kenari basah atau kering dengan ukuran sedang adalah sekitar Rp. 25.000 – Rp. 35.000. Ketika melihat pembuatannya, seketika saya ingin merasakan aroma baking dan panggangan rotinya!

Bagea.
Bagea Kenari Seusai Dipanggang.

Kue khas Maluku Utara dan Sulawesi Selatan ini awalnya asing bagi saya, bentuknya pun asing. Tapi yang membedakan bagea pada dua daerah tersebut adalah di Ternate ditambahkan dengan kacang kenari.

Bagea sendiri adalah kue kering dengan bahan utama sagu atau tepung sagu yang diolah bersama pala dan gula merah. Teksturnya sangat keras, sehingga bila dimakan langsung akan cukup susah digigit, apalagi saat itu saya masih mengenakan kawat gigi, teman Ternate saya mengusulkan untuk memakan bagea dicelupkan ke kopi atau teh agar sedikit lunak serta kaya rasa. Wah, ternyata rasa dari bagea ini kaya akan rempah, ada campuran kayu manis juga di dalamnya. Tempat memperoleh camilan bagea ini juga masih di area Pantai Falajawa dan kita bisa melihat langsung cara pembuatannya tentunya dengan izin dulu sebelumnya. Harga sebungkus bagea kurang lebih sama dengan roti kenari, yaitu sekitar Rp. 25.000 per bungkusnya.

Nah, itu tadi olahan kenari yang bisa travelovers coba ketika sedang berkunjung ke Ternate sekaligus membawa pulang sebagai buah tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.